(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

Gandeng MGEC, STIKES Gombong Gelar Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

Di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, lembaga pendidikan tinggi termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong melakukan proses pembelajaran secara daring.

Namun ada beberapa kegiatan yang terpaksa harus dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya adalah terkait dengan praktik untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai program studi masing-masing.

Seperti dalam kegiatan Basic Trauma & Cardiac Live Support (BT & CLS) atau pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan.

Lima Hari, Terapkan Sistem Hybrid

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu menerapkan sistem hybrid. Tiga hari pemberian materi dilaksanakan secara virtual melalui aplokasi Zoom. Baru untuk dua hari terakhir dalam skill station dan evaluasi dilaksanakan secara tatap muka.

Pelatihan yang menggandeng Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC) tersebut diawali dengan technical meeting metode platihan yang berbasis online.

Darsino SKep Ners salah satu trainer dari MGEC menjelaskan, kegiatan tatap muka menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat. Sebelum mengikuti pelatihan, 80 peserta yang terdiri atas 74 mahasiswa ditambah perawat pembimbing mahasiswa di RS Permata Medika, RS Purbowangi dan RSUD dr Sudirman Kebumen dan dosen menjalani screening rapid antigen.

Pelatihan Dibagi Menjadi Dua Gelombang

Begitu juga para instruktur dan tim MGEC yang terlibat juga melakukan hal yang sama. Selain itu, para peserta mengenakan masker dan face shield, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.

“Kegiatan ini juga mendapatkan supervisi dari Program Studi dan MGEC,” kata Darsino di sela-sela pelatihan.

Sekretaris Program Studi DIII Keperawatan Bambang Utoyo MKep menambahkan, guna membatasi peserta, pelatihan tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 13-17 Januari 2021. Sedangkan gelombang kedua akan berlangsung pada 27-31 Januari 2021.

“Dalam proses pembelajaran kami memang meminimalkan kegiatan tatap muka. Kompetensi mahasiswa terpenuhi baik secara teori dan skill melalui aplikasi dan video tutorial,” ujar Bambang Utoyo MKep.

RS Sari Asih Group Jaring Alumni STIKES Muhammadiyah Gombong

Para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah tampaknya diminati oleh rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya. Buktinya banyak rumah sakit yang jemput bola melakukan rekrutmen menjaring lulusan kampus tersebut.

Salah satunya adalah Rumah Sakit Sari Asih Group yang sudah cukup lama bekerjasama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong. Seleksi digelar di STIKES Muhammadiyah Gombong, Selasa (29/12). Seleksi diikuti oleh 15 alumni dari Prodi DIII Keperawatan dan Profesi Ners. Lulusan Prodi Farmasi juga turut serta dalam seleksi tersebut.

Tahapan seleksi dimulai dengan pengisian data diri, tes kompetensi, psikotes dan wawancara. Adapun pengumuman penerimaan tenaga kesehatan dilakukan pada hari itu juga.

Adapun yang datang ke kampus adalah bagian HRD Darwaty yang didampingi dua orang anggota tim. Sejumlah pimpinan menyambut yakni Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKES Muhammadiyah Gombong, H Sarwono SKM MKes, Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama Sawiji SKep Ns MSc.

Banyaknya permintaan lulusan STIKES Muhammdiyah Gombong dari Rumah Sakit Sari Asih Group sehubungan dengan pengembangan dan perluasan pembangunan RS Sari Asih Group.

Diterima Bekerja

Informasi penempatan tenaga kesehatan yang diterima antara lain di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Serang, Sangiang dan Arrahmah. Dijadwalkan awal Januari alumni yang diterima mulai berkerja.

“Kami berharap semakin banyak alumni STIKES Muhammadiyah Gombong yang berkompeten yang bekerja di Sari Asih,” ujar Darwaty.

Bersamaan dengan kegiatan seleksi juga dilaksanakan pemberangkatan alumni yang diterima berkerja di Rumah Sakit Karya Medika II Bekasi. Pelepasan dan doa bersama dilakukan oleh pimpinan STIKES Muhammadiyah Gombong.

Para alumni difasilitasi pemberangkatan oleh kampus dan pihak RS. Sebelum berangkat, mereka telah melakukan tes rapid antigen dan dinyatakan aman.

Pimpinan berpesan para alumni yang sudah diterima bekerja untuk selalu amanah dalam menjalankan tugas, semangat dan senantiasa menjaga ibadah. “Jaga nama baik keluarga dan almamater,” pesan Wakil Ketua IV Sawiji.

RS Karya Medika Bekasi Jemput Bola Rekrut Lulusan STIKES Muhammadiyah Gombong

Saat para lulusan perguruan tinggi kesulitan mencari lowongan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19, para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong justru yang dicari oleh rumah sakit.

Salah satunya adalah Rumah Sakit Karya Medika Bekasi yang menjaring para lulusan baru STIKES Muhammadiyah Gombong untuk menjadi pegawai terutama perawat di rumah sakit tersebut. Tim dari RS Karya Medika melakukan jemput bola dengan menggelar rekrutmen langsung di kampus STIKES Muhammadiyah Gombong.

eleksi Digelar Selama Dua Hari

Rekrutmen yang bekerjasama dengan Carier and Development Center (CDC) STIKES Muhammadiyah Gombong digelar selama dua hari, Selasa-Rabu 22-23 Desember 2020. Hari pertama, seleksi secara tertulis dengan materi uji tulis khusus bidang keperawatan dan psikotest. Di sela-sela itu dilakukan presentasi terkait profil RS Karya Medika Bekasi.

Hari kedua dilanjutkan dengan wawancara. Mereka mengkonfirmasi hasil tes pada hari pertama. Termasuk melakukan komunikasi dengan para calon pegawai. Proses seleksi menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19).

Jalin Kerjasama Selama Lima Tahun

Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional STIKES Muhammadiyah Gombong Sawiji SKep Ns MSc menjelaskan bahwa kerjasama dengan RS Karya Medika merupakan pertama. Kedua pihak sepakat menjalin kerjasama rekrutmen selama lima tahun ke depan.

“Setiap tahun rencananya mereka akan menggelar rekrutmen di STIKES Muhammadiyah Gombong. Alhamdulillah Kami dipercaya memberikan alumni terbaik untuk bekerja di rumah sakit Karya Medika yang sedang berkembang pesat ini,” ujar Sawiji didampingi Penanggung Jawab CDC Sarwono MKes dan Ketua CDC Putra Agina WS MKep di sela-sela acara.

CDC Kelola Karir dan Kembangkan Alumni

Sawiji menambahkan melalui CDC pihaknya berkomitmen untuk mengelola karir dan mengembangkan para alumni. Setiap tahun menjelang wisuda CDC juga melaksanakan job fair sekaligus rekrutmen.

“Melalui rekrutmen itu, para alumni akan cepat terserap di rumah sakit mitra mulai dari lokal Kebumen dan sekitarnya hingga dari luar kota bahkan luar negeri,” ujarnya.

Dengan pola rekrutmen langsung ke kampus, para lulusan baru STIKES Muhammadiyah Gombong dimudahkan dalam mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu para alumni tidak perlu menjalani seleksi di luar kota.

“Nantinya peserta yang lolos seleksi akan kontrak selama dua tahun. Jika kinerjanya bagus tahun ketiga akan langsung diangkat sebagai pegawai tetap,” ujarnya seraya menyebutkan pada tahun pertama akan mendapatkan asrama gratis.

Era Globalisasi, Tuntut Bidan Jadi Enterpreneur

Seorang bidan yang membuka praktik mandiri dapat disebut juga sebagai wirausahawan. Sebagai pelaku usaha mandiri dalam bentuk layanan jasa kesehatan dituntut untuk mengetahui dengan baik manajemen usaha. Bidan sebagai pelaku usaha mandiri dapat berhasil baik dituntut untuk mampu sebagai manajerial dan pelaksana usaha, di dukung pula kemampuan menyusun perencanaan Lutfia Uli Na’mah, S.ST., M.Kes.berdasarkan visi yang diimplementasikan secara strategis dan mempunyai ke mampuan personal selling yang baik guna meraih sukses. Diharapkan bidan nantinya mampu memberikan pelayanan kesehatan sesuai profesi dan mampu mengelola manajemen pelayanan secara profesional, serta mempunyai jiwa entrepreneur.

STIKES Muhammadiyah Gombong sebagai salah satu institusi pendidikan di bidang kesehatan yang memiliki program studi kebidanan pada Sabtu, 7 November 2020 menyelenggarakan Webinar Nasional Be a Midwife-Preneur dengan tema Strategi Pengembangan Pelayanan Kebidanan untuk Meningkatkan Berwirausaha.  Webinar kali ini mengundang narasumber ahli di bidangnya masing-masing.

Kegiatan webinar yang diikuti oleh lebih kurang 300 peserta ini dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Dr. Hj. Herniyatun, M.Kep., S.Mat. Dalam sambutan singkatnya beliau mengatakan STIKES Muhammadiyah Gombong senantiasa berusaha mewujudkan visinya, menjadikan lembaga pendidikan kesehatan yang unggul modern dan islami, senantiasa memenuhi kebutuhan masyarakat terutama tentang perkembangan pendidikan khususnya pendidikan kebidanan. “Saat ini STIKES Muhammadiyah Gombong sedang proses mengajukan program studi profesi bidan, tinggal menunggu SK turun saja”, ucap beliau. Kegiatan webinar kali ini merupakan salah satu usaha institusi ksehatan satu-satunya di Kebumen ini untuk menciptakan lulusan kebidanan yang Islami dan berjiwa enterpreneur.

Sebagai pemateri pertama yakni dr. Faiz Allaudien Reza Mardhika seorang dokter umum, CEO Tradha Group dan Founder Ascendia. Pada kesempatan ini pemateri menyampaikan materi dengan topik “Strategi menjadi Pengusaha Muda” Selanjutnya pemaparan oleh pemateri kedua Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., MM., MKM yang menjabat sebagai Sekjen Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia dengan materi Kebijakan Organisasi Profesi Bidan tentang Legalitas Pelayanan Praktek Mandiri Bidan”. Pemateri Ketiga Lutfia Uli Na’mah, S.ST., M.Kes. yang merupakan dosen program studi D3 Kebidanan STIKES Muhammadiyah Gombong dengan tema “Teknik Marketing Kebidanan”, dan pemateri keempat yakni Prita Yusita, S.Tr.Keb. selaku Bidan, CEO Ibu Alam Natural Birth & Breastfeeding Support dengan materi “Inovasi dan Kreativitas Bidan dalam Pelayanan Ibu dan Anak”.

Kegiatan ini dimoderatori oleh mahasiswa program studi D3 Kebidanan, Nova Destry Fabya yang cukup piawai mengatur lalu lintas dialog di media daring ini sehingga kegiatan berjalan dengan lancar. Dengan terselenggaranya acara webinar ini, penyelenggara  berharap semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan mampu memotivasi seluruh pesertanya untuk mengaplikasikan materi yang disampaikan di kehidupan sehari-hari.

MAHASISWA BANTU EVAKUASI WARGA KORBAN BANJIR KEBUMEN

Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Kebumen akhir-akhir ini menyebabkan sebagian wilayahnya tergenang banjir dan tanah longsor. Banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat beberapa tanggul yang jebol ini berdampak pada warga masyarakat yang tinggal disekitar tanggul. Bahkan banyak masyarakat yang terpaksa mengungsi. Dilansir dari wartaekonomi.co.id, kerugian yang dialami warga antara lain 7 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang, 67 unit rumah rusak ringan, 2 sarana pendidikan, 36 titik jalan, 5 unit jembatan, dan 13 unit tanggul rusak.

 

Dalam upaya percepatan penanganan bencana banjir di wilayah Kabupaten Kebumen, sejumlah 31 mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Suka Rela (KSR) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) diterjunkan langsung ke lokasi bencana pada 28 Oktober 2020.

 

 

 

 

 

Mahasiswa bekerja sama dengan MDMC Kebumen bergerak ke wilayah Kecamatan Puring menuju tempat pengungsian warga. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, logistik, bantuan evakuasi warga, dan tim medis yang bertugas mengecek kesehatan para pengungsi. “Upaya ini merupakan bentuk kepedulian STIKES Muhammadiyah Gombong kepada sesama, semoga bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana” tutur Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong.

Asesmen Lapangan Daring (ALD) Akreditasi Prodi Profesi Ners

STIKES Muhammadiyah Gombong pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu telah melaksanakan Asesmen Lapangan secara Daring (ALD) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) untuk program studi Profesi Ners. Asesmen yang dilakukan oleh asesor Dr. Tri Ratnaningsih, S.Kep.Ns., M.Kes dari STIKes Bina Sehat PPNI Mojokerto, Dr. Tintin Sukartini, SKp, M.Kes dari Universitas Airlangga, dan Listyana Natalia Retnaningsih, S. Kep, Ns, MSN dari Universitas Respati Yogyakarta ini berlangsung selama 4 hari yaitu 28 – 31 Oktober 2020. Akreditasi ini dilaksanakan dengan harapan hasil akreditasi ulang kali ini bisa memberikan hasil terbaik yaitu naik peringkat atau minimal peringkat B.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Dr. Herniyatun, M,Kep. Sp.Mat. dalam sambutannya memberikan ucapan selamat datang kepada para asesor yang bertugas serta memaparkan berbagai perbaikan dan peningkatan kualitas yang dilakukan civitas akademika STIKES Muhammadiyah Gombong tidak hanya sarana dan prasarana penunjang, tetapi juga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.

Kegiatan ini juga sukses terselenggara dengan kerjasama dari berbagai pihak seperti alumni, stakeholder, dan instansi mitra kerjasama STIKES Muhammadiyah Gombong baik dalam maupun luar negeri.

Asesmen Lapangan secara daring berlangsung lancar dan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Walaupun dilaksanakan secara online menggunakan aplikasi zoom, tetapi tidak menyurutkan semangat civitas akademika untuk menyajikan yang terbaik. Semoga dengan usaha maksimal yang telah dilakukan akan mendapatkan hasil terbaik demi kemajuan STIKES Muhammadiyah Gombong.

Manajemen Apotek Saat Pandemi Covid-19

Oleh: Apt Titi Pudji Rahayu MFarm

Apotek merupakan tempat dilakukannya pekerjaan kefarmasian yang di dalamnya terdapat pengadaan obat, penyimpanan obat, peracikan dan penyaluran. Apotek juga merupakan tempat penjualan obat-obatan dan yang bertanggung jawab dalam pengelolaannya adalah seorang Apoteker yang merupakan seorang profesional di bidang farmasi.

Tugas dan fungsi Apoteker sebagai pelaksana manajemen apotek yang baik adalah memproduksi obat,mendesainnya serta mendistribusikan. Mengawasi obat yang diresepkan oleh dokter apakah sudah sesuai, berkualitas serta aman untuk dikonsumsi oleh pasien. Fungsi menjelaskan efek samping obat kepada pasien. Fungsi menjelaskan makanan dan obat apa saja yang harus dihindari saat sakit atau hamil. Dan menghitung dosis obat yang sesuai khusus perindividual terutama untuk bayi, anak-anak dan penyakit-penyakit tertentu.

Pengelolaan yang ada di apotek atau disebut manajemen apotek secara umum adalah perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian (5P). Perencanaan pengadaan obat didasarkan pada jumlah kebutuhan obat bisa disusun berdasarkan rencana kebutuhan dalam jangka waktu tertentu misalkan satu minggu atau satu bulan.

Pengadaan obat-obatan pada apotek menggunakan sistem pedagang besar farmasi (PBF) yang datang langsung ke apotek atau melakukan pemesanan melalui telepon untuk memenuhi pengadaan barang.  Keterlambatan obat yang disebakan oleh kekosongan obat dari pabrik merupakan masalah yang sering di jumpai apotek dalam pengdaan barang dan cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu melakukan pemesanan saat persediaan di apotek mulai menipis tidak sampai stok obat benar-benar habis.

Penerimaan obat dengan prosedur pengecekan jumlah barang datang sesuai dengan jumlah pesanan, ED obat, kondisi barang datang dipastikan tidak terjadi kerusakan, barang diterima dan divalidasi oleh Apoteker Pengelola Apotek (APA) sebagai legalitas dibuktikan dengan tanda terima barang berupa tanda tangan, cap apotek dan penulisan Surat Ijin Apotek (SIA) Apoteker di faktur penerimaan barang.

Penyimpanan obat yang diterapkan oleh apotek yaitu penyusunan berdasarkan abjad, bentuk sediaan atau stabilitas atau kesesuaian suhu pada tempat penyimpanan obat. Penyimpanan obat yang biasa dilakukan di apotek yakni berdasarkan golongan obat di terapkan pada obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras dan obat narkotik.

Penyimpanan berdasarkan abjad diterapkan pada obat-obat yang bisa di jual secara bebas dan obat yang harus disertai dengan resep dokter. Tidak mengalami masalah yang berarti dan sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan diterapkan pada obat berupa sirup bebas, salep, injeksi, cairan dan lain-lain. Tidak mengalami masalah yang berarti dan sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Penyimpanan berdasarkan suhu yang dilakukan dengan tujuan agar obat tersebut tidak rusak seperti suppositoria, ovula dan insulin yang disimpan dalam lemari es supaya tidak merusak bentuk dan khasiatnya.

Pendistribusian obat atau penyaluran obat dibagi menjadi dua yaitu penyaluran menggunakan resep dokter dan non resep dokter. Resep dokter diterima oleh apotek secara umum dan diterima atas dasar kerja sama apotek dengan pihak lain misalkan BPJS. Pembelian obat tanpa menggunakan resep atau penjualan obat bebas, obat bebas terbatas harus terpantau oleh Apoteker. Masalah yang sering di jumpai yaitu adanya penyaluran obat psikotropika secara bebas tanpa menggunakan resep dokter sehingga penyaluran tersebut tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Keselamatan Petugas dan Pasien  

Manajemen apotek dalam pengelolaan obat di masa pandemi virus Covid-19 merupakan hal sangat penting. Hal ini akan berpengaruh terhadap keselamatan petugas apotek dan pasien yang berkunjung ke apotek.Pengelolaan manajemen apotek sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus Covid-19 di apotek serta sebagai upaya perlindungan untuk personil apotek dari penularan virus Covid-19.

Protokol kesehatan dalam masa pandemi virus Covid-19 dibagi menjadi empat yaitu protokol kesehatan bagi petugas apotek, tempat sarana apotek, pasien yang berkunjung ke apotek dan manajemen khusus terhadap pasien yang diduga bergejala virus Covid-19.

Manajemen protokol kesehatan bagi petugas apotek meliputi petugas bekerja di ruangan bersih bebas dari virus. Protokol ruangan dengan pembersihan ruangan, pengukuran suhu secara mandiri sebelum memulai aktivitas dan pastikan tidak melebihi 38 C. Kemudian cuci tangan sebelum bekerja minimal 20 detik,menggunakan handsanitizer sesering mungkin, menggunakan masker, sarung tangan dan tidak berkontak langsung dengan pengunjung apotek, menjaga jarak minimal satu meter dengan petugas apotek lain danpengunjung apotek. Hindari menyentuh wajah terutama bagian mata, mulut, dan hidung.

Personil apotek wajib menjaga stamina tubuh dengan makan makanan yang bergizi, mengkonsumsi vitamin atau suplemen, dan banyak minum air putih hangat. Apabila personil apotek dalam keadaan batuk atau bersin harus ditutup dengan tisu atau dengan punggung lengan.

Next artikel : https://suaramerdekakedu.id/manajemen-apotek-saat-pandemi-covid-19/6/

 

 

Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat, KMP-TB dalam Program Penanggulangan TB

TUBERKULOSIS merupakan salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global SDG’s. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberculosis. Selama lima tahun, 2014-2018 angka keberhasilan pengobatan (succes rate) dan angka kesembuhan TB Paru di Kabupaten Kebumen menunjukkan trend yang sama. Indikator angka keberhasilan dari tahun 2017 turun dari tahun sebelumnya yaitu 74,21%.

Penanggulangan TB diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangannya. Keberhasilan dalam penanggulanagan TBC di suatu wilayah tidak terlepas dari adanya peran masyarakat yang diupayakan melalui proses pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan TBC yaitu menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam memutus mata rantai penularan TBC.

Permasalahan penyakit TB merupakan permasalahan yang kompleks sehingga harus dipecahkan bersama, mulai dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebagai leading sector pada program ini, tokoh masyarakat sebagai reference dari masyarakat dan lintas sektor harus dilibatkan dalam penanggulangan Penyakit TB.

Proses penyembuhan penderita TB tidak hanya dipengaruhi ketersediaan obat dan pelayanan yang diberikan oleh petugas Puskesmas. Tetapi juga dipengaruhi oleh keberdayaan ekonomi, asupan gizi, hambatan sosial dan kultural yang ada di masyarakat serta kemampuan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Hal ini sejalan dengan arahan dari Kementerian Kesehatan yang telah mengubah strategi penemuan pasien TB tidak hanya “secara pasif dengan aktif promotif” tetapi juga melalui “penemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat“ serta melalui pemberdayaan masyarakat secara optimal, dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan layanan yang bermutu sesuai standar.

Pengabdian Masyarakat

Pelibatan kader dalam program penanggulangan TB merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui kegiatan menginformasikan, mempengaruhi dan membantu masyarakat agar berperan aktif dalam penemuan dan pendampingan pasien TB.

Peran aktif kader ini akan dapat dipenuhi dengan membekali kader kesehatan pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Pengetahuan dan keterampilan tersebut salah satunya dapat diperoleh melalui pelatihan atau penyuluhan penemuan dan pendampingan pasien TB bagi kader kesehatan.

Upaya pencapaian target penemuan kasus TBC sangat ditentukan oleh dukungan seluruh jajaran lintas sektor dan peran serta seluruh lapisan masyarakat termasuk organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, kalangan swasta, dan dunia usaha. Penemuan kasus yang tinggi disertai tatalaksana kasus yang baik akan menjamin Eliminasi TBC tahun 2030 dapat tercapai.

Stikes Muhammadiyah Gombong, melalu tri dharma perguruan tingginya yaitu Pengabdian Masyarakat mencoba mengimplemetasikan pemberdayaan masyarakat melalui pengaktifan kembali Kelompok Masyarakat Peduli TB (KMP-TB) di Kecamatan Puring-Kebumen yang terdiri dari kader, toga, toma, dan masyarakat mantan penderita.

Kegiatan ini dilakukan dengan mengaktifkan kembali peran KMP-TB melalui kegiatan-kegiatan pelatihan, focus group discussion, dan bakti sosial pembagian PMT kepada masyarakat berisiko TB. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diakhiri dengan rapat evaluasi bersama dengan unit kerja pemangku kepentingan seperti kecamatan, puskesmas, desa serta anggota KMP-TB Puring agar setelah kegiatan ini Peran KMP-TB dapat maksimal bersinergis dengan program pemerintah dalam menanggulangi TB.


Ns Isma Yuniar MKep, Dosen Stikes Muhammadiyah Gombong

Sumber : https://suaramerdekakedu.id/pentingnya-pemberdayaan-masyarakat-kmp-tb-dalam-program-penanggulangan-tb/

Digelar Virtual, Wisuda STIKES Muhammadiyah Gombong Diwakili Lima Lulusan Terbaik

Salah satu lulusan terbaik STIKES Muhammadiyah Gombong mendapatkan kehormatan diwisuda secara langsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wisuda merupakan puncak dari kebanggaan seorang mahasiswa setelah menempuh pendidikan di kampus. Namun di era pandemi Covid-19, para mahasiswa tidak bisa meluapkan kebahagiaanya dengan mengikuti prosesi wisuda.

Foto bersama ibu, bapak dan keluarga besar dengan latar belakang gedung kampus serta teman-teman seangkatan pun hanya tinggal angan-angan. Seperti dialami oleh para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong yang harus ikhlas mengikuti wisuda dari rumah masing-masing.

Halaman kampus STIKES Muhammadiyah Gombong yang biasanya penuh dengan keluarga wisudawan saat pelaksanaan wisuda, juga tampak begitu sepi. Tidak ada penjual jasa foto dadakan, termasuk mahasiswa yang menjadi penjual bunga. Hanya terpajang sejumlah karangan bunga dari perbankan di halaman depan kampus.

Ya, Sidang Terbuka Senat STIKES Muhammadiyah Gombong dengan agenda tunggal Wisuda XXXI, Pelantikan dan Angkat Sumpah Profesi Ners digelar secara virtual. Dari 563 lulusan, hanya tampak lima orang yang mendapatkan kehormatan mengikuti wisuda di auditorium kampus.

Wisudawan dan wisudawati tersebut merupakan lulusan terbaik di masing-masing Program Studi (Prodi) yakni Prodi DIII Kebidanan Nuri Zakiyah Amd Keb (IPK 3,81), Prodi DIII Keperawatan Muh Bahrul Huda Amd Kep (IPK 4.00).
Prodi Keperawatan Sarjana Reg A Aisya Oktaviani W SKep (IPK 3,88), Prodi Keperawatan Sarjana Reg B Taufiq Hidayat SKep (IPK 3,60). Prodi Farmasi Program Sarjana Sugeng Supriyanto S Farm (IPK 3,94), dan Program Pendidikan Profesi Ners Afton Feriadi SKep Ns (IPK 4,00).

Selain mendapatkan kehormatan diwisuda secara langsung, para lulusan terbaik juga mendapatkan penghargaan berupa uang Rp 1 juta dari Bank Jateng Cabang Kebumen. Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pelantikan dan angkat sumpah profesi ners dan bidan.

7.098 Alumni

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep SpMat menjelaskan, sejak wisuda pertama tahun 1997, STIKES Muhammadiyah Gombong telah meluluskan 7.098 alumni yang tersebar di rumah sakit ataupun layanan kesehatan baik dalam dan luar negeri.

Tahun ini, sebelum diwisuda 17 alumni sudah diterima bekerja di beberapa apotek di Kebumen, tiga alumni diterima Praktik Bidan Mandiri di wilayah Kebumen. Dua alumni diterima di RSU Wijayakusuma, dua alumni diterima di Klinik Dokter wilayah Gombong. Satu alumni bekerja di RS PKU Muhammadiyah Gombong, satu alumnus diterima di RS Purwogondo dan dua alumni diterima di salah satu SMK di Banyumas.

“Untuk menunjang karir kerja alumni, sebelum terjun di dunia kerja kami juga telah membekali soft skill dan kemampuan kerja alumni,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih karena terus dipercaya masyarakat dalam pendidikan tinggi. Tahun akademik 2020/2020 ini, jumlah mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong adalah 1.337 dengan jumlah mahasiswa baru 575 orang.

Ke depan STIKES Muhammadiyah Gombong akan bergabung dengan STTM Kebumen dan akan berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO). “Kami mohon doanya agar diberikan kemudahan dalam proses perubahan bentuk tersebut,” imbuh Herniyatun.

(SM/Anto)

STIKES Muhammadiyah Gombong Siap Buka Prodi Ilmu Hukum dan Manajemen

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong saat ini sedang melakukan persiapan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas.

Selain menambah Program Studi (Prodi) Teknik Industri hasil merger dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Kebumen, kampus ini akan membuka Prodi S1 Ilmu Hukum dan S1 Manajemen.

“Untuk Prodi S1 Kebidanan dan Profesi sudah dilaksanakan visitasi secara online. Saat ini menunggu rekomendasi dari LLDIKTI untuk diterbitkan surat keputusan,” kata Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep Sp Mat didampingi Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional Sawiji MSc usai membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Baitul Arqom.

Pada tahun depan pihaknya sudah menerima mahasiswa baru untuk program studi tersebut. Sehingga total terdapat lima Prodi Program Sarjana yakni S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, Teknik Industri, Ilmu Hukum dan Manajemen. Sementara penambahan sejumlah Prodi baru lainnya seperti Pariwisata, Bisnis Digital, Administrasi Rumah Sakit dan Informasi Medik masih dalam proses.

“Semua persyaratan untuk menjadi universitas terpenuhi termasuk luas tanah 36.000 m2 sudah mencukup dari yang disyaratkan 10.000 m2,” ujarnya.

Sementara itu, tahun pelajaran 2020-2021, STIKES Gombong berhasil menjaring 398 mahasiswa baru. Para mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Baitul Arqom secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.

Selama empat hari, dalam kegiatan yang dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Herniyatun para mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi dari para narasumber. Para mahasiswa dikenalkan dengan sistem perguruan tinggi di Indonesia yang disampaikan Dr M Samsudin MPd. Kemudian pembinaan gerakan nasional revolusi mental oleh Dr Azzam Syukur Rahmatullah MSI.

Para mahasiswa juga diberikan pembinaan kesadaran bela negara dan kehidupan berbangsa dan bernegara yang disampaikan dari Kodim 0709 Kebumen. Selain itu, para mahasiswa dibekali cara cerdas bermedia sosial dan pencegahan radikalisme dengan menghadirkan narasumber dari Polres Kebumen.

Dituntut Berkreasi

Para mahasiswa baru juga dikenalkan dengan layanan kemahasiswan. Materi ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Mintaraga Eman Surya Lc MA. Sedangkan faham agama dalam Muhammadiyah oleh Prof Dr H Suparman Syukur MA dan mengenal Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah oleh Ketua PD Muhammadiyah Kebumen KH Abduh Hisyam.

Sedangkan materi belajar di era 4.0 dengan new normal oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Prof Dr DYP Sugiharto. Dalam pengenalan kampus ini, menghadirkan bintang tamu ustadzah Oki Setiana Dewi yang menyampaikan caracter building dengan tema Kader milenial yang arif, kreatif, inovatif dan berakhlakul karimah.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Nasher Arrohimi menyampaikan profil kader Muhammadiyah. Sedangkan Dr Ibnu Hasan memaparkan nilai perjuangan tokoh Muhammadiyah. Kemudian dr Hasan Bayuni memaparkan kesadaran lingkungan hidup dan kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi.

Ketua Panitia PKKMB STIKES Muhammadiyah Gombong Irmawan Andri Nugroho MKep menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan proses belajar dan suasana akademik di STIKES Muhammadiyah Gombong. Harapannya mahasiswa saat bergabung sudah siap belajar dan paham fasilitas apa saja yang dimiliki oleh kampus.

“Pengenalan kampus secara online untuk pertama kali menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana penyelenggara dituntut berkreasi dan berinovasi agar bisa mengemas kegiatan agar tetap berkesan kepada para mahasiswa baru,” ujar Irmawan Andri Nugroho.

Dosen Prodi S1 Keperawatan ini menyebutkan pihaknya memanfaatkan berbagai platform digital seperti Zoom Meeting, streaming Youtube dan WhatsApp hingga media sosial yang lain. Bahkan saat ini kampus ini membangun studio mini khusus untuk kegiatan-kegiatan online. “Tim IT kami juga menyiapkan sejumlah materi mulai video perkenalan,” ujarnya.

(SM-Anto)
Translate »