(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

Proses Pengibaran Bendera Merah Putih dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026. Dok.Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG UNIMUGO– Semangat kebersamaan dan persatuan mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Gombong. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Gombong bersinergi dengan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, di halaman Gedung Fakultas Kedokteran UNIMUGO.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah dapat berjalan bersama dalam berbagai kegiatan positif, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Upacara tersebut dihadiri Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gombong, Kapolsek Gombong, Danramil Gombong, Camat Gombong, pimpinan NU se-Kecamatan Gombong, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Gombong, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Gombong, serta tamu undangan lainnya.

Bertindak sebagai pembina upacara, Arif Rochman, M.Pd.I., menyampaikan bahwa santri memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk ikut menentukan masa depan bangsa. Untuk menjalankan tanggung jawab tersebut, santri perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keimanan, dan akhlak mulia.

Menurutnya, santri tidak hanya dituntut memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus mampu mengembangkan pengetahuan, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Sementara itu, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat peran santri dalam mempersiapkan masa depan bangsa.

Ia menekankan pentingnya pendidikan, penguatan karakter, serta kolaborasi antarelemen masyarakat dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Rektor UNIMUGO juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya sinergi antara NU dan Muhammadiyah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, perbedaan organisasi bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dokumentasi Kebersamaan Pimpinan dan Tamu Undangan Bersama Petugas Upacara di Kampus UNIMUGO. Dok. Foto Humas UNIMUGO

“Sinergi antara NU dan Muhammadiyah merupakan hal positif yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Melalui kebersamaan, kita dapat berkolaborasi dalam berbagai bidang, terutama pendidikan, untuk melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kolaborasi tersebut.

Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki ruang yang luas untuk saling menguatkan melalui kegiatan yang membawa manfaat bersama. Dengan semangat persaudaraan, kedua organisasi dapat terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berkemajuan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta meningkatkan kualitas pendidikan.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, UNIMUGO bersama MWC NU Gombong berharap semangat santri dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, dan mengabdi kepada masyarakat terus tumbuh. Sinergi yang terjalin diharapkan tidak berhenti pada upacara peringatan, tetapi berlanjut dalam berbagai program kolaborasi yang berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Gombong dan sekitarnya.

 

Translate »