by Humas Unimugo | Sep 24, 2019 | Berita Terkini
GOMBONG, suaramerdeka.com – Sebanyak 400 orang peneliti yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari 15 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Jawa Tengah dan DIY mengikuti kegiatan bertajuk The 10 th University Research Colloquium (URECOL) di kampus Stikes Muhammadiyah Gombong, baru-baru ini.
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Muhammadiyah dalam Riset Sains dan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0 menuju Ketercapaian SDG’s” itu menghadirkan dua pembicara kunci. Yakni Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr H Khudzaifah Dimyati SH M Hum yang mengangkat tema Program dan Kebijakan Muhammadiyah Terhadap Riset dan Publikasi Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah.
Kemudian, Ketua MPKU Pusat PP Muhammadiyah Drs Mohammad Agus Samsudin MM yang mengangkat tema Sinergi MPKU sebagai Bagian dari Pengabdian Masyarakat untuk Kemaslahatan Ummat.
Berbeda dengan penyelenggaran URECOL sebelumnya, URECOL ke-10 ini memberi kesempatan kepada lima orang peneliti dengan naskah terbaik untuk menjadi Invited Speaker dalam forum ini. Invited Speaker diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian di hadapan peserta seminar dan seluruh naskah yang terpilih akan dimuat dalam jurnal terakreditasi SINTA 1-4.
Lima peneliti yang menjadi invited speaker adalah Nasruddin dari Universitas Muhammadiyah Semarang dengan judul Efektivitas Perlakuan Kombinatif Plasma Medis dan Ekstrak Daun Sirih untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Fase Proliferasi pada Model Mencit Diabetik.
Kemudian Edy Purwo Saputro (Universitas Muhammadiyah Surakarta) dengan judul Ketika Generasi Milenial Memilih. Putra Agina Widyaswara Suwaryo (Stikes Muhammadiyah Gombong) dengan judul penerapan Early Warning score system di ruang perawatan.
Khabib Sholeh (Universitas Muhammadiyah Purworejo) memaparkan risetnya yang berjudul “Keefektifan Model Parmi dalam Pendidikan Pengembangan Diri sebagai Penguatan Nilai Karakter dan Literasi Siswa”. Kemudian Ana Zumrotun Nisak (Universitas Muhammadiyah Kudus) dengan Judul “Penggunaan Kombinasi Metode Basoku terhadap Produksi Air Susu Ibu (ASI)”.
Ketua Panitia The 10 th URECOL Arnika Dwi Asti MKep menjelaskan, URECOL merupakan forum yang berfungsi untuk memfasilitasi diseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat. URECOL telah diselenggarakan sejak tahun 2015 dengan durasi setiap enam bulan sekali.
“Untuk yang ke-10 kalinya URECOL diselenggarakan dalam upaya memberikan kesempatan pada para peneliti untuk melakukan publikasi di forum ilmiah,” ujar Arnika Dwi Asti di sela-sela acara.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah se-Jawa Tengah dan DIY bekerjasama dengan Stikes Muhammadiyah Gombong itu merupakan forum seminar nasional yang memberikan kesempatan untuk diseminasi, diskusi, dan mendapatkan follow up atas research outcomes yang lebih bermanfaat.
Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang baik akan memberikan lebih banyak manfaat jika dipublikasikan juga melalui berbagai jurnal dan wadah informasi yang tepat. Sehingga banyak yang diimplementasikan dan menjadi bahan rujukan untuk penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
Tantangan Riset Nasional
Ketua Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Pusat Agus Ulinuha PhD hadir memberikan sambutan dan apresiasi yang luar biasa kepada peserta. Pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Stikes Muhammadiyah Gombong yang sudah menyiapkan dan menyelenggarakan URECOL.
Acara dimeriakan oleh paduan suara Gita Lecsta Stikes Muhammadiyah Gombong, dan tarian tradisional cepetan yang berasal dari Karanggayam, Kebumen dipentaskan secara apik oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seni Stikes Muhammadiyah Gombong.
Prof Khudzaifah Dimyati dalam paparannya menyampaikan bahwa tantangan riset nasional antara lain fokus riset, relevansi riset, produktivitas riset dan kolaborasi riset. Selain itu kerjasama riset baik domestik maupun internasional, meliputi berbagai dana penelitian, berbagi keahlian SDM, berbagai fasilitas riset, dan joint publikasi juga masih menjadi tantangan.
“Anggaran risbang di Indonesia masih bertumpu pada APBN. Padahal APBN sangat terbatas. Dunia usaha belum beperan secata signfikan dalam peningkatan anggaran risbang,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemanfaatan anggaran risbang yang kecil belum optimal untuk meningkatkan relevansi dan produktivitas risbang karena sistem penganggaran dan administrasi keuangan yang sangat rigid cenderung menjadi faktor “penghambat” dalam pelaksanaan risbang, selain faktor kurang tajamnya fokus risbang.
by Humas Unimugo | Sep 24, 2019 | Berita Terkini
GOMBONG, Suaramerdeka.news – Para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong diminta untuk ikut berperan dalam mengatasi persoalan kemiskinan di Kabupaten Kebumen sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Salah satunya, para alumni Stikes Gombong didorong untuk berperan serta dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Kabupaten Kebumen berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 22 persen menjadi 17 persen. Kehadiran Stikes beserta alumninya harus turut serta dalam hal itu,” ujar Wakil Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Chairil Anwar dalam acara Wisuda XXX Stikes Muhammadiyah Gombong, Sabtu (21/9).
Dalam kesempatan itu, Prof Chairil meminta doa restu dan dukungan untuk pengembangan Stikes menuju institut atau universitas.
“Selamat kepada wisudawan dan orang tua wali dan agar wisudawan dapat berperan serta dalam meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Prof Chairil.
Adapun Wisuda XXX dan Angkat Sumpah Profesi Ners Stikes Muhammadiyah Gombong diikuti 536 lulusan. Mahasiswa yang diwisuda terdiri atas empat prodi yakni 63 wisudawan D-3 Kebidanan, 128 D-3 Keperawatan, 165 S-1 Keperawatan, serta sejumlah 180 wisudawan Program Profesi Ners.
Adapun peringkat pertama mahasiswa Prodi DIII Kebidanan diraih Asih Husnul Khotimah dengan IPK 3,59. Prodi D-3 Keperawatan Cristina Wardani dengan IPK 3,99, Prodi S-1 Keperawatan Reg A diraih Afton Feriadi IPK 3,93, Prodi S-1 Keperawatan Reg B Lina Mayasari dengan IPK 3,53, Program Profesi Ners A Titih Palupi dengan IPK 3,96, dan Program Profesi Ners B Yeni Styaningsih dengan IPK 3,96.
“Dengan kompetensi hard skill dan soft skill yang memadai, kami yakin alumni Stikes Muhammadiyah Gombong dapat mengintegrasikan diri dengan lingkugan, memanfaatkan dan menciptakan kesempatan dan mampu berkompetisi secara segar dan sportif dengan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta kerja,” ujar Ketua Stikes Gombong Herniyatun MKep SpMat.
Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz dalam sambutannya mengatakan, Kebumen berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 22 persen menjadi 17 persen. “Kebumen juga menjadi urutan ke-15 dari seluruh kabupaten di Indonesia dalam pengembangan kreativitas,” ujarnya. seraya menyebutkan bahwa pembangunan jalan di bagian utara Kebumen sepanjang 60 km.
Pada kesempatan itu, Yazid meminta Muhammadiyah dan NU saling melengkapi. Santri Pondok Pesantren Al Huda juga menjadi mahasiswa Stikes Muhammadiyah Gombong. Hadir dalam acara itu, Kabag Umum LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Hendradi Sulistiawan SH, Wakil Ketua Pembina Majelis Hukum HAM dan Majelis Tarjih PWM Jawa Tengah Dr Abdul Fattah Santosa MAg.
Hadir pula Ketua PPNI Kebumen Tri Tunggal Eko Sapto MPH sekaligus mengangkat sumpah D-3 Keperawatan dan Profesi Ners, Ketua IBI Kebumen Hamidah yang mengangkat sumpah D-3 Kebidanan.
by Humas Unimugo | Sep 24, 2019 | Berita Terkini
GOMBONG (KebumenUpdate.com) – Demi mewujudkan sebagai lembaga pendidikan kesehatan yang unggul, modern dan Islami sesuai visinya, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong terus meningkatkan kualitas baik dari SDM, sarana prasarana, dan memperluas jaringan.
Peningkatan sarana dan prasarana salah satunya dengan mengoperasikan gedung perpustakaan terpadu yang cukup modern. Gedung megah berlantai tiga itu sudah difungsikan penggunaannya. Lantai pertama terdapat perpustakaan yang dilengkapi buku-buku literatur yang lengkap.
Juga dilengkapi ruang multimedia, yang bisa diakses oleh para mahasiswa dengan bebas. Yang menarik di salah ruangan terdapat tempat yang bernama comfort zone. Dilengkapi pendingin ruangan, hotspot, dan tempat ruangan dengan konsep minimalis ini sangat nyaman dipakai mahasiswa untuk bersantai menunggu jam kuliah, membaca buku, mengerjakan tugas kuliah, hingga untuk berdiskusi ringan.
Baca Juga: Mahasiswa Baru Stikes Muhammadiyah Gombong Dikenalkan Kehidupan Kampus
Di lantai dua terdapat Laboratorium Farmasi. Saat ini pihaknya sedang menunggu pengiriman barang hibah dari pemerintah pusat dalam bentuk peralatan farmasi senilai Rp 650 juta.
“Sedangkan untuk lantai tiga dipakai untuk ruang perkuliahan dan tutorial,” ujar Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat di ruang kerjanya.
Guna meningkatkan sumberdaya dosen, para dosen pun didorong meningkatkan kompetensi baik melalui peningkatan jabatan fungsional akademik maupun peningkatan jumlah sertifikasi dosen. Para dosen juga didorong untuk menempuh program pendidikan hingga S3.
Baca Juga: Keren, Dosen Stikes Muhammadiyah Gombong Raih Beasiswa ke Australia
Dua dosen Stikes Muhammadiyah Gombong berhasil lulus Program S3 dari Khon Kaen University (KKU) Thailand. Saat ini, dosen Prodi D3 Keperawatan Ike Mardiati Agustin MKep Sp KepJ meraih Beasiswa Retooling Kompetensi Vokasi Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Nursing tahun 2019 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Ike mengikuti pendidikan dan pelatihan mengenai pelayanan kesehatan masyarakat (Community Health Service) selama dua bulan di Bendigo Tafe dan Kangan Institute Victoria Melbourne Australia.
“Dengan berbagai upaya tersebut, Stikes Muhammadiyah diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, modern dan Islami sesuai dengan visi perguruan tinggu,” tandas Herniyatun yang saat ini sedang menyelesaikan S3 di Universitas Indonesia.
Saat ini, Stikes Muhammadiyah Gombong memiliki sebanyak 1.475 mahasiswa dan 48 dosen. Pada penerimaan mahasiswa baru, sebanyak empat mahasiswa mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan tiga mahasiswa mendapatkan beasiswa institusi. (adv)
by Humas Unimugo | Sep 4, 2019 | Berita Terkini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong membekali calon lulusannya dengan pedoman hidup Islami sesuai persyarikatan Muhammadiyah dan pengenalan dunia kerja. Pembekalan bagi calon lulusan itu diberikan melalui kegiatan Job Fair dan Baitul Arqom Purna Studi.
Kegiatan yang berlangsung pada 28-31 Agustus 2019 itu diikuti 378 mahasiswa yang akan mengikuti wisuda. Jumlah itu terdiri atas Program Reguler A DIII Keperawatan 131, DIII Kebidanan 60, Program Profesi Ners 88 dan Reguler B 99 mahasiswa.
Ketua Panitia Job Fair Baitul Arqam Purna Studi, Putra Agina WS MKep mengatakan bahwa Job Fair diikuti oleh delapan rumah sakit di Kebumen dan luar daerah. Seperti RS PKU Muhammadiyah Gombong, PKU Muhammadiyah Sruweng, RS Siaga Medika Banyumas, RS Pondok Indah Jakarta, Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, dan RS Purwogondo.
Selain itu, tiga lembaga penyalur tenaga kesehatan dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) juga mengisi Job Fair tersebut. Hadir langsung Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah BNP2TKI Ir Arini Rahyuwati MM.
Pedoman Hidup
Adapun sejumlah materi tentang Islam dan Muhammadiyah disampaikan oleh delapan pemater dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pimpinan wilayah, pimpinan daerah dan hingga pimpinan Cabang Muhammadiyah.
Materi pedoman hidup Islami warga Muhammadiyah dalam menjalankan profesi disampaikan oleh dokter Agus Taufiqurrohman MKes SpS. KH Mudhofir menyampaikan materi keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah.
Materi tuntunan ibadah sesuai tarjih oleh Dr Ibnu Hasan SAg MSi, terkait ibadah mahdlah dan nawafil disampaikan oleh Prof Dr Suparman Syukur MAg. Pada bagian lain materi etos kerja Muhammadiyah disampaikan oleh Drs H Ahmad Kifni, dan profil kader dan perjuangan tokoh Muhammadiyah disampaikan oleh Paryanto Rohma MIP.
Putra menambahkan, kegiatan itu dilaksanakan rutin tahunan bagi calon alumni sebelum benar-benar resmi lulus dan diwisuda. Kegiatan ini wajib diikuti oleh semua peserta. Setelah dinyatakan lulus peserta akan memperoleh sertifikat sebagai salah satu syarat untuk pendaftaran wisuda.
Putra menambahkan kegiatan Baitul Arqam Purna Studi sesuai dengan pedoman perkaderan PTM-PTA bahwasanya dilaksanaan dua hari satu malam dengan materi dasar berjumlah delapan materi.
“Dengan bekal tentang Kemuhammadiyahan dan dunia kerja, para lulusan Stikes Muhammadiyah Gombong diharapkan dapat beradaptasi dan mengaplikasikan ilmunya dengan baik serta bersikap profesional kepada masyarakat,” ujar Putra Agina WS di sela-sela acara.
Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun MKep SpMat, memberikan selamat kepada alumni D3 Keperawatan & D3 Kebidanan yang telah mencapai kelulusan 100 % uji kompetensi diatas Profesi Ners dengan tingkat kelulusan 92,7 %, diakhir sambutan beliau berpesan kepada calon alumni untuk selalu menjaga nama baik almamater dan bisa bekerja serta membahagiakan orang tua. Selain itu, mampu menjaga kesehatan finansial dengan cara menabung, tidak menghambur-hamburkan gaji yang sudah didapatkan untuk keperluan yang tidak mendesak tanpa meninggalkan kewajiban beribadah kepada Tuhan .
“Niatkan bekerja untuk ibadah. Sehingga dunia dapat dan akhirat juga dapat,” ujarnya.
Acara ditutup dengan seleksi & perekrutan calon karyawan dari Rumah Sakit yang meliputi tes tulis dan wawancara.
by Humas Unimugo | Sep 4, 2019 | Berita Terkini
Salah satu dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Ike Mardiati Agustin MKep Sp KepJ lolos dalam seleksi penerimaan Beasiswa Retooling Kompetensi Vokasi Pendidikan Tinggi Vokasi Bidang Nursing tahun 2019 yang diselanggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).
Dosen Program Studi D3 Keperawatan atas nama Ike Mardiati Agustin MKep Sp KepJ tersebut akan mengikuti pendidikan dan pelatihan mengenai pelayanan kesehatan masyarakat (Community Health Service) di Bendigo Tafe dan Kangan Institute Victoria Melbourne Australia.
Dosen lulusan S2 Universitas Indonesia itu berada di Negeri Kanguru itu mulai 26 Agustus sampai 12 Oktober 2019 mendatang. Program beasiswa di bidang kesehatan itu diikuti oleh 30 dosen dari seluruh Indonesia.
“Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri dengan biaya ditanggung oleh Kemenristek Dikti,” ujar Ike Mardiati Agustin kepada Suara Merdeka sebelum berangkat.
Dosen kelahiran Kebumen, 25 Agustus 1983 mengaku sudah melakukan berbagai persiapan untuk keberangkatannya. Antara lain berkas administrasi seperti visa, cek kesehatan, keterangan kepolisian, surat tugas dari insitusi serta melancarkan kembali Bahasa Inggrisnya.
“Tentu mempelajari kultur masyarakat di sana,” ujar dosen yang tinggal di Desa Joho, Kecamatan Adimulyo tersebut.
Peningkatan Kualitas
Ike, panggilan akrabnya menerangkan, selain pembelajaran di kelas, pembelajaran juga dilakukan di laboratorium dan klinik.
Dengan pengorbanan harus meninggalkan suaminya Sigit Dwi Kurniawan dan dua anaknya selama dua bulan, Ike yang menjadi dosen sejak 2008 itu berharap dengan mengikuti pendidikan tersebut akan meningkatkan kompetensi dirinya sebagai dosen.
“Muaranya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Stikes Muhammadiyah Gombong,” ujar dosen yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Pengembangan Kurikulum dan Kepala Unit Penunjang Teknis Stikes Muhammadiyah Gombong tersebut.
Tahun sebelumnya, dosen Prodi DIII Keperawatan Stikes Gombong Hendri Tamara Yuda SKep Ns MKep juga lolos program yang sama dan mengikuti diklat di Nanyang Polytechnic International (NYPI) Singapura. Selama delapan minggu dia menimba ilmu di bidang keperawatan khususnya keperawatan pedagogi dan pembaruan dalam keperawatan bedah medis di NYPI Singapura.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Kelembagaan, Iptek dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menyampaikan, program tersebut merupakan upaya peningkatan kapasitas dan kapabilitas dosen perguruan tinggi vokasi yang merupakan salah satu implementasi dari program revitalisasi pendidikan tinggi vokasi.
“Program ini merupakan kombinasi antara pelatihan kompetensi bersertifikasi dan magang di lembaga pendidikan atau mitra industri yang sesuai dengan kompetensi yang diikuti,” ujarnya.