(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

Raih Gelar Doktor di Universitas Indonesia, Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. Menambah Jumlah Doktor STIMUGO

Jumlah dosen bergelar doktor di STIKES Muhammadiyah Gombong (STIMUGO) bertambah setelah Dr. Herniyatun, M.Kep., Sp. Mat berhasil meraih gelar doktor ilmu keperawatan dari Universitas Indonesia. DR Herniyatun M.Kep, Sp. Mat, menjadi dosen tetap keempat yang berhasil meraih gelar doktor. Doktor pertama adalah Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D dari Khon Kaen University,  disusul kemudian Wulan Rahmadhani, S.ST., M.M.R., Dr. PH dari universitas yang sama. Selain Herniyatun, semester ini juga telah lulus doktor ketiga yaitu Dr. Basirun, M.Kes yang telah berhasil meraih gelar doktor ilmu manajemen dari Universitas Islam Indonesia.

Herniyatun saat ini menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan Muhammadiyah Gombong (STIMUGO), Institusi pendidikan kesehatan satu-satunya di Kebumen, berhasil meraih gelar Doktor usai mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Intervensi Keperawatan Spiritual Islam (Inspirasi) dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Hidup dan Kesejahteraan Spiritual pada Perempuan Kanker Serviks” di Universitas Indonesia yang merupakan almamaternya saat memperoleh gelar sarjana, magister dan spesialis keperawatan maternitas. Ia berhasil melalui sidang promosi doktoral tersebut tersebut pada 3 Agustus 2020 dengan IPK 3.71.

Kanker serviks merupakan masalah kesehatan perempuan di Indonesia karena memiliki angka kejadian dan angka kematian yang tinggi. Berbagai masalah pada kanker serviks akan memberikan dampak yang kompleks terhadap individu, keluarga dan masyarakat. Diperlukan cara penanganan yang efektif untuk mengatasinya, salah satunya model intervensi keperawatan spiritual Islami yang diangkat dalam judul disertasi wanita kelahiran Alian Kebumen ini. Belum ditemukannya model implementasi keperawatan spiritual yang simpel, aplikatif dan mudah dilakukan dan dijadikan panduan bagi perawat dalam menjalankan peran pemberi asuhan yang komprehensif sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam mengembangkan model intervensi keperawatan spiritual. “Tujuannya adalah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan spiritual perempuan penderita kanker serviks”, ujarnya sebagaimana laporan tertulis.

Sebagai salah satu wujud syukur STIKES Muhammadiyah pada hari Sabtu, 8 Agustus 2020 telah diadakan tasyakuran dan pemberian penghargaan kepada doktor. Acara diselenggarakan oleh Badan Pembina Harian yang diketuai oleh dr. H. Fatah Widodo, Sp.M.,M. Kes. Pada acara syukuran tersebut diserahkan penghargaan kepada para dosen yang telah meraih gelar Doktor dan PhD. Juga diisi tausiah oleh Prof. Dr. H. Abdul Mu`ti, M.Ed. Yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Acara ini diharapkan memberikan motivasi kepada dosen di STIMUGO agar semangat dalam meningkatkan jenjang pendidikan di level S3.

Stikes Muhammadiyah Gombong saat ini sedang dalam perubahan bentuk menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong bergabung dengan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah (STTM ) Kebumen. Karena itu para dosen yang begelar doktor akan terus diupayakan bertambah sehingga tidak tertinggal dari universitas muhammadiyah lain yang sudah lebih dulu berdiri. Selain itu juga akan membuka Program Pasca Sarjana Ilmu keperawatan.

Herd Immunity dalam situasi New Normal

Konsep new normal yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia pada bulan Juni 2020 menuai banyak komentar, baik dari kalangan ekonomi maupun kesehatan. Pada sebagian masyarakat hal ini menjadi tanda tanya besar apakah pemerintah mengandalkan terbentuknya herd immunity untuk kasus Covid 19 ini ataukah akan menerapkan herd immunity dibalut dengan konsep new normal. Dilihat dari perspektif kesehatan, konsep new normal dikhawatirkan akan memunculkan lebih banyak kasus positif corona yang dapat meningkatkan beban di pelayanan kesehatan. Pada tanggal 6 Juni 2020 pukul 12.00 WIB tercatat terdapat 30.514 Kasus positif corona di Indonesia, dan ada peningkatan sebesar 993 kasus.

(more…)

BERESIKO, TUNDA KEHAMILAN LEBIH BAIK ?

Penyebaran kasus covid-19 berlangsung sangat cepat. Kondisi ini menyebabkan timbulnya keraguan masyarakat terutama bagi pasangan suami istri yang sudah merencanakan program kehamilan. Selama pandemi covid-19 berlangsung dan menghadapi era new normal , baik masyarakat maupun pelayanan kesehatan harus tetap berjalan secara optimal, aman bagi pasien dan bidan dengan berbagai penyesuaian berdasarkan panduan penanganan covid-19.

STIKES Muhammadiyah Gombong menyelenggarakan Webinar Kebidanan dengan tema Pelayanan Kebidanan Berkualitas dalam Asuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan di Masa New Normal “Masa Kehamilan”. Kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 1200 orang dari pelosok nusantara ini dipandu oleh seorang moderator, Eti Sulastri, M.Keb., saat ini menjabat sebagai salah satu dosen program studi kebidanan program diploma STIKES Muhammadiyah Gombong.

Lulusan Program Doktoral Khon Kaen University of Thailand yang merupakan doktor pertama di program studi kebidanan program diploma tiga , Wulan Rahmadhani, S.ST., MMR.Dr.PH turut menjadi narasumber webinar ini. Materi yang dibahas dalam kesempatan ini adalah Manajemen Pelayanan Kebidanan di Masa New Normal (Kehamilan). Peran bidan selama masa pandemi dan new normal adalah sebagai pendidik, pelaksana, peneliti dan pengelola. Pelayanan kebidanan terdiri dari beberapa tahapan seperti pra pelayanan (konsultasi, penyuluhan, kajian komprehensif, KIE dan konseling secara online), yang kedua adalah pelayanan (memverifikasi hasil kajian komprehensif).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu, 27 Juni 2020 ini juga mendatangkan narasumber yang merupakan dokter spesialis di RS PKU Muhammadiyah Gombong, dr. Wiwiek Widyaningsih, Sp.OG (K) yang mengangkat pembahasan Perencanaan Kehamilan di Masa New Normal. Banyak yang menunda perencanaan kehamilan selama masa pandemi covid-19, tetapi memasuki era new normal mulai banyak yang berminat untuk melanjutkan program kehamilan. Bagaimana sebaiknya program kehamilan pada masa pandemi dan new normal ini ? Menurut narasumber, sebaiknya perencanaaan kehamilan di masa era new normal ditunda terlebih dahulu karena masih beresiko seperti belum adanya penelitian yang menunjukkan ada tidaknya peningkatan resiko obstetric pada ibu hamil yang terpapar virus covid-19.

Hj. Khamidah, MM selaku ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kebumen dalam sambutannya menyampaikan  terimakasih kepada para pembicara dan STIKES Muhammadiyah Gombong yang telah menjalin kerja sama dengan baik khususnya dengan bidan di Kabupaten Kebumen.

Pada kesempatan ini, Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang diwakili oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, H. Sarwono, SKM., M.Kes. mengungkapkan kecepatan dalam penanganan pasien selama pandemi dan era new normal sangat dibutuhkan. Adanya perubahan situasi, kita memerlukan adanya ilmu terbaru yang perlu kita terapkan sehingga kualitas pelayanan kebidanan bisa optimal. “Berkualitas adalah suatu tindakan yang berdasar ilmu, semoga webinar ini bermanfaat untuk kemajuan pembangunan Indonesia”, ucapnya.

Gawat Darurat selama Pandemi Covid-19

Selama masa pandemi covid-19, situasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) ramai didatangi pasien dengan gejala yang mengarah pada covid-19. Banyak rumah sakit kewalahan untuk melayani pasien yang begitu banyak. Beberapa dari pasien bahkan merasa tidak diberi penanganan secepatnya. Namun, perlu diketahui bahwa dokter dan perawat diharuskan untuk mendahulukan pasien yang kondisinya paling gawat. Hal tersebut merupakan prosedur yang wajar dalam dunia tenaga kesehatan karena setiap IGD menganut sistem triase gawat darurat medis.

DPK PPNI STIKES Muhamadiyah Gombong bekerja sama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong menyelenggarakan Kegiatan Zoominar #6 dengan tema Manajemen Pasien Covid-19 di Ruang Emergency, Kamis (25/6) lalu. Zoominar yang dipandu oleh Moderator, Fajar Agung Nugroho, S.Kep., Ns., MNS jebolan program Magister di Khon Kaen University of Thailand menggandeng 2 (dua) pembicara praktisi dan ahli di bidang kegawatdaruratan.

Putra Agina W S, S.Kep.Ns.  M.Kep., dosen Kegawatdaruratan STIKES Muhammadiyah Gombong menjadi pembicara pertama, memaparkan tentang TRIASE : Deteksi Dini Pasien dalam Pengawasan Covid-19. Triase adalah proses khusus memilah dan memilih pasien, kondisi pasien mana yang harus segera diberikan tindakan terlebih dahulu. Panduan triase awal dalam penanganan pasien covid-19 antara lain menyiapkan titik triase di pintu masuk fasilitas kesehatan untuk screening pasien terhadap covid-19, penempatan papan informasi untuk mengedukasi pasien dan keluarga agar melakukan langkah-langkah kebersihan, menyiapkan ruang tunggu terpisah, titik tempat cuci tangan dan waspada terhadap orang yang menunjukkan gejala covid-19. Setelah triase awal selesai, dilakukan pengkajian triase primer (ada tidaknya gejala covid-19) dan triase sekunder (cek kondisi pasien lebih dalam).

Pembicara kedua, Joko Mardiyono, S.Kep., Ns., senior praktisi kegawatdaruratan sekaligus menjabat sebagai Ketua Komite Keperawatan RSUD Dr. Soedirman Kebumen dalam penyampaiannya menjelaskan tentang tatalaksana asuhan kegawatdaruratan pasien covid-19. Pada rumah sakit rujukan dalam penanganan pasien covid-19 yang disiapkan adalah sumber daya manusia yang memadai, sarana prasarana pendukung (IGD, klinik khusus covid, ruang khusus isolasi, pemeriksaan penunjang radiologi dan laboratorium). Selain itu, Alat Pelindung Diri (APD) merupakan standar wajib. APD yang digunakan harus sesuai level dengan masing-masing indikasi.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong yang diwakili oleh Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama, Sawiji, S.Kep., Ns., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya bagi peserta zoominar yang bukan hanya berasal dari Indonesia, tetapi dari Jepang dan Kuwait. Penghargaan terbaik untuk tim DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong yang dengan enerjik dan produktif telah menyelenggarakan rangkaian zoominar 1 sampai 6. “Kita berikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk berkarya dengan semangat, mohon doa restu juga STIKES Muhammadiyah Gombong sedang berproses menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong, semoga tahun ini terwujud”, ucapnya.

Kemanfaatan Tanaman Herbal dalam Pencegahan Virus Corona

Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang begitu melimpah. Contoh pemanfaatan dari kekayaan alam tersebut adalah penggunaan tanaman herbal untuk tujuan kesehatan secara turun temurun. Saat ini, tanaman herbal banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu cara untuk membantu pencegahan virus corona. Tanaman herbal yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah tanaman empon empon seperti kunyit, jahe dan temulawak.

Salah satunya cara pencegahan virus dengan mengonsumsi berbagai vitamin peningkat imunitas tubuh.Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk rajin mengonsumsi ramuan tradisional seperti empon-empon .Selain empon-empontanaman herbal lainnya juga banyak yang dipercaya bagus untuk menangkal virus corona. Manfaatterbesar dari tanaman herbal adalah membantu meningkatkan imunitas tubuh, sehingga tidak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit seperti virus corona. Jika imunitas tubuh baik, penyakit sulit masuk ke dalam tubuh. Tanamanherbal yang dipercaya mampu menangkal virus corona di antaranya adalah kunyit, jahe dan temulawak. Selain golongan tanaman golongan empmon-empon tanaman lain seperti daunkelor, meniran, dan jinten hitam dengan kandungan bahan aktif flavonoid bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi imun. Tanaman empon empon dengan kandungan curcuminmengandung zat aktif kurkuminoid yang berfungsi sebagai anti virus dan imunomodulator.

(more…)

Translate »