by administrator | Aug 30, 2026 | Berita Terkini

Foto bersama usai menerima sertifikat/piagam Kepanduan Hizbul Wathan. (Dok.Foto Humas UNIMUGO)
Gombong, 30 Agustus 2026 — Semangat kepanduan, silaturahmi, dan regenerasi kader berpadu dalam kegiatan Silaturahmi Pandu Kehormatan, Pelatihan Nasional, serta Pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2 Hizbul Wathan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Hizbul Wathan untuk kembali mempererat ukhuwah, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan kader-kader kepanduan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi persyarikatan, masyarakat, dan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah Dr. Slamet Widodo, M.Pd., Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M., Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik, jajaran Kwarda Hizbul Wathan Jawa Tengah, para pelatih HW, serta Pandu Senior Hizbul Wathan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran para pandu senior dari berbagai daerah, di antaranya Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyambung kembali jejaring silaturahmi dan pengalaman kepanduan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengukuhan Ramanda dan Bunda Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2, yang sebelumnya mengikuti proses pendidikan di Klaten. Agenda kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi yang menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengembangan gerakan kepanduan Hizbul Wathan serta penguatan peran para pandu senior dalam membina kader di berbagai daerah.
Pada hari kedua, peserta disuguhi penampilan dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Cilacap yang semakin menambah semarak suasana kegiatan sekaligus memperlihatkan kreativitas dan semangat generasi kepanduan Hizbul Wathan.
UNIMUGO Dorong Regenerasi dan Penguatan Kader
Dalam sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Wakil Rektor III UNIMUGO, Dr. Ns. Ike Mardiati A., M.Kep., Sp.Kep.J, disampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada UNIMUGO sebagai tuan rumah kegiatan.
Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO terus melakukan transformasi dan penguatan kelembagaan untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan berkemajuan.
“Pertama-tama kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah atas kepercayaannya kepada UNIMUGO. UNIMUGO terus bertransformasi dan berikhtiar untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik menyampaikan apresiasi kepada UNIMUGO yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2.
Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki makna penting karena mempertemukan para pandu senior dari berbagai daerah dalam satu ruang silaturahmi dan penguatan gerakan.
“Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini hadir pandu senior dari Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kader-kader di akar rumput melalui gerakan kepanduan Hizbul Wathan,” tutur Ramanda Taufik.
Ia berharap semangat para pandu senior tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi terus ditransformasikan menjadi energi untuk membangun dan menghidupkan gerakan kepanduan Hizbul Wathan di tengah masyarakat.

Rektor UNIMUGO Prof.Dr.Sofyan Anif, M.Si dan Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M memberikan ucapan selamat kepada peserta Hizbul Wathan. (Dok. Foto UNIMUGO)
Rektor UNIMUGO: Jadikan Silaturahmi sebagai Energi untuk Mengabdi
Membuka secara resmi kegiatan tersebut, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Kampus UNIMUGO.
Dalam amanatnya, Rektor menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya tentang mempertemukan orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang sama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan gagasan, serta menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan bangsa.
Menurutnya, pengalaman panjang para pandu senior merupakan aset penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pengabdian yang tumbuh dalam gerakan kepanduan sangat relevan untuk menjawab tantangan generasi saat ini.
“Semoga pertemuan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. Sofyan Anif.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi seluruh peserta.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan kepada kita semua. Semoga dari kegiatan ini lahir kader-kader Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi umat, persyarikatan, dan bangsa,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, UNIMUGO melalui momentum ini menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi ruang kolaborasi, silaturahmi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdampak.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNIMUGO untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian.
Dua hari di Auditorium UNIMUGO pun menjadi bukti bahwa silaturahmi dapat menjadi jembatan antargenerasi, pengalaman dapat menjadi bekal regenerasi, dan kepanduan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader yang siap mengabdi dan memberi dampak.
Dari UNIMUGO, semangat kepanduan terus menyala. Dari para senior, pengalaman diwariskan. Dari generasi muda, masa depan gerakan dipersiapkan.
by administrator | Aug 4, 2026 | Berita Terkini

Foto bersama sebelum keberangakatan peserta KKN Internasional. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Gombong — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang terus berkembang dan berdaya saing global melalui pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kawasan ASEAN dan Hongkong Tahun 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO dan berlangsung dengan penuh semangat serta kebanggaan.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa yang akan membawa nama baik UNIMUGO di tingkat internasional.
Pada tahun 2026, UNIMUGO mengirimkan enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Farmasi dan Manajemen untuk mengikuti KKN Internasional di kawasan ASEAN dan Hongkong. Sebanyak dua mahasiswa Farmasi akan melaksanakan program di Malaysia dan Singapura, dengan kegiatan daring pada 29 Juni – 1 Agustus 2026 dan kegiatan luring pada 9 –13 Agustus 2026. Sementara itu, empat mahasiswa dari Program Studi Farmasi dan Manajemen akan mengikuti program di Hongkong, dengan pelaksanaan daring pada 29 Juni–1 Agustus 2026 dan luring pada 27–31 Agustus 2026.
Dalam laporannya, Ketua LP2M UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH menyampaikan bahwa KKN Internasional merupakan bagian dari upaya UNIMUGO memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan pengalaman pengabdian mahasiswa di lingkungan multikultural. Program ini tidak hanya menjadi sarana belajar di luar negeri, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa.
“Mahasiswa UNIMUGO akan menjalankan program International Community Services bersama PCIM dan PCIA Malaysia, serta mengikuti kunjungan lapangan dan pengalaman budaya internasional bersama PCIM dan PCIA Hongkong guna memperkuat jejaring global, kepedulian sosial, dan wawasan multikultural.”, imbuhnya.
Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan karakter unggul, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat internasional. Menurut beliau, mahasiswa UNIMUGO harus mampu menjadi duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kemuhammadiyahan dalam setiap aktivitas pengabdian.
Peningkatan Kolaborasi dan Penyusunan Program Tindak Lanjut
Senada dengan itu, Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan pengabdian global. Ia berharap pengalaman KKN Internasional dapat membuka wawasan mahasiswa tentang tantangan dunia global dan mendorong lahirnya kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun pengabdian masyarakat di masa depan.
Salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN Internasional 2026, Bagas Triya Laksana, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan mewakili UNIMUGO dalam program internasional ini. Ia mengaku bangga dapat membawa nama kampus ke tingkat global dan berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan kontribusi kepada masyarakat.
Adapun mahasiswa peserta KKN Internasional UNIMUGO Tahun 2026 terdiri dari:
- Putri Salsabila Fatikasari – Program Studi Farmasi Program Sarjana
- Aida Arin Daniar – Program Studi Farmasi Program Sarjana
- Marwa Azzah Afandi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
- Zahrah Intan Nanda Pertiwi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
- Nadia Sekar Ayu Nurcahyo – Program Studi Manajemen Program Sarjana
- Bagas Triya Laksana – Program Studi Manajemen Program Sarjana
Mengabdi Lintas Negara, Berdampak untuk Sesama
Melalui program ini, UNIMUGO semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif membangun pengalaman internasional bagi mahasiswanya. KKN Internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMUGO mampu melangkah lebih jauh, memperluas jejaring dunia, dan menghadirkan pengabdian yang berdampak lintas negara.
Dengan semangat “Berkarya untuk Negeri, Berdampak untuk Dunia”, UNIMUGO terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
by administrator | Jul 27, 2026 | Berita Terkini

Rektor, Wakil Rektor I dan LP2M UNIMUGO Melepas 75 Mahasiswa ikuti KKN-MAs 2026. Dok. Foto Humas
Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan 75 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, di lingkungan Kampus UNIMUGO sebagai bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.
KKN Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) merupakan program pengabdian masyarakat berskala nasional yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui semangat dakwah pencerahan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Pada penyelenggaraan tahun 2026, 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) turut berpartisipasi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.100 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kolaborasi lintas kampus dan lintas budaya ini menjadi kekuatan besar dalam membangun sinergi untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Dari UNIMUGO, sebanyak 75 mahasiswa resmi diberangkatkan sebagai delegasi kampus, terdiri atas 10 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 65 mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana. Mereka dijadwalkan berangkat menuju lokasi pengabdian pada 29 Juli 2026, dengan masa pelaksanaan KKN berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan dihadiri oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, beserta para dosen pembimbing dan seluruh mahasiswa peserta KKN-MAs.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Beliau berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi representasi terbaik UNIMUGO dengan menunjukkan sikap profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghargai budaya masyarakat setempat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk menjaga semangat kolaborasi, disiplin, serta menjunjung tinggi etika selama menjalankan pengabdian.
Mewakili seluruh peserta, Koordinator Mahasiswa KKN-MAs UNIMUGO, Nur Rizka Alfadila, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen seluruh peserta untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat serta membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan profesional maupun pengabdian di masa depan.
Keikutsertaan dalam KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi bukti nyata bahwa UNIMUGO terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi nasional bersama puluhan PTMA, mahasiswa UNIMUGO didorong untuk menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Knowledge, Morality, Civilization”, Universitas Muhammadiyah Gombong terus memperkuat perannya sebagai kampus yang melahirkan lulusan profesional, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak.
by administrator | Jul 8, 2026 | Berita Terkini

Stop Amputasi! Peserta dan Instruktur foto bersama saat akan melaksanakan kegiatan Workshop Wound Care. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Two Days Workshop Basic Modern Dressing (Wound Care). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara DM Wound Care, Pedis Care, dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO.
Workshop ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Profesi Ners sebagai upaya meningkatkan kompetensi klinis dalam penatalaksanaan luka modern (modern wound care), yang kini menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Dyah Puji Astuti, MPH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan menuntut lulusan memiliki keterampilan berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam penanganan luka.
“Workshop ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik klinis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan modern sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, Ns. Wuri Utami, M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa sebelum terjun secara profesional di berbagai rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perawatan luka modern telah berkembang sangat pesat dan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai asesmen luka, pemilihan balutan yang tepat, pencegahan infeksi, hingga percepatan proses penyembuhan luka berdasarkan kondisi pasien.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui pendampingan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang wound care. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan profesional,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan DM Wound Care, Ns. Vonny Nurmalya M., M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa penanganan luka modern tidak hanya berfokus pada proses penyembuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan yang tepat, aman, dan berbasis perkembangan ilmu terkini.
Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami karakteristik berbagai jenis luka, teknik asesmen yang akurat, pemilihan dressing yang sesuai, hingga evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan.
“Melalui workshop ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang benar mengenai prinsip-prinsip modern dressing sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Pimpinan Pedis Care, Ns. Ahmad Hasyim W., M.Kep., MN., Sp.Kep.MB., WOC(ET)N. Menurutnya, kompetensi dalam bidang wound care menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama dalam menangani kasus-kasus luka kronis seperti diabetic foot ulcer, pressure injury, maupun berbagai jenis luka lainnya yang memerlukan penanganan khusus.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyembuhan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan balutan modern, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan asesmen komprehensif, edukasi kepada pasien, serta kolaborasi interprofesi.
“Mahasiswa profesi merupakan calon perawat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan standar praktik terkini agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tuturnya.

Peserta prakterk langsung penangan dan perawata luka. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai konsep dasar modern wound care, klasifikasi luka, prinsip pemilihan dressing, teknik perawatan luka modern, praktik langsung (hands-on), hingga diskusi kasus klinis yang dipandu oleh para instruktur bersertifikat di bidang wound care.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi teoritis, mahasiswa juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern dengan pendampingan intensif dari narasumber, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Kolaborasi bersama praktisi profesional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi masyarakat.
by administrator | Jul 8, 2026 | Berita Terkini

Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik UNIMUGO di Pendopo Kabumian Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 62 mahasiswa secara resmi dilepas untuk mengabdi di enam desa di Kabupaten Kebumen dengan membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Mengusung tema “Optimalisasi Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Ekonomi Lokal, dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Inovasi Lintas Disiplin dan Kearifan Lokal,” program KKN akan berlangsung mulai 7 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Hukum, Manajemen, Teknik Industri, dan Administrasi Rumah Sakit, yang akan berkolaborasi menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Prosesi penyerahan mahasiswa KKN dilaksanakan di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Selasa (7/7/2026). Mahasiswa secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Gombong, Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., M.P.H. Penyerahan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Kebumen, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si.
Sebanyak 62 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di enam desa yang tersebar di dua kecamatan. Di Kecamatan Pejagoan, mahasiswa akan ditempatkan di Desa Prigi, Desa Kebagoran, dan Desa Peniron. Sementara di Kecamatan Karangsambung, lokasi pengabdian meliputi Desa Kaligending, Desa Banioro, dan Desa Widoro.

Dr. Siti Mutoharoh, MPH Ketua LP2M UNIMUGO pada saat memberikan sambutan pelepasan mahasiswa KKN Tematik untuk 6 Desa di Kabupaten Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Dalam sambutannya, Dr. Siti Mutoharoh, MPH menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“KKN bukan sekadar melaksanakan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pelaksanaannya, berkelanjutan manfaatnya, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus utama KKN tahun ini diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Setiap program yang dirancang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa dan mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan pembangunan yang berkelanjutan.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa. Dengan demikian, manfaat KKN dapat terus dirasakan meskipun masa pengabdian telah berakhir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Siti Mutoharoh mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN di Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari perluasan jejaring pengabdian UNIMUGO pada tahun 2026. Selain KKN Tematik di Kebumen, UNIMUGO juga mengirimkan mahasiswa pada dua program KKN Internasional, yakni di Hong Kong serta kawasan ASEAN yang meliputi Malaysia dan Singapura. Di tingkat nasional, UNIMUGO turut berpartisipasi dalam KKN Nasional di Kabupaten Malang melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa UNIMUGO tidak hanya menjangkau masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi di tingkat nasional hingga internasional sebagai bagian dari implementasi kampus yang berdaya saing global dan berdampak.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong dalam mendukung pembangunan daerah melalui KKN Tematik Berdampak.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggali potensi lokal, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta melahirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program KKN Tematik Berdampak ini, Universitas Muhammadiyah Gombong kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lulusan yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta semangat menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
KKN menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan semangat “Berdampak untuk Masyarakat”, UNIMUGO terus menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.