(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

PERKUAT BRANDING KAMPUS, UNIMUGO JAJAKI KERJASAMA PUBLIKASI DENGAN UMY DAN UMS

Suasana santai pada saat berdiskusi bersama. Dok. Foto Humas UNIMUGO.

GOMBONG UNIMUGO – Dalam upaya mendongkrak reputasi dan memperluas jangkauan informasi institusi, Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) melalui Bidang Kerja Sama, Humas, dan Admisi resmi melakukan kunjungan penjajakan kerja sama ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Sabtu (24/10). Fokus utama dari pertemuan strategis ini adalah sinergi di bidang publikasi ilmiah dan reputasi media.
Langkah progresif ini mendapat restu dan dukungan penuh dari Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. Beliau menegaskan bahwa di era digital saat ini, kekuatan publikasi tidak boleh dipandang sebelah mata karena menjadi pilar utama dalam membangun citra universitas.
“Publikasi dalam rangka untuk membranding sebuah perguruan tinggi itu sangat penting dan dampaknya sangat besar bagi kepercayaan masyarakat maupun pemangku kepentingan,” tutur Prof. Sofyan.
Gayung bersambut, perwakilan dari UMY, Dr. Fajar Junaedi, M.Si., membenarkan bahwa publikasi adalah cerminan kualitas dari sebuah lembaga pendidikan. Menurutnya, tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompetitif, sehingga performa publikasi yang kuat menjadi pembeda utama.
“Publikasi itu adalah brand image-nya sebuah instansi atau perguruan tinggi. Tantangan ke depan akan menuntut kita untuk terus berinovasi dan konsisten dalam mengomunikasikan capaian-capaian akademik kepada publik,” jelas Dr. Fajar.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Biro Humas UMS, Dr. Budi Santoso, S.Sos., M.Si. Ia memaparkan bahwa manajemen publikasi yang solid merupakan jantung dari eksistensi kampus modern. Selain mengelola konten internal, kehadiran pihak luar sebagai penyambung lidah juga menjadi kunci keberhasilan.
“Publikasi itu sangat vital. Selain itu, membuka dan merawat jejaring dengan media partner juga tidak kalah penting untuk memperluas dampak penyebaran informasi,” tegas Dr. Budi.

Melalui penjajakan kerja sama ini, UNIMUGO berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik (best practices) dari UMY dan UMS yang telah mapan dalam hal publikasi dan humas. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat transformasi UNIMUGO menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki reputasi yang kuat di tingkat nasional maupun internasional.

HARI SANTRI 2026, MCW NU DAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG BERSINERGI PERKUAT PENDIDIKAN DAN PERSATUAN

Proses Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dok.Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG UNIMUGO– Semangat kebersamaan dan persatuan mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Gombong. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gombong bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman Gedung Fakultas Kedokteran UNIMUGO.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah dapat berjalan bersama dalam berbagai kegiatan positif, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Upacara tersebut dihadiri Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gombong, Kapolsek Gombong, Danramil Gombong, Camat Gombong, pimpinan NU se-Kecamatan Gombong, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gombong, serta tamu undangan lainnya.

Bertindak sebagai pembina upacara, Arif Rochman, M.Pd.I., menyampaikan bahwa santri memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak mulia.

Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus mampu mengembangkan pengetahuan, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat peran santri dalam mempersiapkan masa depan bangsa.

Ia menekankan pentingnya pendidikan, penguatan karakter, serta kolaborasi antarelemen masyarakat dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Rektor UNIMUGO juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya sinergi antara NU dan Muhammadiyah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dokumentasi Kebersamaan Pimpinan dan Tamu Undangan Bersama Petugas Upacara di Kampus UNIMUGO. Dok. Foto Humas UNIMUGO

“Sinergi antara NU dan Muhammadiyah merupakan hal positif yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui kebersamaan, kita dapat berkolaborasi dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kolaborasi tersebut.

Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki ruang yang luas untuk saling menguatkan melalui kegiatan yang membawa manfaat bersama. Dengan semangat persaudaraan, kedua organisasi dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, UNIMUGO bersama MWC NU Gombong berharap semangat santri dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan mengabdi kepada masyarakat terus tumbuh. Sinergi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada upacara peringatan, tetapi berlanjut dalam berbagai program kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Gombong dan sekitarnya.

 

Pengabdian kepada Masyarakat: Kader Siaga Mental Ibu Hamil melalui Pelatihan Skrining dan Self-Hypnosis di Desa Bocor, Buluspesantren

Buluspesantren, 19 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Kader Siaga Mental Ibu Hamil: Pelatihan Skrining dan Self-Hypnosis” di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini diikuti oleh 23 kader kesehatan Desa Bocor sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di wilayahnya.

Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., MPH., yang menyampaikan materi mengenai skrining kesehatan mental ibu hamil dan teknik self-hypnosis. Pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda permasalahan kesehatan mental pada ibu hamil, memberikan dukungan awal, serta membantu menghubungkan ibu hamil dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Tidak hanya mendapatkan materi, para kader juga mengikuti praktik langsung penggunaan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk membantu mengidentifikasi risiko masalah kesehatan mental, serta latihan self-hypnosis sebagai salah satu teknik relaksasi yang dapat dipelajari untuk diri sendiri maupun diperkenalkan kepada ibu hamil di wilayah masing-masing. Seluruh kader mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam praktik skrining maupun latihan self-hypnosis.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bidan Desa Bocor, Ibu Munfainah, Amd.Keb., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Buluspesantren, Ibu Sugiaty, Amd.Keb. Dukungan dari tenaga kesehatan dan pemerintah kecamatan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta mendorong kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil di tingkat masyarakat.

Pelaksanaan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran langsung di masyarakat sekaligus memberikan pengalaman dalam edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, dan upaya promotif-preventif di bidang kebidanan.

Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan mampu berperan sebagai pendamping awal bagi ibu hamil, membangun komunikasi yang empatik, mengenali kebutuhan dukungan psikologis, serta membantu ibu hamil memperoleh pelayanan yang sesuai. Kader juga dibekali pemahaman mengenai batas perannya, bahwa hasil EPDS bukan merupakan diagnosis, sehingga ibu hamil yang menunjukkan indikasi masalah perlu dirujuk kepada bidan atau tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan penilaian dan penanganan lebih lanjut.

Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi Universitas Muhammadiyah Gombong melalui Program Studi Kebidanan dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mendukung terwujudnya ibu hamil yang sehat secara fisik maupun mental, dengan dukungan keluarga dan lingkungan yang lebih peduli.

UNIMUGO DAN UNIVERSITI MALAYSIA SABAH GELAR SEMINAR INTERNASIONAL TENTANG KEAMANAN DAN EFEKTIVITAS PENGOBATAN HERBAL

Suasana International Webinar kolaborasi Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dan Universiti Malaysia Sabah (UMS) bertajuk “Healing Beyond Prescriptions: Integrating Herbal and Complementary Medicine in the Era of Global Health Crisis”, Selasa (13/10/2026), di Universitas Muhammadiyah Gombong. (Dok.Foto Humas UNIMUGO)

 

GOMBONG – Sebagai wujud penguatan kerja sama internasional, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Sabah (UMS) dalam penyelenggaraan webinar internasional pada Selasa (13/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik, mendorong pertukaran ilmu pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang kesehatan. Mengangkat isu pengobatan herbal dan komplementer, webinar ini membahas pentingnya pemanfaatan terapi berbasis bukti ilmiah, aspek keamanan, serta potensi interaksinya dengan obat-obatan modern sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan wawasan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang membahas penerapan pengobatan herbal dan komplementer dari perspektif farmasi klinis, keperawatan, pelayanan maternal, serta kebijakan dan manajemen rumah sakit.

Ketua Panitia, Dr. Apt. Naelaz Zukhruf W. H., M.Pharm.Sci., menjelaskan bahwa seminar dirancang untuk memperluas pemahaman peserta mengenai pelayanan kesehatan integratif yang aman, tepat, dan berbasis bukti ilmiah.

Empat Perspektif Pengobatan Herbal dan Komplementer

Materi pertama disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Praneetha Palasuberniam dari Universiti Malaysia Sabah, yang membahas Clinical Pharmacy in Integrative Care: Herbal Medicine, Drug-Herb Interactions, and Patient Safety. Pembahasan berfokus pada peran farmasi klinis dalam pelayanan integratif, termasuk potensi interaksi antara herbal dan obat-obatan serta pentingnya keselamatan pasien.

Selanjutnya, Dr. Patricia Sator dari Universiti Malaysia Sabah menyampaikan materi Complementary Nursing Care: Evidence-Based Practice of Acupressure, Aromatherapy, and Herbal Therapy in Chronic Disease Management. Materi ini mengulas pendekatan komplementer dalam praktik keperawatan, seperti akupresur, aromaterapi, dan terapi herbal untuk mendukung penatalaksanaan penyakit kronis berdasarkan bukti ilmiah.

Dari bidang kebidanan, Bd. Kusumastuti, S.SiT., M.PH., CPHT., RPYT. dari UNIMUGO membawakan materi Integrative Maternal Care: Safe Use of Herbal and Complementary Approaches in Pregnancy, Labor, and Postpartum. Pembahasan menitikberatkan pada pentingnya penggunaan herbal dan pendekatan komplementer secara aman selama kehamilan, persalinan, dan masa nifas, dengan tetap memperhatikan kebutuhan serta keselamatan ibu dan bayi.

Sementara itu, Dr. Ulfatun, M.Biomed. dari RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, membahas Policy, Financing, and Hospital Management of Integrative Health Services in the Era of Budget Constraints. Materi ini mengangkat aspek kebijakan, pembiayaan, dan manajemen rumah sakit dalam pengembangan layanan kesehatan integratif di tengah keterbatasan anggaran.

Keempat materi tersebut memberikan perspektif yang saling melengkapi bahwa pengobatan herbal dan komplementer perlu diterapkan secara tepat, dengan mempertimbangkan bukti ilmiah, kondisi pasien, keselamatan, serta kesiapan sistem pelayanan kesehatan.

Herbal Berpotensi, Keamanan Tetap Menjadi Prioritas

Sambutan Rektor UNIMUGO disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga mencakup pencegahan, penerapan pola hidup sehat, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Indonesia memiliki kekayaan tanaman herbal dan pengetahuan tradisional, termasuk jamu, yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun. Meski demikian, penggunaannya perlu disertai kajian ilmiah untuk memahami manfaat, potensi risiko, dosis yang tepat, serta kemungkinan interaksi dengan obat-obatan modern.

Melalui seminar ini, peserta diharapkan semakin memahami bahwa herbal tidak selalu bebas risiko. Konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi penting, terutama bagi pasien yang rutin mengonsumsi obat, ibu hamil, serta kelompok yang membutuhkan perhatian khusus.

Memperkuat Kolaborasi Kesehatan Indonesia–Malaysia

Seminar internasional ini menjadi langkah strategis UNIMUGO dan Universiti Malaysia Sabah dalam memperkuat pertukaran ilmu pengetahuan, memperluas jejaring akademik, serta mendorong pengembangan penelitian dan praktik pelayanan kesehatan integratif.

Kolaborasi kedua institusi juga membuka peluang kerja sama berkelanjutan dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memperoleh wawasan lintas negara sekaligus memperkuat kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Melalui kegiatan ini, UNIMUGO menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berkualitas dan kolaborasi internasional yang inovatif. Upaya tersebut diharapkan turut mendorong pelayanan kesehatan yang lebih aman, bermutu, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat./TAY

 

Mahasiswa S1 Kebidanan UNIMUGO Gelar Edukasi dan Skrining Kesehatan Prakonsepsi di Kebumen

KEBUMEN – Mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Jalan Krakatau No. 83, Prumpung, Bumirejo, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Asuhan Kebidanan pada Remaja, Pranikah, dan Prakonsepsi dengan dosen pembimbing Dr. Siti Mutoharoh, S.SiT., M.P.H.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Persiapan Kehamilan Sehat melalui Edukasi dan Skrining Kesehatan untuk Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Masa Prakonsepsi”. Sasaran kegiatan meliputi calon pengantin, pasangan yang baru menikah, serta ibu yang memiliki satu anak yang masih menginginkan punya anak lagi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya persiapan kehamilan sehat melalui edukasi dan skrining kesehatan, khususnya untuk mengenali faktor risiko hipertensi dan diabetes melitus sejak masa prakonsepsi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Ketua RT setempat, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 17 peserta. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan gula darah. Setelah pemeriksaan, peserta mendapatkan edukasi mengenai persiapan kehamilan sehat, hipertensi, serta diabetes melitus pada masa prakonsepsi.

Ketua kelompok PJBL, Ika Dewi Ariyani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya persiapan kehamilan sehat. “Kegiatan PJBL ini merupakan upaya kami untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya dalam persiapan kehamilan sehat melalui program edukasi dan skrining kesehatan, terutama terkait dengan tekanan darah dan gula darah,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darah terhadap 17 peserta, sebanyak 11,76% peserta memiliki tekanan darah tinggi  (hipertensi), 11,76% memiliki tekanan darah rendah, dan 76,47% memiliki tekanan darah dalam rentang normal. Sementara itu, hasil pemeriksaan gula darah menunjukkan bahwa 11,76% memiliki kadar gula darah tinggi dan 88,24% lainnya berada dalam rentang normal. Hasil skrining tersebut menjadi pengingat akan pentingnya pemantauan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan.

Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta berbagi pengalaman mengenai riwayat preeklamsia saat kehamilan serta kondisi anaknya setelah lahir. Peserta lainnya mengajukan pertanyaan mengenai gejala diabetes melitus dan upaya pencegahannya. Diskusi ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pemahaman lebih lanjut mengenai kesehatan sebelum dan selama kehamilan.

Berdasarkan hasil kuesioner setelah edukasi, sebanyak 95% peserta dilaporkan memahami materi yang telah disampaikan. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya persiapan kehamilan sehat dan deteksi dini faktor risiko kesehatan.

Dukungan terhadap kegiatan ini disampaikan oleh Ketua RT setempat yang menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan berlangsung dengan lancar.

Apresiasi juga disampaikan oleh perawat Ns. Flitadevi Pangestika, S.Kep. Ia mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa S1 Kebidanan UNIMUGO yang telah hadir dan memberikan sosialisasi mengenai persiapan kehamilan sehat menuju Generasi Emas 2045.

“Terima kasih kepada mahasiswa Kebidanan UNIMUGO karena sudah datang ke sini dan melakukan sosialisasi terkait persiapan kehamilan sehat menuju Generasi Emas 2045. Harapan kami, kegiatan ini terus berlanjut dan dapat menjangkau daerah yang lebih luas lagi, khususnya masyarakat Kebumen,” tuturnya.

Manfaat kegiatan ini juga dirasakan oleh Amelia Azzahra, salah satu warga setempat. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membantunya memahami pentingnya pemeriksaan dan skrining kesehatan sebelum merencanakan kehamilan. “Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan ini, saya sebagai calon ibu menjadi paham terkait pentingnya pemeriksaan dan skrining kesehatan untuk mempersiapkan kehamilan sehat,” ujarnya.

Melalui kegiatan Project Based Learning ini, mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan UNIMUGO berupaya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan pembelajaran pada mata kuliah Asuhan Kebidanan pada Remaja, Pranikah, dan Prakonsepsi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan sebelum kehamilan.

Edukasi dan skrining kesehatan prakonsepsi diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sebelum merencanakan kehamilan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak serta mempersiapkan generasi yang sehat menuju Generasi Emas 2045.

Gambar 1

Skrining Tekanan Darah dan Gula Darah

Gambar 2

Edukasi Terkait Persiapan Kehamilan Sehat

Gambar 3

Dokumentasi Bersama Warga Desa Prumpung

Translate »