Masyarakat Siaga Covid 19
Lomba Video Edukasi Covid 19 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong diselenggarakan oleh AIPVIKI V
Lomba Video Edukasi Covid 19 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong diselenggarakan oleh AIPVIKI V
Senin (13/4), STIKes Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bejiruyung, Kec. Sempor kembali mengadakan kegiatan Diskusi Edukasi secara online. Materi yang dibahas kali ini berkaitan dengan kondisi yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat yaitu Perawatan Jenazah Pasien Covid-19.
Kegiatan diskusi online yang dilakukan di Balai Desa Bejiruyung, Kec. Sempor kali ini mendatangkan narasumber Bapak H. Sarwono, SKM., M.Kes., selaku dosen sekaligus Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKes Muhammadiyah Gombong dengan moderator Bapak Awal Hanifudin selaku relawan Gerakan Bejiruyung Bersedekah.
Wakil Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong, H. Sarwono, SKM., M.Kes., menyampaikan keprihatinan terhadap fenomena saat ini dimana pasien positif covid-19 dan tenaga medis yang meninggal setelah merawat pasien positif covid-19 jenazahnya tidak diterima oleh masyarakat dan tidak diperbolehkan dimakamkan di pemakaman umum.
Kegiatan ini salah satu bentuk sosialisasi STIKES kepada masyarakat tentang penanganan jenazah pasien covid-19, agar masyarakat mendapat penjelasan bagaimana keamanan proses penanganan tersebut dan tidak terjadi lagi penolakan jenazah pasien covid-19.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa kondisi yang dilakukan oleh petugas kesehatan sudah aman, sesuai dengan prosedur kesehatan dan sesuai dengan prosedur keamanan. Semua proses penanganan jenazah pasien covid-19, petugas kesehatan menggunakan pakaian Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap. Cairan tubuh jenazah covid-19 sudah terdisinfektan berulang kali dan ditutup dengan beberapa lapisan pembungkus oleh petugas, sehingga tidak akan ada penularan dari jenazah tersebut. “Dengan penanganan jenazah covid-19 yang sudah sesuai prosedur ini, maka masyarakat jangan takut lagi”, ujar Sarwono.
Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Gejala awal virus corona COVID-19 yang dirasakan para pasien adalah demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Lansia dan mereka yang memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung, memiliki resiko lebih tinggi, saat terinfeksi virus corona. Penularan virus ini yang berlangsung cepat dan mudah menyebabkan penyakit Covid 19 cepat menjadi wabah.
Indonesia tengah mengalami situasi dimana terjadi peningkatan jumlah pasien terinfeksi virus tersebut yang sangat cepat setiap harinya. Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, dibutuhkan peran serta masyarakat secara umum dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Langkah dari pemerintah adalah melakukan social distancing dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Dalam rangka mendukung program pemerintah, STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen dan Puskesmas Sempor 1 melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan membentuk Desa Siaga Covid-19. Desa binaan tersebut memiliki agenda kegiatan antara lain membentuk relawan, penyaluran bantuan APD, memberikan edukasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan virus corona dan pencegahannya, skrinning arus keluar masuknya warga, tracking, serta pendampingan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Kegiatan ini dimulai pada tanggal 30 Maret 2020 dan direncanakan akan selesai pada pertengahan April 2020. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKES Muhammadiyah Gombong, Bambang Utoyo, M,Kep. mengatakan “Desa Bejiruyung merupakan salah satu Desa Binaan STIKES Muhammadiyah Gombong, sehingga kami bentuk menjadi Desa Siaga Covid-19”, ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Bejiruyung, Sofingi, menyampaikan terimakasih dan apresiasi terhadap kegiatan Pembentukan Desa Siaga Covid-19 di wilayah yang ia pimpin. “Terimakasih kepada STIKES Muhammadiyah Gombong sudah berpartisipasi dalam program pemerintah” ucapnya.
Dukungan pemerintah Desa Bejiruyung terhadap kegiatan ini juga memanfaatkan media sosial berupa Live Streaming Facebook milik Kepala Desa dengan tujuan warga masyarakat tidak perlu bepergian dan keluar rumah tetapi tetap dapat mendapatkan edukasi yang disampaikan terkait virus corona tersebut dari rumah.
Civitas Akademika STIKES Muhammadiyah Gombong berhasil mendonasikan ratusan alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis di puluhan unit pelayanan kesehatan se Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.
Di bawah koordinasi salah satu tenaga pengajar Prodi Keperawatan Program Diploma III, Nurlaila, M.Kep., kegiatan penyaluran bantuan ini berlangsung sejak tanggal 1-15 April 2020 dan didistribusikan oleh beberapa karyawan lainnya.
Nurlaila mengatakan, donasi yang diberikan melalui STIKES Muhammadiyah Gombong itu terdiri dari 282 stel baju coverall/hazmat, 100 buah face shield, 24 box masker bedah, 4 box masker N95, 5 box sarung tangan bedah, dan 5 liter hand sanitizer standar rumah sakit. Tidak hanya itu, 400 lembar masker kain dan 200 buah hand sanitizer pun sudah terbagi untuk masyarakat sekitar khususnya bagi yang bekerja di luar rumah.
“Donasi disalurkan ke 22 unit pelayanan kesehatan di Kabupaten Kebumen dan sekitarnya” ujarnya di sela-sela pemberian APD ke Puskesmas Pejagoan, Kamis (16/4).
Aksi kemanusiaan di bidang kesehatan saat ini menjadi prioritas karena pandemi Covid-19 saat ini sudah menelan banyak korban dan kerugian. Penyaluran bantuan APD ini merupakan bukti dukungan STIKES Muhammadiyah Gombong kepada tenaga medis yang menangani langsung pandemi tersebut.
STIKes Muhammadiyah Gombong kembali menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis di puskesmas-puskesmas wilayah Kabupaten Kebumen. Sementara kabar ini dilansir, bantuan sudah terdistribusi di 6 puskesmas yaitu Puskesmas Adimulyo, Puskesmas Sruweng, Puskesmas Sempor 1, Puskesmas Karangsambung, Puskesmas Buluspesantren, dan Puskesmas Alian.
Bantuan kepada Puskesmas Sempor 1 diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKes Muhammadiyah Gombong, H. Sarwono, SKM, M.Kes. pada Hari Sabtu, 4 April 2020 dan diterima oleh Kepala Tata Usaha Puskesmas Sempor 1, Eni Retno, S.Kep.MM. “Kami sampaikan terimakasih kepada STIKes Muhammadiyah Gombong atas bantuan yang telah disalurkan kepada kami”, ujar Eni. Adapun bantuan yang diberikan berupa 1 box masker sensi, 5 stel baju Hazmat dan 5 Face Shield.
Sedangkan untuk distribusi ke 5 puskesmas lainnya dilaksanakan pada Hari Kamis 9 April 2020 oleh beberapa perwakilan dosen dan diterima oleh tenaga medis di puskesmas masing-masing. Bantuan masker, baju hazmat dan face shield merupakan program khusus STIKes Muhammadiyah Gombong dalam menghadapi pandemi Covid-19 khususya mendukung garda terdepan tim medis dalam melaksanakan tugasnya.
“Kami melihat kondisi tenaga medis di puskesmas hanya menggunakan APD seadanya dalam menghadapi pandemi covid-19 ini, harapan kami bantuan ini bisa digunakan semaksimal mungkin dan pandemi ini segera berakhir”, ujar Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKes Muhammadiyah Gombong, H. Sarwono, SKM., M.Kes. dalam sambutannya.
Semakin mewabahnya pandemi Covid-19 menyebabkan keberadaan masker dan cairan pembersih tangan sulit ditemukan dan mengalami lonjakan harga yang fantastis. Kenaikkan dan kelangkaan ini menyulitkan masyarakat terutama masyarakat kalangan menengah kebawah. Melihat situasi ini, para civitas akademika STIKes Muhammadiyah Gombong tergerak hati untuk melakukan aksi sosial dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada dan keahlian kefarmasian yang dimiliki kampus ini.
Pada hari Kamis, 2 April 2020 sejumlah mahasiswa dan dosen STIKes Muhammadiyah Gombong turun ke jalan membagi-bagikan masker kain dan hand sanitizer gratis kepada masyarakat. Selain membagikan 2 barang tersebut, mahasiswa juga memberikan penjelasan dan himbauan tentang cara mencuci tangan yang benar. Pemberian secara gratis ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.
Ratusan masker kain dan hand sanitizer ini dibagikan ke beberapa titik keramaian di wilayah Kecamatan Gombong. Adapun prioritas pemberian untuk para penjual makanan di pinggir jalan, sopir angkutan umum, pengamen dan para tukang becak yang terpaksa harus tetap bekerja di luar demi menghidupi keluarganya.
“Prioritas titik keramaian di Pasar Gombong, pangkalan becak, dan pangkalan angkutan umum (angkot)”, ujar Abdulloh salah satu mahasiswa program studi Keperawatan program sarjana yang turut dalam aksi tersebut.
Kaprodi Keperawatan Program Diploma III sekaligus Koordinator Pembagian Bantuan dalam rangka penanggulangan pandemi Covid-19 STIKes Muhammadiyah Gombong, Nurlaila, S.Kep.Ns., M.Kep. di sela-sela kegiatan mengatakan “kami berharap agar bantuan pengadaan masker kain dan hand sanitizer berhasil dikumpulkan kembali, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan alat pelindung tersebut”.