(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

UNIMUGO DUKUNG PENGUATAN KAPASITAS BIDAN DESA DALAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA DI KEBUMEN

 

Putra Agina Widyaswara Suwaryo, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D. dan Podo Yuwono, S.Kep., Ns., M.Kep sebagai fasilitator pada kegiatan tersebut. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Kebumen – Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dan penanggulangan bencana dengan turut berkontribusi sebagai narasumber utama dalam kegiatan “Pertemuan Pengurangan Risiko Bencana” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan dan PPKB Kabupaten Kebumen, Selasa (17/6).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh bidan desa se-Kabupaten Kebumen ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan tenaga kesehatan, terutama di tingkat desa, dalam menghadapi bencana. UM Gombong mengirimkan dua dosen terbaiknya, yaitu Putra Agina Widyaswara Suwaryo, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D. dan Podo Yuwono, S.Kep., Ns., M.Kep., sebagai fasilitator mewakili Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC)/Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PDM Kebumen.

Materi yang disampaikan meliputi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Klaster Kesehatan, Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta Mobilisasi dan Evakuasi Korban Bencana. Seluruh sesi dirancang untuk memberikan pemahaman praktis dan kesiapsiagaan bidan desa dalam menghadapi situasi darurat.

“Keterlibatan perguruan tinggi, khususnya Unimugo dan LRB PDM Kebumen, dalam edukasi kebencanaan di tingkat masyarakat desa adalah bentuk nyata dari tridharma perguruan tinggi sekaligus penguatan syiar nilai-nilai Islam berkemajuan dalam konteks kemanusiaan,” jelas Putra Agina.

Kegiatan ini juga disinergikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketangguhan masyarakat dari level paling dasar.

Kontribusi Unimugo melalui kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran kampus sebagai pusat keilmuan, tetapi juga mempertegas identitas kampus sebagai institusi yang hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan solusi dan pendampingan berbasis keilmuan serta nilai-nilai keislaman.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BANTU PENYANDANG DISABILITAS, UNIMUGO BEKERJASAMA DENGAN BAZNAS RI DAN MTK PP ‘AISYIYAH GELAR TOT PENGAJAR AL-QUR’AN BAHASA ISYARAT

Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun. M.Kep., Sp. Mat pada saat sambutan kegiatan. Foto Dok.Humas UNIMUGO

Gombong UNIMUGO – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) bersama Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP)  ‘Aisyiyah dan Baznas RI menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pengajar Al Qur’an Isyarat pada Hari Sabtu – Ahad, 14-15 Juni 2025 dengan peserta seluruh Anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah se-Kabupaten Kebumen di Ruang Kuliah 1 Gedung Rektorat UNIMUGO.

Hadir pada kegiatan tersebut Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep.,Sp.Mat, Ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag RI Abdul Aziz Sidqi, M.Ag, Bupati Kebumen yang diwakili oleh  Asisten 3 Bidang Administrasi Sekretaris Daerah Kebumen Moh. Arifin, M.T, Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) PP ‘Aisyiyah Evi Sofia Inayati, M.Psi, Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M, PDA Kebumen Navi Agustina., M.Psi, serta Ketua PDNA Kebumen

Kegiatan dibuka oleh Ketua LPMQ Baznas RI Abdul Aziz Sidqi, M.Ag melalui video conference. Pada sambutannya beliau menekankan Pendidikan Inklusif dan Kebijakan Pemenuhan Hak Keagamaan bagi Penyandang disabilitas di Indonesia.

‘Kelompok disabilitas perlu mendapatkan perhatian khusus, dalam kesempatan tersebut mereka diberi kesempatan untuk tampil. Tujuannya agar disabilitas sensorik dan rungu wicara, bisa membaca Al-Qur’an dengan bahasa isyarat’, terangnya.

Pertama-tama, izinkan saya atas nama pimpinan dan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Gombong menyampaikan terima kasih dan kami merasa terhormat dan bersyukur dapat menjadi tuan rumah pada kegiatan yang sangat mulia ini yaitu Pelatihan TOT Pengajar Al Qur’an Bahasa Isyarat bagi saudara kita penyandang disabilitas sensorik rungu wicara, disampaikan pada saat sambutan oleh Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep.Sp.Mat

Lebih lanjut Rektor UNIMUGO mengatakan akan selalu membuka diri dan siap berkontribusi dalam kegiatan yang memajukan pendidikan inklusif, khususnya dalam mendekatkan Al-Qur’an kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

‘Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, mitra kerja, dan para pejuang literasi Al-Qur’an bagi difabel yang telah memprakarsai program ini. InsyaAllah, pelatihan ini akan melahirkan para pengajar yang tidak hanya kompeten secara teknis, namun juga memiliki empati, kesabaran, dan semangat melayani’, tutupnya.

Bupati Kebumen dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Sekretaris Daerah Kebumen Moh. Arifin, S.Si., M.T menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada UNIMUGO, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Baznas yang telah memprakarsai pelatihan ini.

‘Kegiatan ini tidak hanya penting tapi juga sangat mulia, mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berhak mendapatkan guru yang sabar dan mampu menjelaskan dengan Bahasa yang mereka pahami. Dengan niat yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh ilmu ini akan menjadi amal jariyah’, ungkapnya.

Ketua MTK PP ‘Aisyiyah Evi Sofia Inayati, M.Psi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kerjasama antara MTK PP ‘Aisyiyah dengan UNIMUGO dan Baznas RI sehingga kegiatan ini dapat terlaksana di UNIMUGO.

‘Ada optimisme baru ketika kegiatan ini dilaksanakan, sehingga harapannya nanti dapat menjadi pengajar Al Qur’an walaupun dengan keterbatasan penyandang disabilitas’, ujarnya.

Materi yang disampaikan oleh narasumber antara lain:

  1.   Urgensi Pelatihan Mushaf Al-Qur’an Isyarat oleh Abdul Aziz Sidqi, M.Ag
  2.   Karakter Gerakan ‘Aisyiyah oleh Dr. Siti ‘Aisyiyah, M.Ag
  3.   Fikih Difabel oleh Ro’fah, M.Ag., Ph.D
  4.   Konsep Dasar Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara oleh Dr, Fandi Akhmad, M.Pdi dan Novita Nur A., S.I.Kom
  5.   Mushaf Al-Qur’an Isyarat Metode Kitabah dan Tilawah (Sejarah dan Kaidahnya) oleh Elfandi Nain, S.T.
  6.   Penguatan dan Review Mushaf Al-Qur’an Isyarat Kitabah dan Tilawah oleh Elfandi Nain, S.T

 

 

 

INOVASI SEDIAAN FARMASI: NANOEMULSI MINYAK ATSIRI BUNGA CENGKEH SEBAGAI ANTI INFLAMASI

Orasi Ilmiah oleh Dr. Apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K., M.Pharm pada acara wisuda dan angkat sumpah profesi yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), (Dok.Foto Humas UNIMUGO)

 

Gombong UNIMUGO – Orasi Ilmiah oleh Dr. Apt Naelaz Zukruf Wakhidatul K., M.Pharm pada acara wisuda dan angkat sumpah profesi yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), (03/05).

Orasi tentang kefarmasian mengangkat tema ‘Inovasi Sediaan Farmasi: Nanoemulsi Minyak Atsiri Bunga Cengkeh sebagai Anti Inflamasi”.

  1. Tantangan dalam Pengembangan Obat Herbal

Dalam era perkembangan ilmu kefarmasian saat ini, obat herbal tetap menjadi pilihan penting dalam pengobatan. Indonesia, dengan kekayaan biodiversitasnya, memiliki potensi besar dalam pengembangan obat dari bahan alam. Salah satu tanaman yang telah lama dikenal memiliki khasiat obat adalah cengkeh (Syzygium aromaticum L.).

Minyak atsiri bunga cengkeh (MABC) mengandung eugenol sebanyak 78-95% yang telah terbukti memiliki aktivitas antiinflamasi yang signifikan. Eugenol bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase-2 (COX-2) hingga 58,15% dan lipooksigenase-12 hingga 86,15%. Enzim-enzim ini berperan penting dalam proses inflamasi atau peradangan.

Namun, pengembangan sediaan farmasi dari minyak atsiri menghadapi berbagai tantangan, antara lain:

  1. Ketidakstabilan termodinamika yang menyebabkan pemisahan fase
  2. Penguapan yang cepat pada sediaan konvensional
  3. Kelarutan minyak atsiri yang sangat rendah
  4. Hambatan penetrasi obat saat menembus lapisan stratum corneum kulit
  1. Inovasi Nanoemulsi: Solusi Penghantar Obat Modern

Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian kami mengembangkan cara baru dalam mengantarkan obat ke tubuh menggunakan teknologi sangat kecil yang disebut “nanoteknologi” salah satunya yaitu nanoemulsi.

Mudahnya, minyak atsiri bunga cengkeh diubah menjadi tetesan-tetesan super kecil yang diselimuti oleh bahan pelindung khusus, kemudian dicampur dengan air hingga menjadi cairan jernih. Tetesan ini sangat kecil, 1000 kali lebih kecil dari ketebalan rambut manusia, sehingga tidak terlihat oleh mata secara langsung.

Metode pengecilan ukuran ini memiliki beberapa keuntungan Istimewa yaitu:

  • Tidak mudah rusak dan tetap stabil dalam waktu lama
  • Dapat mengatur seberapa cepat obat dilepaskan ke dalam kulit
  • Melindungi bahan aktif dari kerusakan akibat cahaya, tingkat keasaman, dan perubahan suhu
  • Memudahkan obat menembus lapisan kulit dan bekerja lebih efektif

Dalam penelitian ini, kami mencampurkan minyak atsiri bunga cengkeh dengan bahan-bahan pendukung khusus yaitu isopropil miristat sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan, PEG 400 sebagai ko surfaktan, dan akuades sebagai fase air hingga mendapatkan formula terbaik.

Hasilnya adalah cairan jernih dengan tetesan minyak cengkeh berukuran sangat kecil (sekitar 17 nanometer) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang tetapi dapat memiliki efek antiradang. Nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel sangat kecil yaitu 17,69 nm dengan indeks polidispersitas 0,057 dan zeta potensial -5,36 mV.

 

  1. Pengembangan Sediaan Gel dan Uji Efektivitas

Karena minyak atsiri bunga cengkeh dalam bentuk nanoemulsi masih terlalu encer, maka kami mengubahnya menjadi gel agar bisa menempel lebih lama pada kulit yang meradang. Untuk membuat gel ini, kami menggunakan bahan pengental khusus dan metode perhitungan matematika yang tepat untuk mendapatkan kekentalan yang ideal dengan menggunakan Karbopol 940 sebagai bahan pengental gel dan Trietanolamin (TEA).

Hasil pengujian menunjukkan bahwa gel ini memiliki beberapa keunggulan:

  • Tetap stabil dan tidak berubah bentuk selama sebulan penyimpanan
  • Mampu melepaskan bahan aktif secara perlahan dan terus-menerus ke dalam kulit
  • Sangat aman digunakan karena tidak menyebabkan iritasi atau kemerahan pada kulit. Yang mana uji keamanan ini menggunakan hewan percobaan kelinci albino galur new zealand sebanyak 4 hewan. Pengujian dilakukan sesuai dengan ketetapan peraturan KaBPOM RI Nomor 10 tahun 2022 mengenai Pedoman Uji Toksisitas Non Klinik
  1. Yang paling menggembirakan, ketika kami menguji nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini pada hewan percobaan yaitu mencit putih galur Balb/c sebanyak 28 yang mana kulitnya sengaja kami buat meradang dengan disuntikan minyak kroton, dan menghasilkan: Bengkak pada kulit hewan percobaan berkurang secara nyata, Jumlah sel-sel peradangan menurun drastis, Protein penyebab peradangan (COX-2) berkurang hampir 30%.
  2. Yang lebih menakjubkan lagi, nanoemulsi minyak atsiri bunga cengkeh dalam gel ini ternyata memiliki khasiat antiradang yang setara dengan obat antiinflamasi yang telah beredar di pasaran (Voltaren). Hal Ini menunjukkan bahwa temuan kami berpotensi menjadi alternatif pengobatan alami yang efektif untuk mengatasi peradangan.

 

Penutup

Penelitian ini menggambarkan bagaimana inovasi teknologi farmasi dapat mengoptimalkan potensi bahan alam Indonesia. Melalui pendekatan nanoteknologi, kita dapat mengatasi keterbatasan penggunaan obat herbal konvensional dan mengembangkan sediaan yang lebih efektif, stabil, dan nyaman digunakan.

Sebagai lulusan farmasi, penelitian ini menunjukkan betapa luasnya peluang yang dapat dijelajahi dalam karier profesional kefarmasian. Keahlian dan kreativitas farmasis sangat dibutuhkan untuk mengembangkan produk-produk farmasi yang inovatif demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Saya berharap orasi singkat ini dapat menginspirasi teman-teman untuk terus berinovasi dan mengembangkan ilmu kefarmasian dan mengembangkan ilmu sesuai bidangnya masing-masing untuk menghasilkan inovasi serta pelayanan yang unggul dalam bidang kerja teman-teman sekalian. Selamat menempuh kehidupan baru sebagai profesional dalam bidangnya masing-masing dan jadilah pionir dalam pengembangan produk-produk kesehatan inovatif berbasis kekayaan alam Indonesia./TAY

ANGKATAN PERDANA, UNIMUGO LULUSKAN 39 APOTEKER

Pengambilan Sumpah Apoteker oleh Rohaniawan. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Gombong UNIMUGO – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) meluluskan Apoteker Muda angkatan pertama. Sebanyak 39 lulusan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Program Profesi (PSPA) resmi diangkat sumpah. Prosesi pengambilan sumpah profesi yang digelar khidmat di Auditorium Unimugo pada hari Sabtu, 3 Mei 2025.

Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah. Sebuah tonggak baru telah diukir bersama. Untuk pertama kalinya, UNIMUGO melahirkan para apoteker profesional yang siap mengabdi kepada bangsa, negara, dan mengemban misi kemanusiaan.

Perjalanan untuk sampai di titik ini bukanlah jalan yang mudah. Butuh ketekunan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dari para calon apoteker, bimbingan yang sabar dari para preseptor, serta doa dan dukungan tanpa henti dari keluarga tercinta.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan ikrar etika kefarmasian dan sumpah profesi oleh Ketua Program Studi Profesi Apoteker, apt. Ayu Nissa Aini, M.Farm yang didampingi oleh Ketua Program Studi Farmasi Dr. apt. Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah, M.Pharm dan Ketua IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Kebumen apt. Mustholih, S.Farm.  Para apoteker baru juga tampil dengan jas putih, simbol kesucian, integritas, dan komitmen dalam menjalankan amanah mereka di dunia kesehatan.

Pelantikan angkatan pertama Apoteker Unimugo ini menjadi tonggak penting, tak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi upaya peningkatan pelayanan kesehatan nasional melalui penyediaan tenaga kefarmasian yang kompeten dan beretika.

 

“Ingatlah, profesi ini bukan tentang gelar di belakang nama”, ujar Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp. Mat

Rektor dalam sambutannya menyampaikan ini tentang hati yang peduli, tangan yang melayani, dan pikiran yang tak pernah berhenti mencari solusi untuk umat manusia. Setiap resep yang kalian racik, setiap obat yang kalian serahkan, harus mengandung nilai kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.

“Hari ini kita bersumpah, esok kita mengabdi. Karena di balik setiap obat, ada harapan seorang manusia.” tegas Herni

“Selamat mengemban amanah besar ini. Jadilah cahaya di mana pun kalian berada”, pesannya.

Setelah prosesi angkat sumpah dan pemberian setifikat profesi, nilai Ujian Kompetensi, sertifikat OSCE kepada peserta angkat sumpah selesai, proses seremoni dilanjutkan dengan penyerahan Apoteker baru dari Ketua Program Studi Profesi Apoteker UNIMUGO kepada Kolegium Farmasi yang diwakili oleh Dr. apt, Hari Susanti, S.Si, M.Si selaku Bidang Mutu dan Akreditasi. Selain dihadiri oleh Kolegium Farmasi, turut hadir pada kegiatan tersebut perwakilan dari Loka POM Purwokerto, perwakilan dari rekanan apotek – apotek, Penjual Besar Farmasi (PBF), Dinas Kesehatan dari Kabupaten Kebumen, Banyumas, Purbalingga dan Purworejo.

Pada angkat sumpah apoteker yang dimulai pada pukul 13.30 dan selesai pada pukul 16.00, dari 39 mahasiswa peserta angkat sumpah, keluar sebagai lulusan terbaik ke-1 adalah Munirol Afiffah dengan IPK 4.00, selanjutnya Sela Setiawati dengan IPK 3.97 sebagai lulusan terbaik ke-2,  dan Nuzulia Sari Asyifa sebagai lulusan terbaik ke- 3 dengan IPK 3.97.

WISUDA PERIODE I 2025, UNIMUGO TEGASKAN LULUSAN SIAP BERDAYA SAING GLOBAL

Senat Universitas Muhammadiyah Gombong membuka Agenda Wisuda TA.2024/2025. Dok.Foto Humas UNIMUGO

Gombong UNIMUGO – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menggelar Sidang Senat Terbuka dengan Agenda Tunggal Upacara Wisuda dan Angkat Sumpah Profesi Periode I Tahun Akademik 2024/2025 pada hari Sabtu, 3 Mei 2025 di Auditorium Universitas.

Pada prosesi yang digelar mulai pukul 08.00 pagi tersebut, UNIMUGO mewisuda dan melantik 189 mahasiswa yang berasal dari 5 Progam Studi yaitu DIII Keperawatan sebanyak 2 mahasiswa, S1 Keperawatan 124 mahasiswa, S1 Farmasi 12 mahasiswa, Pendidikan Profesi Ners 50 mahasiswa, dan S1 Teknik Industri 1 mahasiswa.

Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat pada saat sambutan Agenda Wisuda TA.2024/2025. Dok.Foto Humas UNIMUGO

 

Lulusan UNIMUGO dalam menempuh perkuliahan telah mendapatkan berbagi ilmu dan pengalaman, melalui pembelajaran di kelas, laboratorium, dan tempat praktik, baik di dunia kerja maupun wirausaha. Tidak hanya itu, dalam aspek pembelajaran, UNIMUGO telah menerapkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education/OBE), metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning), penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), pembelajaran kolaboratif, keterlibatan dunia industri, serta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal ini selaras dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yaitu Kampus Berdampak, yang berorientasi terhadap pentingnya kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.

Ilmu yang telah diperoleh harus dilandasi moral dan etika, agar membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia. Ilmu yang dimiliki juga menjadi sarana untuk mempertebal keimanan kepada Sang Pencipta. Tampilkan diri saudara sebagai pribadi yang tangguh, rendah hati, dan percaya diri dalam menghadapi dunia kerja. Berpegang teguhlah selalu pada nilai-nilai agama, karena Insya Allah hal tersebut akan menjadi petunjuk keselamatan di dunia dan akhirat, ujar Rektor UNIMUGO Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat.

Herni juga menyampaikan ilmu yang telah diperoleh di UNIMUGO harus dilandasi moral dan etika, agar membawa manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia. Semoga ilmu yang dimiliki juga menjadi sarana untuk mempertebal keimanan kepada Sang Pencipta.

“Mulai hari ini, saudara resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni Universitas Muhammadiyah Gombong. Kami berpesan agar Saudara selalu menjaga nama baik almamater tercinta ini,”, pungkasnya.

Adapun pada wisuda 2024/2025 Periode I ini, wisudawan terbaik dari Prodi S1 Keperawatan diraih oleh Anandaru Putri Shindu Pertiwi dengan IPK 3.94, Wiji Sri Kusumaningsih dengan IPK 3.82 dari Prodi S1 Farmasi dan Titien Ages Setyaningsih dengan IPK 4.00 dari Prodi Pendidikan Profesi Ners.

Akreditasi Prodi Kebidanan “Baik Sekali”

Pada tahun 2025 ini, Program Studi Kebidanan Sarjana dan Profesi Bidan Universitas Muhammadiyah Gombong telah meraih akreditasi “Baik Sekali”. Pencapaian ini merupakan bentuk pengakuan resmi dari pemerintah Republik Indonesia atas kualitas dan keberadaan institusi kami. Dengan hasil ini, kami berharap akan semakin meningkatkan kepercayaan mahasiswa, orang tua, serta masyarakat terhadap Universitas Muhammadiyah Gombong. Insya Allah, kami akan senantiasa menjaga amanah ini dengan memberikan pendidikan dan layanan terbaik sesuai kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan pemerintah. “Universitas terus berbenah dengan memperkuat kinerja dan meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan melalui strategi yang diterapkan di seluruh unit kerja’, tutup Rektor

Motivasi Bupati untuk wisudawan dan UNIMUGO

Selain dihadiri oleh orang tua atau wali wisudawan, kegiatan wisuda juga dihadiri oleh tamu undangan dari Persyarikatan Muhammadiyah, Lembaga dan Dinas di lingkungan Kabupaten Kebumen, Direktur Rumah Sakit negeri dan swasta, serta Rektor atau Direktut Perguruan Tinggi di wilayah Kabupaten Kebumen, dan Organisasi Profesi Keperawatan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Kebumen. Untuk tamu dari Persyarikatan Muhammadiyah hadir secara langsung Wakil Sekretaris Majelis Dikti Litbang Dr. Muhammad Syamsudin, M.Pd, dari PWM Jawa Tengah H. M. Abduh Hisyam, M.Ag selaku Wakil Ketua, Ketua PDM Kebumen H. Joko Purnomo, MM dan Ketua PCM Gombong Ir. H. M. Fuad Yahya.

Sedangkan dari pemerintahan daerah Kabupaten Kebumen, Bupati Kebumen Hj.Lilis Nuryani hadir dan berkenan memberikan sambutan dan motivasi kepada wiusdawan. Selain Bupati hadir juga dari Kejaksaan Negeri Kebumen, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. Pada sambutannya Bupati Kebumen menyampaikan bahwa wisudawan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan membawa kemahlahatan di tengah masyarakat. Beliau juga menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Kebumen siap memberikan dukungan dalam pengembangan UNIMUGO kedepannya.

Translate »