by Humas Unimugo | Sep 29, 2020 | Berita Terkini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong saat ini sedang melakukan persiapan perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas.
Selain menambah Program Studi (Prodi) Teknik Industri hasil merger dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM) Kebumen, kampus ini akan membuka Prodi S1 Ilmu Hukum dan S1 Manajemen.
“Untuk Prodi S1 Kebidanan dan Profesi sudah dilaksanakan visitasi secara online. Saat ini menunggu rekomendasi dari LLDIKTI untuk diterbitkan surat keputusan,” kata Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep Sp Mat didampingi Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional Sawiji MSc usai membuka Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Baitul Arqom.
Pada tahun depan pihaknya sudah menerima mahasiswa baru untuk program studi tersebut. Sehingga total terdapat lima Prodi Program Sarjana yakni S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, Teknik Industri, Ilmu Hukum dan Manajemen. Sementara penambahan sejumlah Prodi baru lainnya seperti Pariwisata, Bisnis Digital, Administrasi Rumah Sakit dan Informasi Medik masih dalam proses.
“Semua persyaratan untuk menjadi universitas terpenuhi termasuk luas tanah 36.000 m2 sudah mencukup dari yang disyaratkan 10.000 m2,” ujarnya.
Sementara itu, tahun pelajaran 2020-2021, STIKES Gombong berhasil menjaring 398 mahasiswa baru. Para mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Baitul Arqom secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting.
Selama empat hari, dalam kegiatan yang dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Herniyatun para mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi dari para narasumber. Para mahasiswa dikenalkan dengan sistem perguruan tinggi di Indonesia yang disampaikan Dr M Samsudin MPd. Kemudian pembinaan gerakan nasional revolusi mental oleh Dr Azzam Syukur Rahmatullah MSI.
Para mahasiswa juga diberikan pembinaan kesadaran bela negara dan kehidupan berbangsa dan bernegara yang disampaikan dari Kodim 0709 Kebumen. Selain itu, para mahasiswa dibekali cara cerdas bermedia sosial dan pencegahan radikalisme dengan menghadirkan narasumber dari Polres Kebumen.
Dituntut Berkreasi
Para mahasiswa baru juga dikenalkan dengan layanan kemahasiswan. Materi ideologi Muhammadiyah disampaikan oleh Mintaraga Eman Surya Lc MA. Sedangkan faham agama dalam Muhammadiyah oleh Prof Dr H Suparman Syukur MA dan mengenal Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah oleh Ketua PD Muhammadiyah Kebumen KH Abduh Hisyam.
Sedangkan materi belajar di era 4.0 dengan new normal oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jateng Prof Dr DYP Sugiharto. Dalam pengenalan kampus ini, menghadirkan bintang tamu ustadzah Oki Setiana Dewi yang menyampaikan caracter building dengan tema Kader milenial yang arif, kreatif, inovatif dan berakhlakul karimah.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong dr Ibnu Nasher Arrohimi menyampaikan profil kader Muhammadiyah. Sedangkan Dr Ibnu Hasan memaparkan nilai perjuangan tokoh Muhammadiyah. Kemudian dr Hasan Bayuni memaparkan kesadaran lingkungan hidup dan kesiapsiagaan bencana di perguruan tinggi.
Ketua Panitia PKKMB STIKES Muhammadiyah Gombong Irmawan Andri Nugroho MKep menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan proses belajar dan suasana akademik di STIKES Muhammadiyah Gombong. Harapannya mahasiswa saat bergabung sudah siap belajar dan paham fasilitas apa saja yang dimiliki oleh kampus.
“Pengenalan kampus secara online untuk pertama kali menjadi tantangan tersendiri. Bagaimana penyelenggara dituntut berkreasi dan berinovasi agar bisa mengemas kegiatan agar tetap berkesan kepada para mahasiswa baru,” ujar Irmawan Andri Nugroho.
Dosen Prodi S1 Keperawatan ini menyebutkan pihaknya memanfaatkan berbagai platform digital seperti Zoom Meeting, streaming Youtube dan WhatsApp hingga media sosial yang lain. Bahkan saat ini kampus ini membangun studio mini khusus untuk kegiatan-kegiatan online. “Tim IT kami juga menyiapkan sejumlah materi mulai video perkenalan,” ujarnya.
(SM-Anto)
by Humas Unimugo | Aug 31, 2020 | Berita Terkini

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong menggelar Job Fair dan Baitul Arqam (JFBA) Purna Studi, Kamis-Sabtu 27-29 Agustus 2020.
Jika tahun-tahun sebelumnya, para peserta yakni calon alumi menginap di kampus selama kegiatan, pada JFBA tahun 2020 ini peserta melaksanakan seluruh kegiatan dari tempat tinggal masing-masing. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep SpMat digelar secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting.
Hadirkan Ustadz “Cinta” Restu Sugiarto
Selama tiga hari, peserta yang terdiri atas 110 Profesi Ners, 80 D3, 26 Bidan dan 58 Farmasi mendapatkan materi dari para narasumber. Pada kegiatan kali ini menghadirkan narasumber kondang seperti selebriti Youtube sekaligus motivator Sherly Anafita RS MSi Ph dan ustadz kondang yaitu Ustadz “Cinta” Restu Sugiarto.
Pada hari pertama peserta menerima materi matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah yang disampaikan Ketua PD Muhammadiyah Kebumen KH Abduh Hisyam SAg. Dilanjutkan materi Ketua PW Muhammadiyah Jateng M Tafsir MAg tuntunan ibadah sesuai tarjih. Ustadz “Cinta” Restu Sugiarto menyampaikan materi Ibadah Mahdhah dan Nawafil.
Materi Etos Kerja Muhammadiyah disampaikan oleh dr Yusuf Bahtiar. Ustadz Mintaraga LC MA memberikan pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah dalam menjalankan profesi. Kemudian materi profil kader dan perjuangan tokoh Muhammadiyah disampaikan oleh Direktur RS PKU Muhammadiyah Sruweng dr Hasan Bayuni.
Pada hari kedua, kegiatan diisi dengan presentasi dari sejumlah rumah sakit seperti RS PKU Muhammadiyah Gombong, RS PKU Muhammadiyah Sruweng. Hadir pula RS Permata Medika Kebumen, RS Sari Asih Ciputat, PT Bahana Inspirasi Muda, RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS Puri Asih, RSU Purbowangi.
Pada hari ketiga, sejumlah perusahaan turut presentasi meliputi LPK Mitra Sarana Sejahtera, LPK Bahana Inspirasi Muda. Kemudian K24, PT Sidomuncul, BP2MI juga dari organisai profesi seperti PPNI, IBI, IAI/PAFI. Adapun motivator Sherly Anafita RS MSi Ph memberikan motivasi dan tips melamar pekerjaan di masa pandemi.
Ketua Panitia JFBA Purna Studi Putra Agina Widyaswara Suwaryo MKep menjelaskan bahwa JFBA Purna Studi merupakan kegiatan rutin tahunan bagi calon alumni Stikes Muhammadiyah Gombong. Job fair berisi informasi seputar pekerjaan yang bisa menambah referensi bagi alumni sesuai dengan minat dan cita-cita.
“Sedangkan Baitul Arqam Purna Studi merupakan bekal untuk calon alumni agar senantiasa berpijak pada jalan yang lurus, jalan yang senantiasa diridhoi oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujar Putra Agina.
Dosen Prodi S1 Keperawatan tersebut menambahkan, kegiatan dilaksanakan melalui daring sesuai dengan arahan dan kebijakan, baik dari Kemendikbud maupun dari PP Muhammadiyah terkait kegiatan akademik yang boleh dilakukan selama pandemi.
Pada tahun ini perbedaan lain adalah kegiatan diikuti oleh calon lulusan angkatan I Program Studi Farmasi. Biasanya JFBA diikuti calon alumni Prodi Keperawatan dan Kebidanan, kali ini bertambah.
“Semoga tahun berikutnya semakin bertambah prodi-prodi yang lain. Mengingat tidak lama lagi STIKES Muhammadiyah Gombong akan berubah bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO),” ujarnya.
Menurut Putra, salah satu indikator keberhasilan JFBA adalah diterimanya alumni di tempat kerja yang dilihat dalam 1, 3, 6 sampai 12 bulan setelah lulus. JFBA kali ini bisa dikatakan berhasil, karena kegiatan baru akan dimulai, sudah ada calon alumni yang akan mengikuti seleksi tes pekerjaan.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) STIKES Muhammadiyah Gombong dr H Fatah Widodo SpM MKes mengucapkan terima kasih kepada Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Herniyatun MKep SpMat yang tetap melaksanakan kegiatan tersebut walaupun dalam suasana pandemi Covid-19.
Dokter Fatah Widodo memberikan apresiasi kepada panitia yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan secara daring dengan lancar dan diikuti dengan baik serta antusias oleh seluruh peserta.
“Diharapkan para peserta setelah mengikuti baitul arqam memiliki bekal yang cukup untuk memasuki dunia kerja dan berkiprah di tengah masyarakat. Sekaligus menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” ujar Fatah Widodo dalam sambutannya saat menutup acara Job Fair dan Baitul Arqam.
(SM)
by Humas Unimugo | Aug 10, 2020 | Berita Terkini
Jumlah dosen bergelar doktor di STIKES Muhammadiyah Gombong (STIMUGO) bertambah setelah Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp. Mat berhasil meraih gelar doktor ilmu keperawatan dari Universitas Indonesia. DR Herniyatun M.Kep, Sp. Mat, menjadi dosen tetap keempat yang berhasil meraih gelar doktor. Doktor pertama adalah Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D dari Khon Kaen University, disusul kemudian Wulan Rahmadhani, S.ST., M.M.R., Dr. PH dari universitas yang sama. Selain Herniyatun, semester ini juga telah lulus doktor ketiga yaitu Dr. Basirun, M.Kes yang telah berhasil meraih gelar doktor ilmu manajemen dari Universitas Islam Indonesia.
Herniyatun saat ini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan Muhammadiyah Gombong (STIMUGO), Institusi pendidikan kesehatan satu-satunya di Kebumen, berhasil meraih gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Intervensi Keperawatan Spiritual Islam (Inspirasi) dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Spiritual pada Perempuan Kanker Serviks” di Universitas Indonesia yang merupakan almamaternya saat memperoleh gelar sarjana, magister dan spesialis keperawatan maternitas. Ia berhasil melalui sidang promosi doktoral tersebut tersebut pada 3 Agustus 2020 dengan IPK 3.71.
Kanker serviks merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia karena memiliki angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Berbagai masalah pada kanker serviks akan memberikan dampak yang kompleks terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Diperlukan cara penanganan yang efektif untuk mengatasinya, salah satunya model intervensi keperawatan spiritual Islami yang diangkat dalam judul disertasi wanita kelahiran Alian Kebumen ini. Belum ditemukannya model implementasi keperawatan spiritual yang simpel, aplikatif dan mudah dilakukan dan dijadikan panduan bagi perawat dalam menjalankan peran pemberi asuhan yang komprehensif sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan model intervensi keperawatan spiritual. “Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan spiritual perempuan penderita kanker serviks”, ujarnya sebagaimana laporan tertulis.
Sebagai salah satu wujud syukur STIKES Muhammadiyah pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020 telah diadakan tasyakuran dan pemberian penghargaan kepada doktor. Acara diselenggarakan oleh Badan Pembina Harian yang diketuai oleh dr. H. Fatah Widodo, Sp.M.,M. Kes. Pada acara syukuran tersebut diserahkan penghargaan kepada para dosen yang telah meraih gelar Doktor dan PhD. Juga diisi tausiah oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu`ti, M.Ed. Yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Acara ini diharapkan memberikan motivasi kepada dosen di STIMUGO agar semangat dalam meningkatkan jenjang pendidikan di level S3.
Stikes Muhammadiyah Gombong saat ini sedang dalam perubahan bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong bergabung dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM ) Kebumen. Karena itu para dosen yang begelar doktor akan terus diupayakan bertambah sehingga tidak tertinggal dari universitas muhammadiyah lain yang sudah lebih dulu berdiri. Selain itu juga akan membuka Program Pasca Sarjana Ilmu keperawatan.
by Humas Unimugo | Jul 6, 2020 | Berita Terkini
Penyebaran kasus covid-19 berlangsung sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan timbulnya keraguan masyarakat terutama bagi pasangan suami istri yang sudah merencanakan program kehamilan. Selama pandemi covid-19 berlangsung dan menghadapi era new normal , baik masyarakat maupun pelayanan kesehatan harus tetap berjalan secara optimal, aman bagi pasien dan bidan dengan berbagai penyesuaian berdasarkan panduan penanganan covid-19.
STIKES Muhammadiyah Gombong menyelenggarakan Webinar Kebidanan dengan tema Pelayanan Kebidanan Berkualitas dalam Asuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Masa New Normal “Masa Kehamilan”. Kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 1200 orang dari pelosok nusantara ini dipandu oleh seorang moderator, Eti Sulastri, M.Keb., saat ini menjabat sebagai salah satu dosen program studi kebidanan program diploma STIKES Muhammadiyah Gombong.
Lulusan Program Doktoral Khon Kaen University of Thailand yang merupakan doktor pertama di program studi kebidanan program diploma tiga , Wulan Rahmadhani, S.ST., MMR.Dr.PH turut menjadi narasumber webinar ini. Materi yang dibahas dalam kesempatan ini adalah Manajemen Pelayanan Kebidanan di Masa New Normal (Kehamilan). Peran bidan selama masa pandemi dan new normal adalah sebagai pendidik, pelaksana, peneliti dan pengelola. Pelayanan kebidanan terdiri dari beberapa tahapan seperti pra pelayanan (konsultasi, penyuluhan, kajian komprehensif, KIE dan konseling secara online), yang kedua adalah pelayanan (memverifikasi hasil kajian komprehensif).
Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2020 ini juga mendatangkan narasumber yang merupakan dokter spesialis di RS PKU Muhammadiyah Gombong, dr. Wiwiek Widyaningsih, Sp.OG (K) yang mengangkat pembahasan Perencanaan Kehamilan di Masa New Normal. Banyak yang menunda perencanaan kehamilan selama masa pandemi covid-19, tetapi memasuki era new normal mulai banyak yang berminat untuk melanjutkan program kehamilan. Bagaimana sebaiknya program kehamilan pada masa pandemi dan new normal ini ? Menurut narasumber, sebaiknya perencanaaan kehamilan di masa era new normal ditunda terlebih dahulu karena masih beresiko seperti belum adanya penelitian yang menunjukkan ada tidaknya peningkatan resiko obstetric pada ibu hamil yang terpapar virus covid-19.
Hj. Khamidah, MM selaku ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kebumen dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para pembicara dan STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah menjalin kerja sama dengan baik khususnya dengan bidan di Kabupaten Kebumen.
Pada kesempatan ini, Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang diwakili oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, H. Sarwono, SKM., M.Kes. mengungkapkan kecepatan dalam penanganan pasien selama pandemi dan era new normal sangat dibutuhkan. Adanya perubahan situasi, kita memerlukan adanya ilmu terbaru yang perlu kita terapkan sehingga kualitas pelayanan kebidanan bisa optimal. “Berkualitas adalah suatu tindakan yang berdasar ilmu, semoga webinar ini bermanfaat untuk kemajuan pembangunan Indonesia”, ucapnya.
by Humas Unimugo | Jun 29, 2020 | Berita Terkini

Selama masa pandemi covid-19, situasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ramai didatangi pasien dengan gejala yang mengarah pada covid-19. Banyak rumah sakit kewalahan untuk melayani pasien yang begitu banyak. Beberapa dari pasien bahkan merasa tidak diberi penanganan secepatnya. Namun, perlu diketahui bahwa dokter dan perawat diharuskan untuk mendahulukan pasien yang kondisinya paling gawat. Hal tersebut merupakan prosedur yang wajar dalam dunia tenaga kesehatan karena setiap IGD menganut sistem triase gawat darurat medis.
DPK PPNI STIKES Muhamadiyah Gombong bekerja sama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong menyelenggarakan Kegiatan Zoominar #6 dengan tema Manajemen Pasien Covid-19 di Ruang Emergency, Kamis (25/6) lalu. Zoominar yang dipandu oleh Moderator, Fajar Agung Nugroho, S.Kep., Ns., MNS jebolan program Magister di Khon Kaen University of Thailand menggandeng 2 (dua) pembicara praktisi dan ahli di bidang kegawatdaruratan.
Putra Agina W S, S.Kep.Ns. M.Kep., dosen Kegawatdaruratan STIKES Muhammadiyah Gombong menjadi pembicara pertama, memaparkan tentang TRIASE : Deteksi Dini Pasien dalam Pengawasan Covid-19. Triase adalah proses khusus memilah dan memilih pasien, kondisi pasien mana yang harus segera diberikan tindakan terlebih dahulu. Panduan triase awal dalam penanganan pasien covid-19 antara lain menyiapkan titik triase di pintu masuk fasilitas kesehatan untuk screening pasien terhadap covid-19, penempatan papan informasi untuk mengedukasi pasien dan keluarga agar melakukan langkah-langkah kebersihan, menyiapkan ruang tunggu terpisah, titik tempat cuci tangan dan waspada terhadap orang yang menunjukkan gejala covid-19. Setelah triase awal selesai, dilakukan pengkajian triase primer (ada tidaknya gejala covid-19) dan triase sekunder (cek kondisi pasien lebih dalam).
Pembicara kedua, Joko Mardiyono, S.Kep., Ns., senior praktisi kegawatdaruratan sekaligus menjabat sebagai Ketua Komite Keperawatan RSUD Dr. Soedirman Kebumen dalam penyampaiannya menjelaskan tentang tatalaksana asuhan kegawatdaruratan pasien covid-19. Pada rumah sakit rujukan dalam penanganan pasien covid-19 yang disiapkan adalah sumber daya manusia yang memadai, sarana prasarana pendukung (IGD, klinik khusus covid, ruang khusus isolasi, pemeriksaan penunjang radiologi dan laboratorium). Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) merupakan standar wajib. APD yang digunakan harus sesuai level dengan masing-masing indikasi.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang diwakili oleh Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama, Sawiji, S.Kep., Ns., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi peserta zoominar yang bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari Jepang dan Kuwait. Penghargaan terbaik untuk tim DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong yang dengan enerjik dan produktif telah menyelenggarakan rangkaian zoominar 1 sampai 6. “Kita berikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk berkarya dengan semangat, mohon doa restu juga STIKES Muhammadiyah Gombong sedang berproses menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong, semoga tahun ini terwujud”, ucapnya.
by Humas Unimugo | Jun 19, 2020 | Berita Terkini

Indonesia menduduki urutan ke 6 (enam) dengan penderita diabetes tertinggi menurut data Indonesia Diaebetes Federation (IDF) . Faktor peningkatan jumlah penderita diabetes antara lain gaya hidup tidak sehat, lingkungan dan pikiran/stres. Dalam kaitannya dengan masa pandemi covid-19, penyakit diabetes merupakan salah satu penyakit komorbid yang mempunyai resiko tinggi tertular virus covid-19.
Pada kegiatan zoominar #5 yang diselenggarakan oleh DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong bekerjasama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong kemarin siang (18/6), mengangkat topik bahasan Manajemen Penyakit Kronis di Masa Pandemi Covid-19. Kegiatan ini diikuti oleh 180 peserta dari berbagai daerah seperti Kebumen, Banjarnegara, Cilacap, Majenang, Purworejo dan Pekalongan baik dari instansi pendidikan maupun instansi kesehatan.
Bambang Utoyo, S.Kep.Ns., M.Kep., Ketua DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong, selaku moderator menyampaikan topik pada zoominar kali ini berisikan trik dan solusi bagaimana agar penderita penyakit kronis dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan tidak terpapar virus covid-19.
Pembicara dalam zoominar ini merupakan salah satu doktor yang dimiliki STIKES Muhammadiyah Gombong, Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.KMB., Ph.D, lulusan program doktoral Khon Kaen University of Thailand yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Keperawatan Program Sarjana sekaligus dosen Keperawatan Medikal Bedah. Serta Kurniawan Setyo, S.Kep., Ns., selaku perawat critical care RSUD Dr. Soedirman Kebumen. Cahyu Septiwi menyatakan bahwa dalam menghadapi masa pandemi covid-19 bagi penderita diabetes perlu menerapkan self management dengan 5 (lima) pilar yaitu edukasi, perencanaan diet diabetes, aktivitas fisik/olahraga, pengobatan dan pemantauan dengan cek gula darah rutin. Self management ini bisa dilakukan di kelompok prolanis, puskesmas maupun rumah sakit.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang diwakili oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik, Isma Yuniar, S.Kep.Ns., M.Kep. turut berbangga dan mengapresiasi kegiatan zoominar ini. “STIKES Muhammadiyah Gombong mempunyai visi misi unggul modern islami. Bentuk dukungan dan penerapan visi misi yang kami miliki salah satunya dengan cara adaptif selama masa pandemi. Zoominar ini diselenggarakan dengan maksud untuk sharing ilmu self management bagi penderita penyakit kronis agar tidak tertular covid-19 yang tentunya sangat dibutuhkan oleh perawat maupun masyarakat”.
Zoominar ini juga disiarkan secara langsung (live streaming) di channel youtube STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG dan akan dilanjutkan dengan rangkaian zoominar selanjutnya yaitu zoominar #6 dengan topik bahasan yang tidak kalah menarik.