by Humas Unimugo | Jun 13, 2020 | Berita Terkini
Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, Kebumen Hj Herniyatun MKep Sp Mat memohon doa dan dukungan untuk perubahan Stikes Gombong menjadi universitas. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan dalam rangka perubahan menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).
“Kami telah melakukan berbagai persiapan yang dibutuhkan dalam rangka untuk mensukseskan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas,” ujar Herniyatun dalam sambutan pada acara peringatan milad ke-26 tahun dan halal bi halal di aula kampus setempat.
Kegiatan dihadiri oleh para dosen dan karyawan tersebut dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penularan virus Corona. Meliputi cuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak aman.
Hadir anggota Badan Pembina Harian (BPH) H Abduh Hisyam dan jajaran pimpinan Stikes Muhammadiyah Gombong. Para pensiunan karyawan Stikes juga tampak hadir dalam acara tersebut. Halal bi halal ditandai ikrar yang disampaikan oleh Ketua Stikes Gombong Hj Herniyatun. Sedangkan penerapan ikrar oleh Ukis Erliwianto SE selaku wakil karyawan. Adapun tausiyah hikmah milad disampaikan oleh Ustadz Puji Handoko Handoko MPd.
Lebih lanjut, Herniyatun menginformasikan bahwa pendirian Progam Studi Profesi Kebidanan sudah mencapai 80 %. Mulai dari dosen, kurikulum, sudah di ACC. Untuk ijin berdiri Prodi Profesi Kebidanan tinggal menunggu visitasi. Namun hal itu masih terkendala pandemi Covid-19.
Pengembangan Kampus
Sementara itu, perkembangan dosen cukup baik. Lebih dari 50 persen atau 25 dari 44 dosen telah mendapatkan sertifikasi dosen. Dosen juga memiliki jabatan fungsional, dengan pangkat lektor sudah banyak. Sebagai pimpinan, pihaknya mengapresiasi peningkatan jabatan fungsional para dosen di Stikes Muhammadiyah Gombong.
“Juli mendatang semua dosen berkomitmen melanjutkan sekolah. Karena hal itu merupakan tuntutan profesi. Tidak hanya dosen, seluruh tenaga kependidikan juga memiliki kesempatan yang sama untuk melakukan studi lanjut,” tandasnya.
Selain itu, pihaknya terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana dalam rangka pengembangan kampus. Pihaknya telah selesai melakukan pembelian dan pengurugan tanah yang berada di belakang kampus. Mulai dari pembelian, pensertifikatan dan pengurugan total Rp 3,4 miliar.
“Pengelolaan keuangan Stikes Gombong dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya menyebutkan bahwa kesejahteraan karyawan mendapatkan perhatian di masa pandemi Covid-19.
Sebelum Covid-19, Stikes Gombong telah memberangkatkan dua orang karyawan untuk berangkat ibadah umroh. Bagi karyawan yang mendaftar ibadah haji juga mendapatkan subsidi dari kampus.
“Setelah Covid-19 selesai, dua karyawan lagi untuk kami berangkatkan beribadah umroh ke tanah suci,” imbuh Herniyatun.
Sementara itu, Anggota BPH Stikes Muhammadiyah Gombong H Abduh Hisyam mengapresiasi kinerja para dosen dan seluruh karyawan Stikes Gombong yang telah mengembangkan kampus selama 26 tahun yakni mulai berdiri 9 Juni 1994-9 Juni 2020.
“Kami terus mendorong untuk perkembangan Stikes Muhammadiyah Gombong menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong. Nantinya di jajaran universitas dunia, kampus ini akan disebut dengan Gombong Muhammadiyah University,” ujar Abduh Hisyam yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen.
(SM/Anto)
by Humas Unimugo | Jun 4, 2020 | Berita Terkini

Hari ini Kamis, 4 Juni 2020 DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong kembali mengadakan kegiatan zoominar #3 secara virtual dengan topik yang sangat menarik yaitu Tinjauan Kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19.
Zoominar yang diikuti oleh ratusan tenaga kesehatan ini dipandu oleh seorang moderator bergelar doktor yang dimiliki oleh STIKES Muhammadiyah Gombong, Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.KMB., Ph.D.
Hadir sebagai narasumber pertama, Eka Riyanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat. salah satu dosen keperawatan maternitas STIKES Muhammadiyah Gombong yang membawakan materi “Panduan Kesehatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19” dan narasumber kedua, Endah Ekawati, M.Kep., Sp.Mat seorang praktisi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto menjelaskan materi tentang “Implementasi Tata Laksana Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan di RS Rujukan Covid-19”.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat pun turut serta dalam kegiatan zoominar ini, beliau menyambut baik kegiatan zoominar yang diselenggarakan secara rutin di era pandemi covid-19 oleh DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong. “STIKES Muhammadiyah Gombong sangat mendukung kegiatan zoominar ini, dengan harapan materi yang ada tersampaikan dengan baik dan bermanfaat bagi rekan sejawat”, ujarnya.
Ketua DPD PPNI Kabupaten Kebumen, H. Tri Tunggal Eko Sapto, SKM, MPH dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara yang senantiasa memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi teman sejawat perawat.
Sebagai informasi, kegiatan pagi ini merupakan zoominar ketiga yang sebelumnya pada zoominar satu mengangkat tema Ketahanan Jiwa, Psikososial, dan Spiritual pada Tenaga Medis dalam Menghadapi Pandemi Covod-19 dan yang kedua dengan tema Tinjauan Kesehatan Anak di Tengah Pandemi Covid-19. Untuk rangkaian zoominar selanjutnya akan segera direlease di media sosial dan ditayangkan secara live di channel youtube STIKES Muhammadiyah Gombong dengan materi yang tidak kalah menarik dari sebelumnya. (more…)
by Humas Unimugo | May 13, 2020 | Berita Terkini

Nakes/Perawat merupakan kelompok yang rentan terpapar covid-19 karena bukan hanya merawat pasien tetapi juga dituntut untuk mampu mencegah penularan pada dirinya sendiri. Munculnya stigma penolakan terhadap nakes yang merawat pasien covid-19 oleh masyarakat maka timbul banyak masalah psikologis seperti cemas, takut bahkan panik yang dialami oleh para nakes.
Melihat banyaknya masalah psikologis yang dialami para nakes, STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Komisariat PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong mengadakan Zoominar Daily Edisi Pertama secara gratis untuk para rekan sejawat perawat pada Sabtu, 9 Mei 2020 pukul 14.00 WIB dengan tema “Penguatan Ketahanan Jiwa, Psikososial dan Spiritual untuk Tenaga Kesehatan” dengan jumlah peserta 90 orang baik dari dalam maupun luar Kabupaten Kebumen.
Kegiatan Zoominar kali ini dimoderatori oleh Irmawan Andri Nugroho, M.Kep., Ns. selaku dosen Prodi Keperawatan Program Sarjana dan menghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Ike Mardiati Agustin, M.Kep.,Sp.Kep.J . selaku Ketua Departemen Keilmuan Keperawatan Jiwa dan Wakil Ketua Tim Psikososial BPBD Kab. Kebumen yang membahas bagaimana dukungan ketanahan jiwa dan psikososial bagi nakes dalam menghadapi covid-19 serta Sarwono, SKM., M.Kes. selaku dosen sekaligus Wakil Ketua III STIKES Muhammadiyah Gombong yang menyampaikan penguatan aspek spiritualitas nakes.
Bambang Utoyo, M.Kep., Ns., Ketua DPK PPNI Komisariat STIKES Muhammadiyah Gombong menyampaikan materi yang disampaikan pada zoominar daily edisi pertama bertujuan untuk membantu menguatkan tenaga medis baik yang terjun langsung menangani pasien covid-19 secara psikologis maupun secara spiritual. “Hal ini dirasa penting mengingat situasi sekarang banyak stigma negatif terhadap tenaga medis”, ujarnya.
Pada kesempatannya, Ike Mardiati juga menyampaikan materi konsep kesehatan jiwa covid-19, bentuk dukungan jiwa dan psikososial dan manajemen ketahanan jiwa dan psikososial yang disampaikan sudah sesuai dengan anjuran WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. mengapresiasi kegiatan zoominar yang dilaksanakan oleh DPK PPNI Komisariat STIKES dan berharap akan ada banyak kegiatan positif seperti zoominar ini dengan materi yang lebih beragam.
by Humas Unimugo | May 5, 2020 | Berita Terkini

Dalam situasi pandemik covid-19 yang melanda negara Indonesia, sebagian besar masyarakat dituntut untuk melakukan social distancing dan physical distancing guna memutus rantai penyebaran virus corona. Tidak hanya kalangan pekerja, mahasiswa pun mendapat himbauan dari kampus untuk menerapkan sistem kuliah daring/online dari rumah masing-masing. Namun demikian, kondisi tersebut ternyata tidak mematahkan semangat mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong dalam melakukan kegiatan yang positif bahkan sampai berhasil meraih prestasi yang membanggakan.
Muh. Agung Prayoga, mahasiswa Prodi Keperawatan Program Sarjana berhasil meraih juara 2 dalam Kompetisi Penulisan Opini Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020. Pengumuman pemenang disampaikan oleh Pusat Prestasi Nasional dalam Surat Keputusan Nomor 0176/J3/KP/2020 pada Sabtu, 2 Mei 2020.
Tema opini yang diangkat oleh mahasiswa kelahiran Purworejo, 12 April 1997 ini bejudul “Pemaksimalan Posko Darurat Psikologis sebagai Newmodel Perbaikan Psikologis di Tengah Pandemi Covid-19”. Muncul ide tema tersebut berangkat dari maraknya stigma negatif terhadap tenaga medis dan masyarakat yang tertular virus corona, dimana perlu adanya interaksi solutif untuk mengurangi kecemasan pada korban. Juara pertama kategori ini dimenangkan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara, sedangkan juara ketiga diraih oleh mahasiswa Universitas Kediri.
Agung berpesan kepada para mahasiswa yang lain untuk bisa membagi waktu dan memaksimalkan peluang. Di tengah situasi pandemik ini, banyak hal positif yang bisa dilakukan. “Perjuangan menangkal virus bukan hanya dalam dalam aplikasi menjadi relawan, tetapi penyebaran berita positif dan mengabarkan hal baik kepada semua orang juga dapat membantu meningkatkan imunitas” tambah Agung dalam keterangan resminya.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. sangat mengapresiasi pencapaian ini dan memotivasi agar mahasiswanya terus mengukir prestasi dan menjadi yang terbaik. “Kami berharap dalam situasi seperti ini (pandemik covid-19) para mahasiswa selalu produktiv dalam hal kebaikan, dan raihlah prestasi setinggi-tingginya”, ujarnya.
Kegiatan kompetisi ini merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan mengisi produktivitas bagi mahasiswa pada masa pandemik covid-19.
(SRY/2020)
by Humas Unimugo | Apr 27, 2020 | Berita Terkini

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhamadiyah Gombong terus ambil bagian dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kebumen. Salah satunya dengan menerjunkan 25 mahasiswa untuk menjadi relawan percepatan penanganan Covid-19.
Mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi tersebut akan menjadi relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kebumen. Serahterima relawan dilaksanakan oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun SKep SpMat kepada Direktur Rumah Sakit Darurat drg Sri Purwitasari di Aula Dinas Kesehatan Kebumen, Sabtu (25/4).
Hadir Wakil Ketua IV Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Stikes Gombong, Sawiji SKep Ns MSc, didampingi dosen DIII Keperawatan Ike Mardiati Agustin MKep Sp KepJ dan sejumlah dosen Stikes Gombong. Hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan H Kusbiyantoro SKM MKes yang juga Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen.
Ketua Stikes Muhamadiyah Gombong Herniyatun menjelaskan, para mahasiswa yang menjadi relawan sebelumnya telah diseleksi mulai dari kompetensi maupun kesehatan. Mereka sudah mendapat izin orang tua sebagai tim relawan serta mendapat pembekalan mengenai protokol medis penanganan pasien Covid-19. Termasuk dibekali dengan penggunaan APD dan sistem operasional rumah sakit.
Para relawan akan membantu merawat pasien tanpa gejala klinis, PDP maupun ODP yang berada di Rumah Sakit Darurat. Tahap pertama delapan orang mahasiswa bertugas selama 14 hari dan bergantian dengan mahasiswa lainnya.
“Kemudian mahasiswa yang selesai bertugas akan menjalani karantina selama 14 hari,” ujar Herniyatun, di sela-sela serahterima.
Selain sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, imbuh dia, melalui program juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.
Dikawal Dosen
Menurut Herniyatun, sebagai tim relawan penanganan Covid-19, akan menjadi pembelajaran kreatif dan bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, masyarakat dan pemerintah. “Kami akan memberi apresiasi khusus untuk mereka sebagai tim relawan. Apapun yang mereka lakukan nanti sebagai manifestasi diri untuk kemanusiaan,” kata Herniyatun.
Herniyatun menambahkan, mahasiswa tidak dilepas sendiri. Ada dosen yang akan selalu mengawal, memantau mulai dari persiapan, proses hingga selesai. “Dosen kami akan terus mendampingi dan memonitor kesehatan fisik dan psikologis mahasiswa kami,” ujar Herniyatun.
Drg Sri Purwitasari bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Stikes Muhamadiyah Gombong dengan mengirimkan para mahasiswanya untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covid 19 di Kebumen.
“Kami bersyukur masih ada mahasiswa yang bersedia menjadi tim relawan penanganan covid 19 yang berisiko ini,” ucap drg Sri Purwitasari.
Seorang mahasiswi Program Profesi Nurse, Dwi Nurbaity yang tergabung dalam tim relawan mengaku siap secara lahir batin dan penuh keikhlasan untuk membantu menangani pasien Covid-19. Dia mengaku sudah mengetahui tugas tersebut cukup berisiko. Meskipun demikian dengan mematuhi standar operasional prosedur dia yakin akan terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.
“Tentu selalu berdoa dan berikhtiar untuk kesembuhan pasien, itu yang kami harapkan,” ujar Dwi Nurbaity.
(SM,25/4)
by Humas Unimugo | Apr 25, 2020 | Berita Terkini
Lomba Video Edukasi Covid 19 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong diselenggarakan oleh AIPVIKI V