by administrator | Dec 8, 2025 | Berita Terkini

Pengukuhan Rektor UNIMUGO Prof. Dr.Sofyan Anif, M.Si oleh Ketua Majelis Diktilitbang Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si. Dok foto humas UNIMUGO
Gombong UNIMUGO – Dua Amal Usaha milik Muhammadiyah di Kabupaten Kebumen, Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dan RS PKU Muhammadiyah Gombong resmi memiliki pemimpin baru.
Pelantikan Rektor UNIMUGO dan pengukuhan Direksi RS PKU Muhammadiyah Gombong untuk masa jabatan 2025-2029 berlangsung secara khidmat pada Senin, 8 Desember 2025 di Auditorium UNIMUGO.
Acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir M.Si. Turut hadir Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiadi M.Si, Ketua PWM Jawa Tengah Dr. KH Tafsir M.Ag, Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M, Ketua PCM Gombong Ir. H.M. Fuad Yahya, S.E, Rektor PTMA se-Jawa Tengah, Direktur RS PKU Muhammadiyah se-Kabupaten Kebumen, serta Bupati Kebumen Lilis Nuryani, bersama jajaran Forkopimda.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Hanif, M.Si mengucapkan terima kasih kepada PP Muhammadiyah, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, PWM, PDM dan PCM Gombong atas kepercayaannya kepada saya untuk berjuang di UNIMUGO.
Mendasar pengalamannya pada saat memimpin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Sofyan Anif berkomitmen menerapkan teori manajemen pendidikan modern Total Quality Management (TQM) di UNIMUGO.
Pada teori TQM, kami meyakini bahwa proses jauh lebih penting daripada input,” tegasnya. Untuk itu, beliau menekankan penguatan proses dengan membangun budaya mutu dan kualitas di semua program studi.
Menurutnya, ada tiga syarat utama dalam TQM yang akan diterapkan. “Seluruh pimpinan, dari Rektor hingga pimpinan program studi, harus memiliki visi dan misi yang seragam,” jelasnya.
Hal pendukung yang lain adalah sinergi, tidak boleh ada beda arah atau berseberangan antara Rektor, Wakil Rektor, dan Dekan.

Sambutan Bupati Kebumen Dra. Hj. Lilis Nuryani pada saat pelantikan rektor UNIMUGO. Akan Mendukung penuh dari Pemerintah untuk UNIMUGO. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Dukungan Penuh dari Pemerintah Kebumen
Dalam sambutannya, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk kesekian kalinya di UNIMUGO.
Beliau menegaskan, UNIMUGO dan RS PKU Muhammadiyah Gombong merupakan dua amal usaha Muhamamdiyah dibidang pendidikan dan kesehatan yang menjaga martabat manusia melalui ilmu dan pelayanan kesehatan.
Bupati Lilis juga menyampaikan selamat kepada rektor dan direksi yang baru dilantik. “Selamat kepada Prof. Dr. Sofyan Anif dan dr. Desatya Rossa Amygha, M.M. Kami yakin di tangan beliau, dengan kerja sama yang baik bersama BPH dan Persyarikatan, UNIMUGO bisa terus maju dan segera punya Fakultas Kedokteran,” harapnya seraya menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kebumen.
“UNIMUGO telah menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak Kebumen dan wilayah sekitar. Di sini lahir calon perawat, bidan, apoteker, tenaga kesehatan, insan industri, dan pemimpin masa depan,” ujar Bupati Lilis.
Selain itu, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada PCM Gombong yang baru saja meraih predikat best of the best PCM se-Indonesia di Banjarmasin, serta mengapresiasi keberhasilan RS PKU Muhammadiyah Gombong Group yang kini menaungi lima rumah sakit yang tersebar di empat kabupaten (Kebumen, Banyumas, Cilacap, dan Purworejo).

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si pada saat Tauziah Pelantikan Rektor UNIMUGO Masa Jabatan 2025 – 2029. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Haedar Nashir Tekankan Kolaborasi dan Solusi Masalah
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., menyampaikan bahwa rumah sakit dan universitas adalah dua program utama Muhammadiyah yang telah berjalan puluhan tahun.
Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dan kemitraan strategis antara pemerintah dan komponen bangsa dalam membangun Indonesia, tidak bisa bergerak sendiri-sendiri.
Beliau juga menegaskan semangat Persyarikatan untuk terus berkiprah dalam pendidikan dan kesehatan untuk semakin berkualitas, mengingat rendahnya daya saing dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia.
“Demi usaha memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, ini memerlukan gerak yang semakin maju,” kata Haedar Nashir.
Mengutip konsep Nexus, Haedar Nashir menyebut siapa yang menguasai jaringan informasi dan kolaborasi, ia akan menguasai dunia. Terkait kesulitan dan kendala dalam pembangunan atau hal apapun, termasuk bencana di Sumatera, Haedar Nashir meminta agar semua pihak fokus pada solusi.
Ia menyerukan agar lembaga pendidikan dan kesehatan melahirkan sumber daya manusia yang mampu menyelesaikan masalah, dengan memecahkan masalah yang sedang terjadi sembari mengevaluasi proses jangka panjang mengapa masalah tersebut terjadi.
“Kalau setiap ada masalah kita terus saling menyalahkan, kita akan kehilangan momentum untuk memecahkan masalah itu sendiri,” tegasnya.
Setelah prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagi keberkahan melalui penyerahan 1.500 paket sembako kepada penerima manfaat di Gombong dan sekitarnya sebagai wujud kepedulian sosial Muhammadiyah.(TAY)
by administrator | Dec 6, 2025 | Berita Terkini

Foto Bersama Ketua AIPNEMA dengan Bupati Kebumen dan Peserta AIPNEMA 2025. Dok.Foto UNIMUGO
Gombong Unimugo – Musyawarah Nasional (Munas) 6 Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AIPNEMA) kembali digelar di Universitas Muhammadiyah Gombong (4-6/12/2025).
Setelah 18 tahun sejak didirikannya AIPNEMA pada tahun 2007 di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Gombong (saat ini telah berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong), pada tahun ini UNIMUGO ditunjuk sebagai tuan rumah/panitia Munas ke-6 oleh pengurus pusat AIPNEMA. Kegiatan ini diikuti oleh 122 peserta dari 44 Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah seluruh Indonesia, dengan mengusung tema “Penguatan Kolaborasi dan Mutu Pendidikan Ners Muhammadiyah ‘Aisyiyah Menuju Berdaya Saing Global”.
Acara ini dihadiri Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Prof. dr. Ardi Findyartini, Ph.D, Direktur Jenderal Jenderal Penempatan Migran Indonesia Ahnas, S.Ag., M.Si, Ketua AIPNEMA Dr. Mundakir, Ns., M.Kep, Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah Fitri Arofiati S.Kep Ns, MAN, Ph.D, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, Bupati Kebumen yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Agus Sunaryo, S.Pd., M.Pd, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kebumen yang diwakilkan oleh K.H. Abd. Rais.
Pada kesempatan ini Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si memberikan sambutan melalui daring dan mengucapkan selamat kepada pengurus/panitia UNIMUGO yang telah menyelenggarakan kegiatan MUNAS AIPNEMA ke-6 ini di UNIMUGO.
Kegiatan MUNAS AIPNEMA ini merupakah bukti bahwa perjalanan Muhammadiyah terus memberikan dampak nyata kepada serapan alumni keperawatan, jelasnya.
“Lebih lanjut, harapannya MUNAS AIPNEMA akan melahirkan rumusan-rumusan gagasan yang dapat memberikan terobosan agar serapan keperawatan di dunia kerja luar negeri dapat bersaing secara global”, tutupnya.
Ketua AIPNEMA Dr. Mundakir, M.Kep mengucapkan alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala pada hari ini, Kamis tanggal 4 hingga Sabtu 6 Desember 2025 kita akan melaksanakan MUNAS ke-6, dan kita bersyukur bisa menghadiri kegiatan ini mudah-mudahan kegiatan yang akan kita lakukan ini diberikan kemudahan kelancaran dan ridho Allah subhanahu wa ta’ala.
Dengan penuh percaya diri beliau juga menyampaikan Insyaallah kekuatan kita akan semakin kuat dan berbeda dengan asosiasi yang lain. Kekuatan yang dimiliki itu banyak variasi sehingga kita mampu membimbing, mewujudkan para lulusan kita menjadi berkompeten baik nasional maupun internasional.
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah melalui Fitri Arfati, MAN, Ph.D pada sambutannya mengatakan AIPNEMA pertama kali lahir memang di UNIMUGO dulu masih STIKES Muhammadiyah Gombong.
Pada kesempatan kali ini bagaimana kita mencoba untuk menguatkan kolaborasi dan juga meningkatan mutu pendidikan dalam menghadapi era global. PTMA ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dunia pendidikan, diantaranya dengan menciptakan lulusan yang berdaya saing karena didukung oleh sumber daya manusia/pendidik yang berkompeten dalam bidang keilmuannya, ungkap Fitri.
“Mari bapak ibu kita buka acara MUNAS AIPNEMA pada kesempatan kali ini dengan bersama-sama membaca lafal basmalah”, tutupnya.
by administrator | Dec 5, 2025 | Berita Terkini

Sidang AD/ART Humas PTMA ke-1 di Yogyakarta (06/12/2025). dok.Foto Humas UNIMUGO
Gombong UNIMUGO – Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) gelar Rapat Koordinasi Nasional kali pertama di Yogyakarta (5/12/2025)
Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran dan strategi komunikasi publik dengan berpartisipasi dalam Forum Humas Perguruan Tinggi Muhammadiyah–’Aisyiyah (PTMA).
Forum yang dihadiri oleh para pengelola humas dari seluruh PTMA se-Indonesia ini menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan arah komunikasi dan publikasi perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital serta meningkatnya kebutuhan transparansi informasi kepada masyarakat.
Ketua Forum Humas PTMA sekaligus Kepala Bidang Humas dan Protokol (BHP) UAD, Ariadi Nugraha, S.Pd., M.Pd., pada laporannya memaparkan data partisipasi yang menunjukkan antusiasme tinggi dari anggota forum. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 123 peserta hadir dari 74 PTMA di seluruh Indonesia.
‘Tantangan Humas PTMA saat ini atau era disrupsi kita harus benar-benar aktif, kreatif serta inovatif dalam mengemas narasi positif dan menciptakan ruang komunikasi yang inklusif dan berpengaruh’, ungkapnya
‘Lebih lanjut Ariadi mengharapkan peran Humas PTMA menjadi garda paling depan dalam membangun reputasi publik, identitas, nilai serta prestasi institusi yang tersampaikan ke publik dengan baik’, tandasnya
Turut hadir Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kehartabendaan, dan Administrasi Umum UAD, Dr. Utik Bidayati, S.E., M.M., pada kesempatannya menyampaikan peran Humas PTMA sangat vital, untuk itu diharapkan seluruh elemen Humas PTMA saling membangun sinergi dengan kuat dan dapat menyampaikan semua informasi positif dan terbaik dari masing- masing institusi.
Hadir pada kesempatan ini Muh. Mudzakkir, S.Sos., M.A., Ph.D. Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dalam sambutannya beliau berpesan, “PTMA bisa kuat dan hebat asal kita bersama-sama membangun kesepemahaman tentang arah forum humas ini sebagai salah satu forum yang ada di bawah Majelis Diktilitbang untuk memajukan PTMA,” ungkapnya.
Secara resmi Rakornas Humas PTMA digelar sebagai bentuk penguatan kelembagaan dan acara dilanjutkan dengan prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Forum Humas PTMA. Penyerahan ini dilakukan secara simbolis oleh Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah kepada Ketua Forum Humas PTMA. Momen ini menandai legitimasi formal struktur kepengurusan dalam mengemban amanah organisasi ke depan.
Forum Humas PTMA ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., “Peran humas sangat krusial, yaitu harus mampu membranding perguruan tinggi. Oleh karena itu mari sama-sama mengemas informasi dan kelebihan yang ada di kampus agar masyarakat dan stakeholder tertarik dengan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” tutupnya.
Dalam Rakornas Humas PTMA yang dilaksanakan selama 3 hari ada berbagai pembahasan penting di antaranya, strategi kehumasan di PTMA, tantangan perguruan tinggi swasta di era gempuran Perguruan Tinggi Negeri- Badan Hukum (PTN-BH), analisis serta penguatan hubungan antarlembaga, pengelolaan media sosial, media relations, best practice pengelolaan humas di PTMA, serta risalah islam berkemajuan dan key performa index
by administrator | Jun 27, 2025 | Berita Terkini

Putra Agina Widyaswara Suwaryo, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D tim dari UNIMUGO pada saat pemaparan materi. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Kebumen – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan riset dan publikasi ilmiah daerah. Kali ini, UNIMUGO dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Penulisan dan Pengelolaan Jurnal Riset dan Inovasi Kabupaten Kebumen, yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kebumen, pada Kamis, 26 Juni 2025 di Ruang Teater Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Pemerintah Daerah untuk memperkuat kapasitas publikasi ilmiah lokal melalui dua jurnal ilmiah yang dikelola Bapperida, yaitu Jurnal Krisakti dan Jurnal Semarak Kabumian. Acara ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang Lomba Krenova dan Lomba Artikel Ilmiah Kabupaten Kebumen Tahun 2025.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kebumen, Hj. Lilis Nuryani, yang memberikan sambutan pembuka dan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen, Kepala Bapperida, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, serta perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kebumen.
Dalam sesi utama workshop, dosen UNIMUGO Putra Agina Widyaswara Suwaryo, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., yang juga merupakan Editor in Chief Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan dan anggota dewan editor serta reviewer berbagai jurnal nasional dan internasional, membawakan materi tentang strategi pengelolaan jurnal ilmiah berbasis OJS (Open Journal System), proses editorial, sistem review, hingga indeksasi dan akreditasi jurnal.
“Mengelola jurnal bukan sekadar teknis penerbitan, tetapi juga membangun ekosistem keilmuan yang kredibel dan berkelanjutan. Perguruan tinggi, termasuk UNIMUGO, harus hadir sebagai penggerak literasi ilmiah dan kualitas publikasi,” jelas Putra Agina dalam pemaparannya.
Peserta workshop terdiri dari perwakilan dinas, guru, penulis artikel, serta pengelola jurnal dari berbagai instansi dan komunitas akademik. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang aktif, khususnya terkait langkah-langkah meningkatkan mutu jurnal agar terindeks SINTA dan DOAJ.
Keterlibatan UNIMUGO dalam kegiatan ini mempertegas kontribusi kampus sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun iklim riset dan inovasi yang berbasis akademik, terbuka, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
by administrator | May 4, 2025 | Berita Terkini

Orasi Ilmiah oleh Dr. Apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K., M.Pharm pada acara wisuda dan angkat sumpah profesi yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), (Dok.Foto Humas UNIMUGO)
Gombong UNIMUGO – Orasi Ilmiah oleh Dr. Apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K., M.Pharm pada acara wisuda dan angkat sumpah profesi yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), (03/05).
Orasi tentang kefarmasian mengangkat tema ‘Inovasi Sediaan Farmasi: Nanoemulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh sebagai Anti Inflamasi”.
- Tantangan dalam Pengembangan Obat Herbal
Dalam era perkembangan ilmu kefarmasian saat ini, obat herbal tetap menjadi pilihan penting dalam pengobatan. Indonesia, dengan kekayaan biodiversitasnya, memiliki potensi besar dalam pengembangan obat dari bahan alam. Salah satu tanaman yang telah lama dikenal memiliki khasiat obat adalah cengkeh (Syzygium aromaticum L.).
Minyak atsiri bunga cengkeh (MABC) mengandung eugenol sebanyak 78-95% yang telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan. Eugenol bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) hingga 58,15% dan lipooksigenase-12 hingga 86,15%. Enzim-enzim ini berperan penting dalam proses inflamasi atau peradangan.
Namun, pengembangan sediaan farmasi dari minyak atsiri menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
- Ketidakstabilan termodinamika yang menyebabkan pemisahan fase
- Penguapan yang cepat pada sediaan konvensional
- Kelarutan minyak atsiri yang sangat rendah
- Hambatan penetrasi obat saat menembus lapisan stratum corneum kulit
- Inovasi Nanoemulsi: Solusi Penghantar Obat Modern
Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian kami mengembangkan cara baru dalam mengantarkan obat ke tubuh menggunakan teknologi sangat kecil yang disebut “nanoteknologi” salah satunya yaitu nanoemulsi.
Mudahnya, minyak atsiri bunga cengkeh diubah menjadi tetesan-tetesan super kecil yang diselimuti oleh bahan pelindung khusus, kemudian dicampur dengan air hingga menjadi cairan jernih. Tetesan ini sangat kecil, 1000 kali lebih kecil dari ketebalan rambut manusia, sehingga tidak terlihat oleh mata secara langsung.
Metode pengecilan ukuran ini memiliki beberapa keuntungan Istimewa yaitu:
- Tidak mudah rusak dan tetap stabil dalam waktu lama
- Dapat mengatur seberapa cepat obat dilepaskan ke dalam kulit
- Melindungi bahan aktif dari kerusakan akibat cahaya, tingkat keasaman, dan perubahan suhu
- Memudahkan obat menembus lapisan kulit dan bekerja lebih efektif
Dalam penelitian ini, kami mencampurkan minyak atsiri bunga cengkeh dengan bahan-bahan pendukung khusus yaitu isopropil miristat sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai ko surfaktan, dan akuades sebagai fase air hingga mendapatkan formula terbaik.
Hasilnya adalah cairan jernih dengan tetesan minyak cengkeh berukuran sangat kecil (sekitar 17 nanometer) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi dapat memiliki efek antiradang. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel sangat kecil yaitu 17,69 nm dengan indeks polidispersitas 0,057 dan zeta potensial -5,36 mV.
- Pengembangan Sediaan Gel dan Uji Efektivitas
Karena minyak atsiri bunga cengkeh dalam bentuk nanoemulsi masih terlalu encer, maka kami mengubahnya menjadi gel agar bisa menempel lebih lama pada kulit yang meradang. Untuk membuat gel ini, kami menggunakan bahan pengental khusus dan metode perhitungan matematika yang tepat untuk mendapatkan kekentalan yang ideal dengan menggunakan Karbopol 940 sebagai bahan pengental gel dan Trietanolamin (TEA).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa gel ini memiliki beberapa keunggulan:
- Tetap stabil dan tidak berubah bentuk selama sebulan penyimpanan
- Mampu melepaskan bahan aktif secara perlahan dan terus-menerus ke dalam kulit
- Sangat aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi atau kemerahan pada kulit. Yang mana uji keamanan ini menggunakan hewan percobaan kelinci albino galur new zealand sebanyak 4 hewan. Pengujian dilakukan sesuai dengan ketetapan peraturan KaBPOM RI Nomor 10 tahun 2022 mengenai Pedoman Uji Toksisitas Non Klinik
- Yang paling menggembirakan, ketika kami menguji nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini pada hewan percobaan yaitu mencit putih galur Balb/c sebanyak 28 yang mana kulitnya sengaja kami buat meradang dengan disuntikan minyak kroton, dan menghasilkan: Bengkak pada kulit hewan percobaan berkurang secara nyata, Jumlah sel-sel peradangan menurun drastis, Protein penyebab peradangan (COX-2) berkurang hampir 30%.
- Yang lebih menakjubkan lagi, nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini ternyata memiliki khasiat antiradang yang setara dengan obat antiinflamasi yang telah beredar di pasaran (Voltaren). Hal Ini menunjukkan bahwa temuan kami berpotensi menjadi alternatif pengobatan alami yang efektif untuk mengatasi peradangan.
Penutup
Penelitian ini menggambarkan bagaimana inovasi teknologi farmasi dapat mengoptimalkan potensi bahan alam Indonesia. Melalui pendekatan nanoteknologi, kita dapat mengatasi keterbatasan penggunaan obat herbal konvensional dan mengembangkan sediaan yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.
Sebagai lulusan farmasi, penelitian ini menunjukkan betapa luasnya peluang yang dapat dijelajahi dalam karier profesional kefarmasian. Keahlian dan kreativitas farmasis sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk farmasi yang inovatif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Saya berharap orasi singkat ini dapat menginspirasi teman-teman untuk terus berinovasi dan mengembangkan ilmu kefarmasian dan mengembangkan ilmu sesuai bidangnya masing-masing untuk menghasilkan inovasi serta pelayanan yang unggul dalam bidang kerja teman-teman sekalian. Selamat menempuh kehidupan baru sebagai profesional dalam bidangnya masing-masing dan jadilah pionir dalam pengembangan produk-produk kesehatan inovatif berbasis kekayaan alam Indonesia./TAY
by administrator | May 4, 2025 | Berita Terkini

Pengambilan Sumpah Apoteker oleh Rohaniawan. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Gombong UNIMUGO – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) meluluskan Apoteker Muda angkatan pertama. Sebanyak 39 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi (PSPA) resmi diangkat sumpah. Prosesi pengambilan sumpah profesi yang digelar khidmat di Auditorium Unimugo pada hari Sabtu, 3 Mei 2025.
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Sebuah tonggak baru telah diukir bersama. Untuk pertama kalinya, UNIMUGO melahirkan para apoteker profesional yang siap mengabdi kepada bangsa, negara, dan mengemban misi kemanusiaan.
Perjalanan untuk sampai di titik ini bukanlah jalan yang mudah. Butuh ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dari para calon apoteker, bimbingan yang sabar dari para preseptor, serta doa dan dukungan tanpa henti dari keluarga tercinta.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan ikrar etika kefarmasian dan sumpah profesi oleh Ketua Program Studi Profesi Apoteker, apt. Ayu Nissa Aini, M.Farm yang didampingi oleh Ketua Program Studi Farmasi Dr. apt. Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah, M.Pharm dan Ketua IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Kebumen apt. Mustholih, S.Farm. Para apoteker baru juga tampil dengan jas putih, simbol kesucian, integritas, dan komitmen dalam menjalankan amanah mereka di dunia kesehatan.
Pelantikan angkatan pertama Apoteker Unimugo ini menjadi tonggak penting, tak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi upaya peningkatan pelayanan kesehatan nasional melalui penyediaan tenaga kefarmasian yang kompeten dan beretika.

“Ingatlah, profesi ini bukan tentang gelar di belakang nama”, ujar Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp. Mat
Rektor dalam sambutannya menyampaikan ini tentang hati yang peduli, tangan yang melayani, dan pikiran yang tak pernah berhenti mencari solusi untuk umat manusia. Setiap resep yang kalian racik, setiap obat yang kalian serahkan, harus mengandung nilai kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.
“Hari ini kita bersumpah, esok kita mengabdi. Karena di balik setiap obat, ada harapan seorang manusia.” tegas Herni
“Selamat mengemban amanah besar ini. Jadilah cahaya di mana pun kalian berada”, pesannya.
Setelah prosesi angkat sumpah dan pemberian setifikat profesi, nilai Ujian Kompetensi, sertifikat OSCE kepada peserta angkat sumpah selesai, proses seremoni dilanjutkan dengan penyerahan Apoteker baru dari Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNIMUGO kepada Kolegium Farmasi yang diwakili oleh Dr. apt, Hari Susanti, S.Si, M.Si selaku Bidang Mutu dan Akreditasi. Selain dihadiri oleh Kolegium Farmasi, turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari Loka POM Purwokerto, perwakilan dari rekanan apotek – apotek, Penjual Besar Farmasi (PBF), Dinas Kesehatan dari Kabupaten Kebumen, Banyumas, Purbalingga dan Purworejo.
Pada angkat sumpah apoteker yang dimulai pada pukul 13.30 dan selesai pada pukul 16.00, dari 39 mahasiswa peserta angkat sumpah, keluar sebagai lulusan terbaik ke-1 adalah Munirol Afiffah dengan IPK 4.00, selanjutnya Sela Setiawati dengan IPK 3.97 sebagai lulusan terbaik ke-2, dan Nuzulia Sari Asyifa sebagai lulusan terbaik ke- 3 dengan IPK 3.97.