(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

Stop Amputasi! Peserta dan Instruktur foto bersama saat akan melaksanakan kegiatan Workshop Wound Care. Dok. Foto Humas UNIMUGO

Gombong – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Two Days Workshop Basic Modern Dressing (Wound Care). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara DM Wound Care, Pedis Care, dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO.

Workshop ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Profesi Ners sebagai upaya meningkatkan kompetensi klinis dalam penatalaksanaan luka modern (modern wound care), yang kini menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Dyah Puji Astuti, MPH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan menuntut lulusan memiliki keterampilan berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam penanganan luka.

“Workshop ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik klinis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan modern sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, Ns. Wuri Utami, M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa sebelum terjun secara profesional di berbagai rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, perawatan luka modern telah berkembang sangat pesat dan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai asesmen luka, pemilihan balutan yang tepat, pencegahan infeksi, hingga percepatan proses penyembuhan luka berdasarkan kondisi pasien.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui pendampingan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang wound care. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan profesional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan DM Wound Care, Ns. Vonny Nurmalya M., M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa penanganan luka modern tidak hanya berfokus pada proses penyembuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan yang tepat, aman, dan berbasis perkembangan ilmu terkini.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami karakteristik berbagai jenis luka, teknik asesmen yang akurat, pemilihan dressing yang sesuai, hingga evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang benar mengenai prinsip-prinsip modern dressing sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Pimpinan Pedis Care, Ns. Ahmad Hasyim W., M.Kep., MN., Sp.Kep.MB., WOC(ET)N. Menurutnya, kompetensi dalam bidang wound care menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama dalam menangani kasus-kasus luka kronis seperti diabetic foot ulcer, pressure injury, maupun berbagai jenis luka lainnya yang memerlukan penanganan khusus.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyembuhan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan balutan modern, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan asesmen komprehensif, edukasi kepada pasien, serta kolaborasi interprofesi.

“Mahasiswa profesi merupakan calon perawat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan standar praktik terkini agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tuturnya.

Peserta prakterk langsung penangan dan perawata luka. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai konsep dasar modern wound care, klasifikasi luka, prinsip pemilihan dressing, teknik perawatan luka modern, praktik langsung (hands-on), hingga diskusi kasus klinis yang dipandu oleh para instruktur bersertifikat di bidang wound care.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi teoritis, mahasiswa juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern dengan pendampingan intensif dari narasumber, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Kolaborasi bersama praktisi profesional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi masyarakat.

 

Translate »