Buluspesantren, 19 Oktober 2026 – Dosen Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Kader Siaga Mental Ibu Hamil: Pelatihan Skrining dan Self-Hypnosis” di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. Kegiatan ini diikuti oleh 23 kader kesehatan Desa Bocor sebagai upaya meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung kesehatan mental ibu hamil di wilayahnya.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., MPH., yang menyampaikan materi mengenai skrining kesehatan mental ibu hamil dan teknik self-hypnosis. Pelatihan ini bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali tanda-tanda permasalahan kesehatan mental pada ibu hamil, memberikan dukungan awal, serta membantu menghubungkan ibu hamil dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.
Tidak hanya mendapatkan materi, para kader juga mengikuti praktik langsung penggunaan instrumen Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) untuk membantu mengidentifikasi risiko masalah kesehatan mental, serta latihan self-hypnosis sebagai salah satu teknik relaksasi yang dapat dipelajari untuk diri sendiri maupun diperkenalkan kepada ibu hamil di wilayah masing-masing. Seluruh kader mengikuti kegiatan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam praktik skrining maupun latihan self-hypnosis.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bidan Desa Bocor, Ibu Munfainah, Amd.Keb., yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program, serta Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Buluspesantren, Ibu Sugiaty, Amd.Keb. Dukungan dari tenaga kesehatan dan pemerintah kecamatan diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program serta mendorong kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil di tingkat masyarakat.
Pelaksanaan PKM ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Gombong. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran langsung di masyarakat sekaligus memberikan pengalaman dalam edukasi kesehatan, pemberdayaan kader, dan upaya promotif-preventif di bidang kebidanan.
Melalui kegiatan ini, kader kesehatan diharapkan mampu berperan sebagai pendamping awal bagi ibu hamil, membangun komunikasi yang empatik, mengenali kebutuhan dukungan psikologis, serta membantu ibu hamil memperoleh pelayanan yang sesuai. Kader juga dibekali pemahaman mengenai batas perannya, bahwa hasil EPDS bukan merupakan diagnosis, sehingga ibu hamil yang menunjukkan indikasi masalah perlu dirujuk kepada bidan atau tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan penilaian dan penanganan lebih lanjut.
Program ini menjadi salah satu wujud kontribusi Universitas Muhammadiyah Gombong melalui Program Studi Kebidanan dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mendukung terwujudnya ibu hamil yang sehat secara fisik maupun mental, dengan dukungan keluarga dan lingkungan yang lebih peduli.



