by Humas Unimugo | Apr 4, 2019 | Berita Terkini
Sebanyak empat orang karyawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong, Kebumen mendapatkan kesempatan berangkat menunaikan ibadah umroh. Keberangkatan mereka ke tanah suci Mekkah dan Madinah dibiayai sepenuhnya oleh kampus tersebut.
Dari keempat karyawan yang akan menunaikan umroh, dua orang bernama Tusa (53) warga Desa Kalitengah, Kecamatan Gombong dan dan Sarwono (42) warga Desa Jatinegara, Kecamatan Sempor sehari-hari bekerja sebagai cleaning service alias petugas kebersihan kampus. Sedangkan dua lainnya adalah Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) Widiantoro, Wakil Ketua IV bidang kerjasama internasional Sawiji.
Keempatnya rencananya akan berangkat ziarah ke tanah suci pada 25 Maret hingga 3 April 2019. Adapun pelepasan dilaksanakan bersamaan dengan Kajian Bulanan serta penyerahan SK purna tugas staf administrasi Ibnu Sukarso SE, Jumat (22/3).
Pelepasan dilakukan oleh Ketua Stikes Gombong Hj Herniyatun SKep SpMat disaksikan Ketua BPH Stikes Gombong dr Fatah Widodo SpM dan jajaran dosen dan seluruh karyawan. Sedangkan kajian diisi oleh mantan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kebumen KH Mudhofir yang menyampaikan materi syukur nikmat.
Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Herniyatun menjelaskan bahwa program umroh karyawan kali ini merupakan angkatan ketiga. Sejak pertama sudah pihanya sudah memberangkatkan 12 karyawan yang menunaikan ibadah umroh dengan biayai kampus.
“Program umroh karyawan diperuntukkan bagi karyawan yang sudah memiliki masa karja lebih dari 10 tahun. Mereka terpilih sesuai urutan masa kerja,” ujar Herniyatun didampingi Bagian Humas Stikes Ukis Erliwianto SE kepada Suara Medeka di sela-sela acara.
Uang Saku
Selain program umroh karyawan pihaknya juga memiliki program tabungan haji bagi karyawan yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun yakni dengan subsidi 50 persen. Sedangkan bagi karyawan yang memiliki masa kerja memiliki lebih dari 20 mendapatkan subsidi 100 persen.
“Selain sebagai reward atas kinerja para karyawan, program umroh dan haji merupakan kebijakan Stikes sebagai perguruan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah agar para karyawan bisa menyempurnakan rukun Islam yang lima,” ujarnya menyebutkan selain gratis, karyawan yang menunaikan ibadah umroh juga diberikan uang saku.
Tusa dan Sarwono dua karyawan yang sudah bekerja sejak 1996 merasakan bahagia mendapat nikmat yang sangat berharga yakni bisa menunaikan ibadah umroh. Mereka tidak pernah menyangka akan dapat kesempatan langka yakni beribadah umroh bersama para pimpinan.
“Terima kasih kepada Stikes Muhammadiyah Gombong yang memberikan penghargaan ini,” ujar Tusa.
by Humas Unimugo | Mar 21, 2019 | Berita Terkini
Enam orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong mengikuti International Nursing Student Forum (INSF) di Universiti Malaysia Sarawak (Unimas) Malaysia. Tak hanya menjadi peserta delegasi Stikes Gombong juga menjadi panitia bersama bergabung dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand, Filipina dan China.
Dalam forum internasional yang berlangsung pada 9-10 Maret 2019 tersebut, enam mahasiswa yang terdiri atas tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) DIII Keperawatan dan tiga dari S1 Keperawatan juga mempresentasikan hasil riset karya mereka. Kehadiran mahasiswa tersebut didampingi oleh dua orang dosen pembimbing dan staf tata usaha.
Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama Stikes Muhammadiyah Gombong Sawiji MSc yang ikut mendampingi para mahasiswa tersebut mengatakan, keterlibatan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Gombong pada ajang INSF sudah yang ke-10 kali. Sejak tahun 2012, setiap tahun pihaknya selalu mengirimkan delegasi untuk bergabung dalam forum yang tahun ini digelar di Unimas Serawak Malaysia.
“Forum internasional itu mahasiswa dapat mengupdate ilmu dan isu-isu kesehatan dunia. Selain itu juga mengetahui perkembangan terbaru keperawatan era industri 4.0,” ujar Sawiji kepada Suara Merdeka, Kamis (14/3).
Selain itu, kunjungan ke Unimas tersebut dimanfaatkan untuk menggelar eksekutif meeting dalam rangka melakukan penjajakan kerjasama antara Stikes Muhammadiyah Gombong dengan Unimas Malaysia. “Rencana kerjasama yang sedang dijajaki meliputi pertukaran mahasiswa, studi lanjut S2 dan S3 hingga joint publikasi riset di jurnal ilmia,” imbuh Sawiji didampigi Bagian Humas Stikes Gombong Ukis Erliwianto SE.
Sawiji menegaskan bahwa dengan berbagai program kerjasama internasional, pihaknya berkomitmen ingin membangun Stikes Muhammadiyah Gombong sebagai perguruan tinggi lokal dengan kualitas global. Selain itu, kerjasama internasional terus ditingkatkan dalam rangka proses menjadi universitas. Nantinya Stikes Gombong akan memiliki kelas internasional, termasuk membuka S2 program internasional.
“Dari sisi penyerapan kerja, para mahasiswa yang memiliki pengalaman belajar di luar negeri memiliki kesempatan dan peluang kerja yang cukup baik. Selain itu, secara mental mereka memiliki kepercayaan diri yang baik dalam menghadapi persaingan di era global,” tandasnya seraya menyebutkan pengalaman di luar negeri juga bisa dicantumkan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
by Humas Unimugo | Mar 14, 2019 | Berita Terkini
Sebanyak 319 mahasiswa tingkat I Sekolah Tinggil Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong mengikuti pelatihan softskill di kampus setempat, baru-baru ini. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Career Development Center (CDC) berlangsung sehari penuh.
Dibuka oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep Sp Mat menghadirkan pemateri dari Tim Pengembangan Softskill. Para mahasiwa dari Program Studi S1 Keperawatan, S1 Farmasi, D3 Keperatawan dan D3 Kebidanan tersebut mendapatkan sejumlah materi mengenai komunikasi, etika dan sopan santun.
Materi konsep pelayanan masa depan disampaikan oleh Ns Andy Sofyan P MKep, Komunikasi efektif oleh Muh Ali SKep MMKes, Konsep otaak sehat sebagai dasar pelayanan dan konsep soft skill dan handling conplain disampaikan oleh Dr Rita Kartika Sari SKM MKes.
Ketua CDC Stikes Muhammadiyah Gombong Putra Agina WS MKep menjelaskan, pelatihan softskill merupakan salah satu program kerja CDC Stikes Muhammadiyah Gombong untuk meningkatkan komunikasi, etika, sopan santun, salam guna mempersiapkan layanan kepada masyarakat.
“Pelatihan ini sekaligus persiapan praktik baik di rumah sakit maupun pelayanan kesehatan,” ujar Putra Agina didampingi Ketua Panitia Endah Setianingsih MKep kepada Suara Merdeka di sela-sela acara.
Lebih lanjut, Putra Agina menambahkan, kemampuan komunikasi yang baik sangat penting dimiliki oleh mahasiswa kesehatan. Pasalnya, peran petugas kesehatan sebagai educator menjadikan komunikasi wajib dilakukan dengan baik yang harus dimulai dari tahap akademik.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswan Sarwono SKM MKes menambahkan, softskill yang baik akan semakin meningkatkan performance dan kualitas mahasiswa di masyarakat. “Hal ini perlu dilakukan agar bisa menjadi pembeda antara mahasiswa Stikes Muhammadiyah Gombong dengan perguruan tinggi lain,” ujar Sarwono.
by Humas Unimugo | Mar 14, 2019 | Berita Terkini
Organisasi kesejahteraan sosial di Jepang yakni Yayasan Hadiah Kekaisaran “Saiseikai” menyatakan siap menerima perawat lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong. Tak tanggung-tanggung, yayasan yang berdiri sejak 1911 atas sumbangan Kaisar Meiji itu bisa menerima 10 orang per tahun.
Informasi itu diperoleh saat Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat dan Wakil Ketua II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Ery Purwanti melakukan kunjungan balasan ke Spesial Nursing Nagamachi di Kota Yamagata, Jepang, baru-baru ini. Nagamachi merupakan satu dari sekian banyak jaringan Yayasan Saiseikai di Jepang.
Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat menjelaskan, dalam kunjungan balasan itu pihaknya mengunjungi rumah sakit, panti jompo dan tempat penitipan anak. Pihaknya diterima oleh pendiri dan pengurus panti Hamasaki Makoto serta jajaran manajemen. Pihaknya juga menemui sejumlah alumni Stikes Gombong yang bekerja sebagai care worker di sana.
Selain itu, kunjungan selama tiga hari efektif tersebut juga dilakukan pembahasan mengenai program pengiriman pengawai. Itinya, setiap tahun mereka siap menerima 10 alumni Stikes Muhammadiyah Gombong sebagai care worker.
“Kunjungan ini merupakan balasan dari dua kunjungan dari Saiseikai ke kampus Stikes Muhammadiyah Gombong,” ujar Herniyatun kepada Suara Merdeka usai kunjungan.
Lebih lanjut, Herniyatun menambahkan, saat ini sudah banyak alumni Stikes Muhammadiyah Gombong yang bekerja di jaringan Saiseikai. Yang menarik, mereka di sana tidak sekadar bekerja dalam jangka pendek tetapi bisa mengikuti ujian negara sehingga jika lulus bisa tinggal dan bekerja di Jepang dalam jangka waktu lama.
Selain itu, sebelum mulai bekerja, mereka juga disediakan tempat belajar. Termasuk di sediakan tempat tinggal atau apartemen. Adapun sistem penggajian juga disamakan dengan orang Jepang. “Untuk gaji pekerja baru sebesar Rp 20 juta/bulan,” ujarnya.
Layanan Kesehatan
Disebutkan bahwa awal pendirian pertama Saiseikai diperuntukan untuk membantu dan melayani orang-orang yang tidak mampu. Berkantor pusat di Tokyo yayasan memiliki jaringan kantor cabang di 40 dari 47 prefektur Jepang. Saiseikai bertujuan untuk terus menumbuhkan kehadirannya sebagai organisasi kesejahteraan sosial dan institusi medis publik.
Yayasan ini mempekerjakan sekitar 58.000 staf yang berdedikasi masing-masing terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan layanan kesehatan, medis, dan kesejahteraan. Anggota staf ini melakukan kegiatan mereka di 705 fasilitas dan program penjangkauan Saiseikai, yang meliputi rumah sakit, fasilitas layanan kesehatan untuk orang tua, lembaga kesejahteraan untuk orang tua dan anak-anak, stasiun perawatan keperawatan kunjungan rumah, dan sebagainya.
Sebelumnya, Wakil Direktur Special Nursing Nagamachi Yamagata Abe Hishashi berkunjung ke Stikes Gombong. Dia datang bersama dua alumni Stikes yang bekerja di sana yakni Agus Triyanto dan Angga. Alumni Stikes Gombong dinilai memiliki kompetensi yang memadai, etos kerja bagus serta karakter yang baik.
Dalam kesempatan itu, Abe Hishashi menyebutkan bahwa jumlah lansia di Jepang cukup banyak. Jumlah itu tidak sebanding dengan penduduk produktif. Sehingga Jepang membutuhkan tenaga kesehatan untuk memberikan layanan bagi lansia.
“Untuk itu, bagi yang tertarik untuk menjadi tenaga kesehatan di Jepang bisa bergabung di Nagamachi,” ujar Abe Sishashi.
by Humas Unimugo | Jan 29, 2019 | Berita Terkini
KEBUMEN – Sebanyak empat orang Pendonor Darah Sukarela (DDS) asal Kabupaten Kebumen mendapatkan penghargaan dari Presiden Indonesia. Penghargaan tersebut dilaksanakan karena pendonor telah berdonor sebanyak 100 kali. Adapun Penyematan Penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial DDS 100 dilaksanakan di Puri Agung Convention Hall Hotel Grand Sahid Jakarta Pusat, hari ini Sabtu (26/1/2019).
Adapun keempat pendonor darah yang mendapatkan penghargaan tersebut yakni Kuswanto (60) yang kini bekeja di RSKIA Dewi Queen, Soffan (54) yang kini bekerja di STIKES Muhammadiyah Gombong, Sugeng Haryono (61) yang kini bekerja di PT Sundus dan Rohadi (61) seorang pensiunan Kejaksaan Negeri.
Sekretaris PMI Kebumen Salim Wazdy MPd menyampaikan, saat ini para peserta yang akan mendapatkan penghargaan sudah berada di Jakarta. Malam ini pesertaakan melaksanakan gladi untuk persiapan acara besok pagi. “Kami menyampaikan selamat kepada para pendonor. Semoga hal ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat,” paparnya.
(more…)