(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

DESA GIWANGRETNO MASUK DESA BINAAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

Tahun 2018 ini STIKes Muhammadiyah Gombong kembali  memfokuskan kegiatan Bina Lingkungan melalui Desa Binaan yang berada diseluruh wilayah Kabupaten Kebumen. Salah satu diantaranya adalah Desa Giwangretno Kec. Sruweng Kabupaten Kebumen sebagai desa binaan untuk Program Desa Siaga Sehat Jiwa kerjasama  antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dengan STIKes Muhammadiyah Gombong.

Sosialisasi Program Desa Siaga Sehat Jiwa ini dilaksanakan di Balai Desa Giwangretno (30/04/2018) dengan dihadiri oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen , Puskesmas Sruweng, STIKes Muhamamdiyah Gombong, unsur TNI /POLRI dan Perangkat desa serta Kader Kesehatan yang ada di Desa Giwangretno .

Acara disambut oleh Kepala Desa Giwangretno Tamrin Uzianedi dikantornya. Beliau berharap Program Desa Siaga Sehat Jiwa ini dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi warganya. Selain itu atas nama Pemerintahan desa beliau juga mengucapkan terimaksih dan siap mendukung kegiatan tersebut tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kebumen Tri Anggorowati, S.KM, M.Kes melalui sambutannya menyampaikan terimakasih kepada STIKes Muhammadiyah Gombong atas peran aktifnya mendukung program pemerintah dalam  rangka Program Desa Siaga Sehat Jiwa.yang selama ini menjadi salah satu program utama pemerintah Kabupaten Kebumen. Selanjutnya beliau juga sempat memberikan pemaparan Kebijakan dan Implementasi Program Kesehatan Jiwa di Kabupaten Kebumen.

Ike Mardiyati, A. M.Kep. Sp. Kep. Jiwa dalam acara sosialisasi memaparkan masalah kesehatan jiwa di masyarakat diantaranya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan Pasung. Menurut Ike dengan banyaknya ODGJ yang tidak ditangani dengan baik disuatu wilayah maka akan berdampak pada sendi kehidupan sosial masyarakat salah satunya sendi ekonomi. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen bersama STIKes Muhamamdiyah Gombong dan unsur masyarakat menggalakan Program Desa Siaga Sehat jiwa (DSSJ) dengan tujuan agar masyarakat berperan aktif dalam penemuan kasus, menggerakan keluarga sehat dan beresiko untuk mengikuti  penyuluhan kesehatan jiwa, menggerakan pasien dan keluarga pasien gangguan jiwa untuk mengikuti terapi kesehatan jiwa oleh perawat CMHN berupa terapi aktifitas kelompok dan rehabilitasi serta kunjungan pasien mandiri dan pendokumentasian data kesehatan jiwa; ungkap Ike.

Selain itu pembicara juga menambahkan perlunya DSSJ agar masyarakat yang sehat tetap sehat, yang beresiko terhindar dari gangguan jiwa, yang gangguan mendapatkan pelayanan yang tepat dan sesuai dan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan individu.

Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong Hj. Herniyatun, M.Kep. Sp. Mat dalam waktu yang berbeda menyampaikan ‘Komitmen STIKes Muhammadiyah Gombong  dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya pendekatan dengan masyarakat untuk menjaga hubungan yang baik dan menjadikan masyarakat desa yang sejahtera’. Beliau juga menegaskan bahwa program ini akan terus dilakukan dan ditingkatkan terhadap masyarakat khususnya Desa Giwangretno. Harapan Institusi menurut Herniyatun, adalah timbulnya  kerjasama dengan masyarakat untuk selalu menjaga serta mampu mewujudkan desa binaan menjadi desa siaga yang aktif mandiri dalam  menyelesaikan masalah kesehatan. Mensinergikan program kerja STIKES Muhammadiyah Gombong dengan Program Pemerintah serta Program Persyarikatan untuk meningkatkan Pembangunan Kesehatan Desa melalui Desa Binaan dan turut berpartisipasi aktif dalam  melakukan penelitian, pengabdian masyarakat dan dakwah Islamiah melalui praktek komunitas dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.

MAHASISWA STIKES GOMBONG PERINGATI HARI KARTINI DENGAN FASHION SHOW KEBAYA

29 mahasiswi STIKes Muhammadiyah Gombong mengenakan pakaian kebaya, Sabtu  (21/4/2018). Hal itu dilakukan untuk memeringati Hari Kartini. Acara fashion show yang bertemakan ‘ Kartini yang Anggun dan Berkarakter ‘ menghadirkan juri dari intern dosen dan juri luar kampus dengan disaksikan oleh segenap civitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.

Amelia ketua panitia mengaku kegiatan ini bertujuan untuk mengenang dan menginspirasi perjuangan seorang pahlawan perempuan RA. Kartini dimasa lalu. Selain dari mahasiswi STIKes Muhammadiyah Gombong peserta lomba juga ada peserta dari luar diantaranya dari SMA N Rowokele.

Wakil Ketua II  dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan ini .Hal itu sebagai bentuk upaya membangkitkan semangat mahasiswa/i agar bisa lebih baik. Seperti halnya sosok RA Kartini. yang diketahui sosok Kartini begitu inspiratif. Baik sejak zamannya sampai sekarang. Beliau berharap peringatan seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun dengan kemasan acara yg lebih menarik & inspiratif ‘tidak hanya fashion show & penampilan minat bakat saja’ ungkap seorang Ibu yg akrab dipanggil Ery.

 

Silaturahmi Organisasi Farmasi Lintas Kampus)

SOFALUS (Silaturahmi Organisasi Farmasi Lintas Kampus).. merupakan salah satu program kerja divisi eksternal HIMAFARSI STIMUGO yang bertujuan untuk mempererat tali silaturahim sekaligus saling sharing baik program kerja ataupun masalah – masalah terkait keorganisasian di HIMAFARSI STIKES Muhammadiyah Gombong maupun STIKES Muhammadiyah Pekajangan. Sehingga nantinya HIMAFARSI stimugo dan HIMAFARSI stikes pekajangan dapat menjadi organisasi yang berkembang pesat dari sisi kemandirian maupun pengkaderan..

Mahasiswa STIKes Gombong Juara 2 Lomba Asshaydalah National Event Of Pharmacy (ANEPH) 2018

Asshaydalah National Event Of Pharmacy (ANEPH) 2018 merupakan kompetisi tingkat nasional dan merupakan rangkaian dari agenda Seminar Nasional dan Workshop Kefarmasiaan 2018 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas Darussalam Gontor.

Finalis Peserta berasal dari Universitas Hasanudin Makassar, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Darussalam Gontor, Stikes Muhammadiyah Gombong, Institut Pertanian Bogor, UIN Alauddin Makassar, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Asshaydalah National Event Of Pharmacy 2018.. yang diselenggarakan Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Darussalam Gontor… dari berbagai cabang lomba diantaranya LKTI, VIDEO, POSTER dan ESSAY.  STIKes Muhammadiyah Gombong mengikuti lomba cabang video dengan hasil perlombaan : Juara 1 UMM, Juara 2 STIKes Muhammadiyah Gombong, dan Juara 3 UNIDA Gontor…

Tujuan pasca kegiatan
Terjadinya teamwork yang saling melengkapi antara satu profesi dengan profesi lainnya sehingga dapat menutup lubang permasalahan pasien. 

Dua Mahasiswa Stikes Gombong Ikuti Student Hospital Internship Training di Taiwan

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong kembali mengirimkan dua mahasiswanya untuk mengikuti Student Hospital Internship Training di Taipei Hospital, Taiwan International Healthcare Training Center Ministry of Healthcare and Welfare, Taiwan.

Dua mahasiswa terpilih atas nama Amry Latifah Program Studi  (Prodi) D3 Keperawatan semester enam dan Doni Kurniawan Prodi S1 Keperawatan semester delapan. Mereka bakal mengikuti training keperawatan selama satu bulan di Taipe Hospital mulai 9 April-7 Mei 2018. Keduanya dilepas oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat dan Wakil Ketua I Bidang Akademik M Madkhan Anis SKep Ns.

Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Herniyatun menjelaskan, pada pelatihan  tersebut mahasiswa akan mendapatkan materi tentang sistem manajemen gawat darurat, perawatan bayi baru lahir, perawatan anak dan perawatan penyakit dalam. Mahasiswa juga akan mengikuti kunjungan ke klinik dan pusat perawatan ibu bersalin. Selain itu mahasiswa juga akan dikenalkan dengan kasus nyata di Taipei Hospital.

“Pengiriman mahasiswa  ini sebagai upaya mengembangkan ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilan bagi mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan dengan standar internasional,” ujar Herniyatun kepada suaramerdeka.com di sela-sela pelapasan mahasiswa.

Dia menambahkan, pengiriman mahasiwa ke Taiwan untuk mengikuti training sudah berjalan empat kali. Sebelumnya,  tahun 2015 empat mahasiswa juga dikirim untuk mengikuti pelatihan yang sama di Taiwan. Tahun 2013 dua mahasiswa Stikes juga dikirim ke Taiwan  untuk mengikuti Student Hospital Internship Training.

Seleksi Ketat

Ada pun  terpilihnya dua  mahasiswa ini telah melalui seleksi yang cukup ketat. Di antaranya kemampuan akademik yang memadai juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris aktif serta tidak ketinggalan kemampuan  soft skill mahasiswa yang baik.

Salah satu mahasiswa perwakilan Amry Latifah mengaku  pergi ke Taiwan merupakan pengalaman pertama mengikuti event internasional. Meskipun sedikit grogi tetapi dia merasa bangga bisa mewakili Stikes Muhammadiyah Gombong di tingkat internasional. Dia akan menimba ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin selama mengikuti pelatihan di Taiwan.

“Tentu ini adalah pengalaman yang berharga dan tidak setiap orang mendapatkannya. Jadi saya tidak akan menyia-nyiakannya,” ujar mahasiswa asal Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor tersebut.

Sebelumnya Herniyatun menyebutkan, pihaknya terus melakukan kerjasama internasional  termasuk institusi di Taiwan. Di Asia  Stikes Gombong juga menjalin kerjasama dengan sejumlah institusi di Singapore, Thailand dan Filipina, Jepang. Kerjasama dengan institusi antara lain untuk pelatihan sehingga bisa bertukar dan menyebarluaskan ilmu-ilmu kesehatan.

“Taiwa menjadi salah satu contoh negara terbaik di dunia yang mempunyai sistem pembiayaan kesehatan yang sangat efisien dan efektif dan selalu berusaha meningkatkan kualitas derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Dia  berharap, mahasiswa yang mengikuti pelatihan mampu membawa budaya mutu dan menjadi agen perubahan sekembalinya ke Stikes Muhammadiyah Gombong. dan mampu menularkan ilmu yang didapat di Taiwan serta mengaplikasikan di lahan praktik atau lingkungan kerja kelak sehingga visi yang dijunjung institusi menjadi lembaga pendidikan yang unggul, modern dan Islami dapat terwujud.

 

BEM Kampus Muhammadiyah Jateng-DIY Bertemu di Stikes Gombong

Para pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) Zona IV Jawa Tengah dan DI Yogyakarta mengadakan pertemuan di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Kamis (8/3). Pertemuan bertajuk silaturahmi wilayah (Silatwil) tersebut berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu (10/3).

Dari 24 kampus Muhammadiyah yang ada di Jateng dan DIY, terdapat 15 kampus yang hadir dalam Silatwil tersebut. Antara lain Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Muhammadiyah Semarang, Purworejo, Magelang, Universitas Ahmad Dahlan (UAD), STIE Muhammadiyah Pekalongan, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, STTM Kebumen, Stikes Klaten, Kudus, dan  Stikes Muhammadiyah Pekajangan.

Mengangkat tema, “Membentuk poros gerakan mahasiswa menjadi garda depan gerakan rakyat demi tercapainya cita-cita reforma agraria” sedianya acara itu mengundang dua calon gubernur Jateng yakni Ganjar Pranowo dan Sudirman Said sebagai pembicara. Kedua cagub tersebut sedianya dipanelkan dengan pembicara Dr Djoko Setyo Hartono SE MM SH MKn dosen Universitas Muhammadiyah Semarang.

Namun para mahasiswa menelan kecewa lantaran kedua cagub tidak datang memenuhi udangan. Sehingga Dr Djoko Setyo Hartono pun menjadi pembicara tunggal bersama moderator Sobirin Malian SH MHum. Acara yang dibuka oleh Kabid Kelitbangan Iptekin Bappeda Provinsi Jateng Tri Yuni Atomojo itu juga dihadiri oleh perwakilan SMA dan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Gombong.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan visi misi gerakan mahasiswa dalam pengawalan kinerja dan kebijakan-kebijakan pemerintah,” ujar Presidium Nasional BEM PTM Zona IV Heru Astar di sela-sela acara.

Ketua Panitia Silatwil Agung Prayogo menambahkan melalui kegiatan itu, mahasiswa diharapkan bisa meningkatkan kemampuan analisis dan kecerdasan intelektualnya. Selanjutnya, dengan bertambahnya wawasan yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi bekal di masa mendatang.

“BEM PT Muhammadiyah sebagai perwujudan harapan Muhammadiyah dalam mewariskan gerakan intelektual dapat menyikapi gerakan ilmu pengetahuan serta kemajuan negara,” katanya menyebutkan rekomendasi dari Silatwil akan dibawa dalam Silatnas BEM PTM yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong Herniyatun, M.Kep. Sp.Mat menyambut baik acara ini, dalam sambutanya beliau mengungkapkan mahasiswa adalah Stock Iron yang mengandung arti mahasiswa ibarat besi yang harus terus ditempa supaya tidak berkarat harapannya mahasiswa harus terus belajar baik  di bidang akademik ataupun berorganisasi ungkap beliau.

Translate »