by Humas Unimugo | Dec 5, 2019 | Berita Terkini
CDC (Career & Development Center) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Gombong baru-baru ini memberikan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) atau Basic Life Support . Pelatihan yang berlangsung selama satu hari di Puskesmas Sadang itu dibuka oleh Kepala Puskesmas Wartika, S.T, MM , Sabtu (30/11).
Pelatihan diikuti oleh 50 peserta meliputi, dokter, perawat, bidan dan beberapa tenaga non medis di lingkungan Puskesmas Sadang. Selama satu hari peserta mendapatkan beberapa materi dasar dari tim dosen STIKes Muhammadiyah Gombong diantaranya konsep dasar bantuan dasar dan bantuan hidup dasar pada dewasa yang disampaikan trainer Dadi Santoso, M.Kep. Selanjutnya bantuan hidup dasar pada anak-anak dan bayi oleh Putra Agina W, M.Kep, dilanjutkan skill bantuan hidup 1 dan skill bantuan hidup dasar 2 yang kesemuannya diberikan dalam bentuk teori dan praktek.
Kepala Puskesmas dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan berharap pelatihan bantuan hidup dasar ini menjadikan tambahan ilmu baru bagi tenaga non medis dan sebagai refress atau penyegaran bagi tenaga medis dijajaranya . “Jadi kesimpulannya semua bagian yang ada di Puskesmas Sadang adalah penting mulai dari tukang parkir, security,administrasi, tenaga kesehatan sampai dengan top manager mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan visi puskesmas sesuai dengan porsi masing-masing’ tegasnya .
Putra sebagai ketua CDC menambahkan pelatihan ini adalah salah satu bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian & Pengabdian Masyarakat yang sedang digalakan oleh pihak kampus khususnya STIkes Gombong. Lebih lanjut dalam rangka peningkatan kualitas penanganan dan pemberian pertolongan korban gawat darurat yang mengalami henti jantung, maka perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang bantuan hidup dasar. Prinsip kegiatan ini yaitu untuk menangani kasus korban tidak sadar dan mengalami henti jantung serta henti nafas’ semoga pelatihan ini mampu memberikan gambaran tatalaksana korban tidak sadar dan meningkatkan kesadaran untuk menolong korban atau pasien dengan kondisi kegawardaruratan,’tuturnya.
by Humas Unimugo | Nov 30, 2019 | Berita Terkini
Program Studi (Prodi) DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong kembali mengelar Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) atau Basic Trauma and Cardiac Life Support bagi mahasiswa tingkat akhir. Pelatihan yang bekerjasama dengan MGEC (Muhammadiyah Gombong Education and Training Center) itu digelar di Gedung Rektorat Lantai 2 kampus setempat.
Pelatihan diikuti oleh 120 peserta. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar Kamis-Minggu (28 November – 1 Desember 2019 ) diikuti 40 peserta. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 5-8 Desember 2019 diikuti 80 peserta.
Sejumlah narasumber dari MGEC dihadirkan mengisi materi. Meliputi dokter spesialis dan subspesialis serta perawat senior dan berpengalaman dari MGEC yang dipimpin dr Eva Delsi, Sp. EM. Pelatihan diberikan dalam bentuk kuliah, diskusi, role play, simulasi, dan case study.
Adapun materi yang diberikan selama pelatihan meliputi antara lain; SPGDT, initial assessment, pengelolaan jalan nafas dan pernafasan, bantuan hidup dasar, shocks dan perdarahan, stabilisasi dan transportasi, biomekanik trauma, trauma kepala, trauma dada, trauma abdomen hingga henti jantung.
Selain itu juga dilakukan simulasi resusitasi jantung paru, pengelolaan jalan nafas dan bantuan pernafasan, stabilisasi dan transportasi serta dedibrikasi. Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.
Wakil Ketua I Bidang Akademik Stikes Gombong Isma Yuniar MKep mengatakan, pelatihan ini kali pertama dilaksanakan kerjasama dengan MGEC harapanya untuk kedepanya bisa terus terjalin, Selain itu tujuan pelatihan PPGD ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kesiapan mahasiswa keperawatan khususnya dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan. Dia berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikan di tempat praktik khususnya di klinik gawat darurat.
Menambahkan ketua panitia penyelenggara Bambang Utoyo, M,Kep “Melalui pelatihan ini diharapkan mewujudkan mahasiswa & tenaga kesehatan khususnya perawat yang sudah bekerja di pelayanan kesehatan yang unggul dan kompetitif, dalam melayani masyarakat.
Lebih lanjut, Bambang menuturkan peserta pelatihan tidak hanya mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Stikes Gombong tingkat akhir akan tetapi ada beberapa perawat yang sudah bekerja di rumah sakit didaerah Kebumen, Banyumas & Banjarnegara yaitu 29 orang. “tandasnya.
by Humas Unimugo | Nov 20, 2019 | Berita Terkini
Perguruan tinggi dan perusahaan pers memiliki kesamaan misi yakni salah satunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka kerja sama antara perguruan tinggi dengan perusahaan pers menjadi langkah kolaborasi sehingga dapat mewujudkan cita-cita secara bersama-sama.
Harian Suara Merdeka melanjutkan kembali kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong. Kerja sama kali ini difokuskan pada pemuatan artikel karya para dosen Stikes Muhammadiyah Gombong di halaman harian Suara Merdeka secara berkala.
Penandatangan nota kesepahaman atau MoU dilakukan oleh Koordinator Bisnis (Korbis) Suara Merdeka Kedu Selatan, Agus Winarto, bersama Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Hj Herniyatun SKep SpMat, Selasa (12/11).
Tampak hadir dan menyaksikan Wakil Ketua IV Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Stikes Muhammadiyah Gombong, Sawiji SKep Ns MSc dan Bagian Humas Ukis, Erliwianto SE.
Selain penandatangan MoU, Agus Winarto juga memberikan penjelasan dan mengenalkan isi koran Suara Merdeka. “Kami berharap kerja sama ini akan terjalin lebih luas lagi,” ujar Agus Winarto, di sela-sela cara.
Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Hj Herniyatun menyampaikan, pihaknya terus mendorong para dosen di perguruan tinggi yang dia pimpin untuk menulis baik dalam bentuk artikel ilmiah, artikel populer maupun hasil penelitian. Melalui kerjasama tersebut, pihaknya berharap para dosen akan terdorong untuk giat menulis.
“Ke depan kami ingin bekerja sama dalam bidang pelatihan menulis artikel di media massa untuk para dosen,” imbuh Herniyatun.
by Humas Unimugo | Nov 20, 2019 | Berita Terkini
KEBUMEN – Banyaknya kasus bayi yang mengalami kekurangan gizi bisa disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang jarang disadari adalah cara menyusui yang salah.
Hal itu disampaikan oleh dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong Nurlaela MKep saat menjadi narasumber Kegiatan Kelompok Pendukung Ibu di Balai Desa Abean, Kecamatan Mirit, Kebumen, baru- baru ini.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Mirit itu diikuti oleh 22 kader balita. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Puskesmas Mirit dr Uskar Yulinanto. “Posisi dan perlekatan yang salah saat menyusui membuat ASI yang dihisap oleh bayi tidak maksimal,” ujar Nurlaela.
Dosen Program Studi (Prodi) D-3 Keperawatan yang juga konselor menyusui tersebut melihat masih banyak ibu-ibu yang salah dalam menyusui bayinya. Padahal, akibat perlekatan yang tidak baik dapat berakibat nyeri dan melukai puting susu. “Puting menjadi lecet dan retak,” imbuhnya.
Berkurang
Perlekatan yang tidak baik, kata dia, mengakibatkan ASI tidak bisa dikeluarkan dengan efektif, sehingga payudara bengkak. Kemudian pasokan ASI berkurang, sehingga bayi tidak puas ingin menyusu lebih lama. Selain itu, payudara yang kurang memproduksi ASI berdampak pada bayi mengalami frustasi hingga menolak menyusui dan berat bayi tidak naik.
Lebih lanjut Nurlaela menerangkan, keuntungan ASI memiliki zat-zat gizi yang lengkap, mudah dicerna, diserap secara efisien, dan melindungi terharap infeksi. Adapun keuntungan menyusui, membantu bonding dan perkembangan, membantu menunda kehamilan baru, menjaga kesehatan ibu, dan biaya lebih rendah dibanding pemberian asupan bubuk.
Selain itu, tata cara pemberian makanan pendamping ASI yang masih belum tepat, sehingga bayi berpotensi mengalami kurang gizi. Pendamping ASI adalah makanan bergizi yang diberikan bersamaan atau berdampingan dengan ASI untuk bayi berusia enam bulan ke atas atau sampai anak berusia 24 bulan.
“Adapun ASI tetap diberikan sampai anak berusia 24 bulan,” ujarnya.
Kepala Puskesmas Mirit dr Uskar Yulinanto menyampaikan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi angka anak gizi kurang. “Selain itu untuk memperbaiki pola pemberian makanan pada bayi dan anak,” ujarnya. (J19-33)
by Humas Unimugo | Nov 2, 2019 | Berita Terkini
STIKes Muhammadiyah Gombong bersama melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Korp Suka Rela (KSR) dan Pecinta Alam STIKes Muhammadiyah Gombong (PALASIGO) kembali melakukan bakti sosial di beberapa wilayah kabupaten Kebumen. Kali ini di beberapa desa di wilayah Kecamatan Karanganyar, Sempor, Alian, Karanggayam, Buayan dan Kecamatan Ayah yang menjadi tempat dilaksanakannya kegiatan ini.
Kegiatan yang berupa Penyerahan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Desa Wonorejo, Donorojo, Giripurno, Sampang, Pekuncen, Wonokromo, Surotrunan, Penimbun, Karangmaja, Glontor, Jladri, Karangbolong dan Desa Jintung ini diserahkan langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKes Muhamamdiyah Gombong Sarwono, S.KM, M.Kes (28/10) dihalaman kampus STIKes dan diterima langsung oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen sejumlah 23 tanki air bersih yang didistribusikan ke daerah krisis air.
Hendri TY, M.Kep selaku pembina UKM menyampaikan bahwa kegiatan pemberian bantuan air bersih ini merupakan wujud nyata dalam merealisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat terutama bagi masyarakat yang membutuhkan di musim kemarau” imbuh Hendri.
Menyambut baik bantuan dari STIKes Muhamamdiyah Gombong, salah satu perwakilan warga desa penerima bantuan mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada STIKes Muhammadiyah gombong yang sudah memberikan bantuan air bersih di desa kami, ia berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, khsususnya masyarakat desa yang dilanda kekeringan.
Pemberian bantuan air bersih ini adalah merupakan salah satu bentuk kepedulian STIKes Muhamamdiyah Gombong kepada masyarakat umum, terutama yang sedang mengalami krisis air akibat musim kemarau yang melanda wilayah Kebumen dan sekitarnya belakangan ini.