(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

UNIMUGO PERKUAT SINERGI MITRA, WUJUDKAN KOLABORASI YANG BERDAMPAK BAGI MASYARAKAT

Foto bersama dengan Mitra Kerjasama UNIMUGO. DOk. Foto Humas UNIMUGO

GOMBONG, 27 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga dan instansi melalui kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama dengan Mitra Kerjasama yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNIMUGO dan para mitra untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan kolaborasi, sekaligus menyusun langkah strategis agar kerja sama yang terjalin semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta perwakilan dari berbagai institusi dan instansi mitra. Di antaranya Polres Kebumen yang diwakili Kabag SDM Kompol Heryu Wibowo, S.Pd., Tata Pemerintahan Kabupaten Kebumen, sejumlah OPD Kabupaten Kebumen, RSDS Kebumen, RSUD Banyumas, RSUD Wonosobo, RSUD Banjarnegara, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, serta berbagai mitra kerja sama lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan merupakan bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau kesepakatan formal, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masing-masing institusi.

“Kerja sama harus kita dorong agar tidak berhenti pada MoU atau MoA, tetapi dapat diimplementasikan dalam program-program nyata. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kerja sama dapat dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi kedua belah pihak maupun masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO memiliki komitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah, dunia kesehatan, kepolisian, organisasi, maupun lembaga lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi UNIMUGO di tengah masyarakat.

Selanjutnya, Kepala Biro Humas dan Kerjasama UNIMUGO, Ns. Irmawan Andri N., M.Kep., Ph.D., menyampaikan pemaparan mengenai visi dan misi UNIMUGO serta arah pengembangan kerja sama yang berkesinambungan dengan para mitra.

Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa UNIMUGO tidak memandang kerja sama sekadar sebagai hubungan kelembagaan, tetapi sebagai bagian dari strategi untuk memperluas ruang pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta implementasi berbagai program yang relevan dengan kebutuhan mitra.

Melalui jejaring kerja sama yang semakin luas, UNIMUGO berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan dan program yang berkarakter, mencerahkan, unggul, serta memberikan dampak nyata.

“Visi dan misi UNIMUGO harus berjalan beriringan dengan kebutuhan mitra. Karena itu, kerja sama yang dibangun harus memiliki kesinambungan, memiliki program yang jelas, serta dapat diukur manfaat dan dampaknya,” jelas Ns. Irmawan.

Suasana kegiatan semakin dinamis ketika memasuki sesi diskusi bersama para mitra. Berbagai masukan, pengalaman, kebutuhan, serta gagasan pengembangan kerja sama disampaikan secara terbuka. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan mempertemukan perspektif UNIMUGO dan berbagai lembaga mitra.

Sejumlah poin penting yang mengemuka dalam diskusi antara lain penguatan implementasi kerja sama, peningkatan manfaat program bagi masing-masing pihak, optimalisasi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan program kolaboratif yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Melalui forum tersebut, UNIMUGO bersama para mitra berhasil merumuskan berbagai saran, bentuk implementasi, manfaat kerja sama, serta rencana tindak lanjut yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kolaborasi ke depan.

Bagi UNIMUGO, forum ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi untuk memastikan setiap kerja sama yang telah dibangun benar-benar bergerak dari kesepakatan menuju aksi. Dengan demikian, kemitraan yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi institusi, mitra, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat.

Kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama ini menjadi bagian dari langkah UNIMUGO dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul serta berdampak.

Ke depan, UNIMUGO berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dan mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia kesehatan, aparat penegak hukum, organisasi, serta berbagai stakeholder lainnya diharapkan mampu melahirkan inovasi dan program nyata yang memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh pihak untuk terus menjaga serta mengembangkan sinergi yang telah terbangun.

 

UNIMUGO LEPAS MAHASISWA KKN INTERNASIONAL, PERKUAT JEJARING DAN PENGABDIAN GLOBAL

Foto bersama sebelum keberangakatan peserta KKN Internasional. Dok. Foto Humas UNIMUGO

Gombong — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang terus berkembang dan berdaya saing global melalui pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kawasan ASEAN dan Hongkong Tahun 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO dan berlangsung dengan penuh semangat serta kebanggaan.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa yang akan membawa nama baik UNIMUGO di tingkat internasional.

Pada tahun 2026, UNIMUGO mengirimkan enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Farmasi dan Manajemen untuk mengikuti KKN Internasional di kawasan ASEAN dan Hongkong. Sebanyak dua mahasiswa Farmasi akan melaksanakan program di Malaysia dan Singapura, dengan kegiatan daring pada 29 Juni – 1 Agustus 2026 dan kegiatan luring pada 9 –13 Agustus 2026. Sementara itu, empat mahasiswa dari Program Studi Farmasi dan Manajemen akan mengikuti program di Hongkong, dengan pelaksanaan daring pada 29 Juni–1 Agustus 2026 dan luring pada 27–31 Agustus 2026.

Dalam laporannya, Ketua LP2M UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH menyampaikan bahwa KKN Internasional merupakan bagian dari upaya UNIMUGO memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan pengalaman pengabdian mahasiswa di lingkungan multikultural. Program ini tidak hanya menjadi sarana belajar di luar negeri, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa.

“Mahasiswa UNIMUGO akan menjalankan program International Community Services bersama PCIM dan PCIA Malaysia, serta mengikuti kunjungan lapangan dan pengalaman budaya internasional bersama PCIM dan PCIA Hongkong guna memperkuat jejaring global, kepedulian sosial, dan wawasan multikultural.”, imbuhnya.

Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan karakter unggul, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat internasional. Menurut beliau, mahasiswa UNIMUGO harus mampu menjadi duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kemuhammadiyahan dalam setiap aktivitas pengabdian.

Peningkatan Kolaborasi dan Penyusunan Program Tindak Lanjut

Senada dengan itu, Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan pengabdian global. Ia berharap pengalaman KKN Internasional dapat membuka wawasan mahasiswa tentang tantangan dunia global dan mendorong lahirnya kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun pengabdian masyarakat di masa depan.

Salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN Internasional 2026, Bagas Triya Laksana, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan mewakili UNIMUGO dalam program internasional ini. Ia mengaku bangga dapat membawa nama kampus ke tingkat global dan berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan kontribusi kepada masyarakat.

Adapun mahasiswa peserta KKN Internasional UNIMUGO Tahun 2026 terdiri dari:

  • Putri Salsabila Fatikasari – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Aida Arin Daniar – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Marwa Azzah Afandi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Zahrah Intan Nanda Pertiwi – Program Studi Farmasi Program Sarjana
  • Nadia Sekar Ayu Nurcahyo – Program Studi Manajemen Program Sarjana
  • Bagas Triya Laksana – Program Studi Manajemen Program Sarjana

Mengabdi Lintas Negara, Berdampak untuk Sesama

Melalui program ini, UNIMUGO semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif membangun pengalaman internasional bagi mahasiswanya. KKN Internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMUGO mampu melangkah lebih jauh, memperluas jejaring dunia, dan menghadirkan pengabdian yang berdampak lintas negara.

Dengan semangat “Berkarya untuk Negeri, Berdampak untuk Dunia”, UNIMUGO terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

 

UNIMUGO WUJUDKAN KAMPUS BERDAMPAK LEWAT KKN-MAs 2026

Rektor, Wakil Rektor I dan LP2M UNIMUGO Melepas 75 Mahasiswa ikuti KKN-MAs 2026. Dok. Foto Humas

Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan 75 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, di lingkungan Kampus UNIMUGO sebagai bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.

KKN Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) merupakan program pengabdian masyarakat berskala nasional yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui semangat dakwah pencerahan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Pada penyelenggaraan tahun 2026, 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) turut berpartisipasi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.100 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kolaborasi lintas kampus dan lintas budaya ini menjadi kekuatan besar dalam membangun sinergi untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.

Dari UNIMUGO, sebanyak 75 mahasiswa resmi diberangkatkan sebagai delegasi kampus, terdiri atas 10 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 65 mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana. Mereka dijadwalkan berangkat menuju lokasi pengabdian pada 29 Juli 2026, dengan masa pelaksanaan KKN berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Prosesi pelepasan dihadiri oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, beserta para dosen pembimbing dan seluruh mahasiswa peserta KKN-MAs.

Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.

Beliau berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi representasi terbaik UNIMUGO dengan menunjukkan sikap profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian.

Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghargai budaya masyarakat setempat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk menjaga semangat kolaborasi, disiplin, serta menjunjung tinggi etika selama menjalankan pengabdian.

Mewakili seluruh peserta, Koordinator Mahasiswa KKN-MAs UNIMUGO, Nur Rizka Alfadila, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen seluruh peserta untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat serta membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan profesional maupun pengabdian di masa depan.

Keikutsertaan dalam KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi bukti nyata bahwa UNIMUGO terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi nasional bersama puluhan PTMA, mahasiswa UNIMUGO didorong untuk menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Dengan semangat “Knowledge, Morality, Civilization”, Universitas Muhammadiyah Gombong terus memperkuat perannya sebagai kampus yang melahirkan lulusan profesional, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak.

TINGKATKAN KOMPETENSI PERAWATAN LUKA MODERN, UNIMUGO GELAR TWO DAYS WORKSHOP BASIC MODERN (WOUND CARE)

Stop Amputasi! Peserta dan Instruktur foto bersama saat akan melaksanakan kegiatan Workshop Wound Care. Dok. Foto Humas UNIMUGO

Gombong – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Two Days Workshop Basic Modern Dressing (Wound Care). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara DM Wound Care, Pedis Care, dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO.

Workshop ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Profesi Ners sebagai upaya meningkatkan kompetensi klinis dalam penatalaksanaan luka modern (modern wound care), yang kini menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Dyah Puji Astuti, MPH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan menuntut lulusan memiliki keterampilan berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam penanganan luka.

“Workshop ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik klinis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan modern sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, Ns. Wuri Utami, M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa sebelum terjun secara profesional di berbagai rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, perawatan luka modern telah berkembang sangat pesat dan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai asesmen luka, pemilihan balutan yang tepat, pencegahan infeksi, hingga percepatan proses penyembuhan luka berdasarkan kondisi pasien.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui pendampingan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang wound care. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan profesional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Pimpinan DM Wound Care, Ns. Vonny Nurmalya M., M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa penanganan luka modern tidak hanya berfokus pada proses penyembuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan yang tepat, aman, dan berbasis perkembangan ilmu terkini.

Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami karakteristik berbagai jenis luka, teknik asesmen yang akurat, pemilihan dressing yang sesuai, hingga evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan.

“Melalui workshop ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang benar mengenai prinsip-prinsip modern dressing sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Pimpinan Pedis Care, Ns. Ahmad Hasyim W., M.Kep., MN., Sp.Kep.MB., WOC(ET)N. Menurutnya, kompetensi dalam bidang wound care menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama dalam menangani kasus-kasus luka kronis seperti diabetic foot ulcer, pressure injury, maupun berbagai jenis luka lainnya yang memerlukan penanganan khusus.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyembuhan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan balutan modern, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan asesmen komprehensif, edukasi kepada pasien, serta kolaborasi interprofesi.

“Mahasiswa profesi merupakan calon perawat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan standar praktik terkini agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tuturnya.

Peserta prakterk langsung penangan dan perawata luka. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai konsep dasar modern wound care, klasifikasi luka, prinsip pemilihan dressing, teknik perawatan luka modern, praktik langsung (hands-on), hingga diskusi kasus klinis yang dipandu oleh para instruktur bersertifikat di bidang wound care.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi teoritis, mahasiswa juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern dengan pendampingan intensif dari narasumber, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Kolaborasi bersama praktisi profesional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi masyarakat.

 

UNIMUGO PERKUAT PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, MAHASISWA KKN TEMATIK BERDAMPAK SIAP KONTRIBUSI UNTUK KEBUMEN

Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik UNIMUGO di Pendopo Kabumian Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Gombong – Komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 62 mahasiswa secara resmi dilepas untuk mengabdi di enam desa di Kabupaten Kebumen dengan membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema “Optimalisasi Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Ekonomi Lokal, dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Inovasi Lintas Disiplin dan Kearifan Lokal,” program KKN akan berlangsung mulai 7 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Hukum, Manajemen, Teknik Industri, dan Administrasi Rumah Sakit, yang akan berkolaborasi menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat desa.

Prosesi penyerahan mahasiswa KKN dilaksanakan di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Selasa (7/7/2026). Mahasiswa secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Gombong, Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., M.P.H. Penyerahan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Kebumen, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si.

Sebanyak 62 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di enam desa yang tersebar di dua kecamatan. Di Kecamatan Pejagoan, mahasiswa akan ditempatkan di Desa Prigi, Desa Kebagoran, dan Desa Peniron. Sementara di Kecamatan Karangsambung, lokasi pengabdian meliputi Desa Kaligending, Desa Banioro, dan Desa Widoro.

Dr. Siti Mutoharoh, MPH Ketua LP2M UNIMUGO pada saat memberikan sambutan pelepasan mahasiswa KKN Tematik untuk 6 Desa di Kabupaten Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Dalam sambutannya, Dr. Siti Mutoharoh, MPH menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“KKN bukan sekadar melaksanakan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pelaksanaannya, berkelanjutan manfaatnya, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fokus utama KKN tahun ini diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Setiap program yang dirancang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa dan mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan pembangunan yang berkelanjutan.

“Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa. Dengan demikian, manfaat KKN dapat terus dirasakan meskipun masa pengabdian telah berakhir,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Siti Mutoharoh mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN di Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari perluasan jejaring pengabdian UNIMUGO pada tahun 2026. Selain KKN Tematik di Kebumen, UNIMUGO juga mengirimkan mahasiswa pada dua program KKN Internasional, yakni di Hong Kong serta kawasan ASEAN yang meliputi Malaysia dan Singapura. Di tingkat nasional, UNIMUGO turut berpartisipasi dalam KKN Nasional di Kabupaten Malang melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa UNIMUGO tidak hanya menjangkau masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi di tingkat nasional hingga internasional sebagai bagian dari implementasi kampus yang berdaya saing global dan berdampak.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong dalam mendukung pembangunan daerah melalui KKN Tematik Berdampak.

Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggali potensi lokal, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta melahirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui program KKN Tematik Berdampak ini, Universitas Muhammadiyah Gombong kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lulusan yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta semangat menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

KKN menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan semangat “Berdampak untuk Masyarakat”, UNIMUGO terus menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.

 

Translate »