by Humas Unimugo | Dec 14, 2019 | Berita Terkini
Sedikitnya 320 insan kefarmasian menigikuti seminar nasional & workshop yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HIMAFARSI) STIKes Muhammadiyah Gombong Sabtu 14/12/2019 dikampus setempat. Seminar Nasional dan Workshop bertemakan ‘ Peran Farmasi dalam Praktek Kefarmasian dan Penanggulangan Peredaran Obat Ilegal ‘ ini dihadiri oleh Pimpinan, Dosen Pembimbing, Mahasiswa dan beberapa anggota IAI dan PAFI Kabupaten Kebumen dan sekitarnya.
Pelatihan & Workshop dibuka langsung oleh Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong Hj. Herniyatun, M.Kep, Sp. Mat sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada peserta. Dalam sambutannya Herniatun mengatakan pihaknya siap bekerjasama dengan organisasi kefarmasian mengembangkan ilmu kefarmasian dan menginformasikan ilmu-ilmu terbaru, hal ini menjawab isi sambutan sebelumnya dari Ketua IAI Cabang Kebumen Aryo Prihasmara, S.Farm.,Apt dan Ketua PAFI Cabang Kebumen Denok Suryo Wardani, AM.F. Diakhir sambutan beliau menghimbau kepada mahasiswa khususnya farmasi tidak terlibat pelanggaran terkait regulasi peredaran obat ilegal.
Penanganan obat ilegal, substandar, dan palsu terus menjadi perhatian dunia. Resiko peredarannya pun semakin marak karena meluasnya perdagangan online. Tim Perizinan Yankes Dinkes Purbalingga Samsul Hidayat, S. Farm, MH, Apt mengatakan kurun waktu Januari-November 2019 BPOM mengungkap 96 kasus peredaran produk ilegal termasuk obat, kosmetik dan makanan senilai Rp. 58,9 Miliar dan ironisnya lagi-lagi tanpa tersangka, ini menunjukan masih lemahnya pengawasan terhadap peredaran produk-produk ilegal di Indonesia, data ini disampaikan saat mengisi pemateri pertama seminar dengan pokok bahasan ‘memperkuat sinergi bersama dinas kesehatan dalam pembinaan terhadap pelanggaran peredaran obat ilegal. Pihaknya juga berharap adanya kerjasama dari masyarakat sebagai sumber informasi terkait adanya tindak pelanggaran terhadap regulasi produk ilegal dimasyarakat dengan menggandeng pihak BPOM.
Seminar kali ini mengundang beberapa narasumber diantaranya dosen program studi farmasi program sarjana STIKes Muhammadiyah Gombong Dr. Endang Yuniarti, M.Kes, Apt yang membawakan materi peranan lembaga institusi kesehatan dalam penanggulangan dan peredaran obat ilegal di era digital, menurutnya peran institusi pelayanan kesehatan diantaranya rumah sakit, puskesmas dan apotek adalah pada standar pengelolaan obat dan perbekalan farmasi diantaranya yang utama pengadaan dan pemusnahan obat.
Sementara Kepala Bidang Penindakan BPOM Jawa Tengah Zeta Rina Pujiastuti, M.Si.,Apt menyampaikan materi kasus dan tantangan apoteker serta farmasis dalam menghadapi peredaran obat ilegal di era digital menyampaikan kasus obat di era digital diantaranya lebih murah membeli obat secara online, kasus pemberian obat ED dan penjualan obat ilegal online yang disalahgunakan, kemudian tantanganya tersedianya pelayanan publik dan pengawasan berbasis digital, konektifitas tanpa batas, memilih jasa pengiriman barang online yang aman dan murah adanya standar, kebijakan dan regulasi dan masyarakat digital membangun masyarakat cerdas. Beliau menambahkan yang dinamakan obat ilegal yaitu ijin edar palsu, tanpa nomor registrasi, kandungannya tidak sesuai dengan yang seharusnya, obat import yang masuk secara ilegal dan obat yang izinya dibekukan tetaoi masih beredar
Seminar ditutup dengan materi peran farmasis pada praktik kefarmasian dalam penanggulangan peredaran obat ilegal di era digital oleh Drs. Wasilin, Apt.,M.Sc Ketua III PD IAI Jawa Tengah. Dimana peran Apoteker diantaranya sebagai penentu produksi (pengadaan bahan baku, kualitas obat, pendistribusian obat, distribusi (pemesanan obat) dan praktik kefarmasian (pengadaan/penerimaan obat, pendistribusian obat ke pasien).
by Humas Unimugo | Dec 10, 2019 | Blog
Akhir akhir ini kita dikejutkan dengan aksi ramai komunitas pengguna rokok elektrik menunjukkan foto ronthgen paru paru mereka di media sosial. Mereka mengklaim paru paru mereka bersih dan sehat meskipun menggunakan rokok elektrik. Aksi ini dilakukan di tengah panasnya pro dan kontra keberadaan rokok elektrik di Indonesia dimana Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan berbagai asosiasi profesi kesehatan merencanakan pelarangan rokok elektrik.
Rokok elektrik pertama kali ditemukan pada tahun 1963 oleh Helbert A Gilbert, akan tetapi penemuan tersebut tidak menghasilkan vape yang menjadi trend saat ini. Penemuan tersebut dikembangkan oleh Hon lik dan mematenkan rokok elektrik yang menjadi trend dan berkembang menjadi vape. Hon Lik dikenal sebagai sosok yang mengawali kehadiran rokok elektrik. Sejarah rokok elektrik atau vape pertama kali datang di Indonesia pada tahun 2010. Namun perkembangan rokok elektrik atau vape pada awal kedatangannya tersebut tidak langsung terkenal karena pada saat itu masih banyak masyarakat Indonesia belum mengetahui apa itu rokok elektrik atau vape, dan baru di sekitar 2013-2014 perkembangan vape di Indonesia mulai meningkat. Banyak masyarakat di Indonesia pada saat itu beramai-ramai membeli dan menggunakan rokok elektrik atau vape untuk mengganti pola merokok tembakau mereka.
Rokok elektrik semakin diminati oleh masyarakat Indonesia, menjamurnya para penjual rokok elektrik menjadi indikasi bahwa pemakai rokok elektrik semakin banyak. Pada saat ini rokok elektrik sudah sangat mudah didapatkan dan dijual bebas melalui toko online. Rokok elektrik pun berkembang menjadi berbagai macam bentuk desain dan varian rasa yang cukup banyak. Harga rokok elektrik terjangkau untuk masyarakat menengah ke atas, kisaran harganya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Selain di jual di took online rokok elektrik pun mudah ditemukan di toko-toko
Banyak yang meyakini rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Hasil penelitian hanya menyatakan rokok elektrik efektif untuk menggantikan kecanduan rokok tembakau. Namun belum ada penelitian yang menyatakan rokok elektrik aman bagi kesehatan manusia. Faktanya rokok elektrik yang dikabarkan aman untuk menggantikan rokok tembakau justru malah mengandung bahaya jangka panjang yang berdampak pada kesehatan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, penggunaan rokok elektronik (e-cigarette/vape) memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Dampak rokok elektronik terhadap kesehatan berkaitan erat dengan pajanan terhadap kandungan bahan pada cairan (e-liquid) dan aerosol (uap) rokok elektronik. Rokok elektrik mengandung bahan Propilen Glikol, Nikotin, Perisadietil dan zat karsinogenik. Propilen glikol dapat mengiritasi paru paru, mata , gangguan saluran pernafasan seperti asma, sesak nafas dan obstruksi paru. Nikotin telah terbukti memiliki efek buruk pada proses reproduksi, berat badan janin dan perkembangan janin,efek kronis yang berhubungan antara lain kanker paru-paru, emfisema, hingga penyakit jantung.
BPOM telah melakukan studi terkait rokok elektrik atau vape pada 2015 dan 2017. Studi menghasilkan rekomendasi rokok elektrik menimbulkan dampak negatif lebih besar dibandingkan potensi manfaat bagi kesehatan masyarakat. Kandungan e-liquid dan uap vape dapat berakibat negatif untuk kesehatan.
Hasil penelitian Won Hee Lee, dkk yang diterbitkan dalam Journal of American College of Cardiology Volume 73, Issue 21, June 2019 menambah bukti bahwa cairan rokok elektrik dapat menghambat fungsi sel-sel tubuh yang berperan dalam kesehatan jantung. Dalam studi ini, tim peneliti menemukan bukti efek toksik pada sel-sel yang melapisi pembuluh darah dan melindungi jantung. Beberapa bukti itu termasuk di antaranya gangguan pada fungsi sel dan munculnya tanda-tanda peradangan. Para peneliti mengamati bagaimana respons sel saat bersentuhan dengan cairan rokok elektrik. Efek yang paling banyak terlihat pada cairan dengan rasa kayu manis. Kesimpulan dari penelitian ini paparan akut terhadap e-liquid beraroma atau penggunaan rokok elektrik memperparah disfungsi endotel yang seringkali mendahului penyakit kardiovaskuler.
Korban yang ditimbulkan akibat penggunaan rokok elektrik sementara dilaporkan baru di Amerika Serikat. Awal Bulan Oktober 2019 Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merilis data kasus cedera paru-paru terkait penggunaan rokok elektronik atau vape di 48 negara bagian wilayah Amerika Serikat. Dari 889 pasien, sekitar 70 persen pasien adalah laki-laki dengan 80% pasien berusia di bawah 35 tahun, 16% berusia di bawah 18 tahun, dan 21% berusia 18 hingga 20 tahun. Hingga saat ini 15 negara bagian melaporkan 18 pasien telah meninggal dunia dari rentang usia 27 hingga 71 tahun. Seluruh pasien dalam data ini memiliki riwayat penggunaan produk rokok elektronik dengan 578 pasien di antaranya menggunakan produk vaping dalam tiga bulan sebelum timbul gejala.
Di Indonesia sendiri memang belum ada laporan tentang efek negative dari rokok elektrik, namun dampak rokok elektrik terhadap kesehatan dalam jangka panjang yang berbahaya serta kemungkinan bisa disalah gunakan dengan ditambahkan zat yang terlarang dan berbahaya harus menjadi perhatian serius pemerintah terutama Kemenkes dan BPOM untuk segera mengawasi dan menerbitkan aturan yang jelas.
Oleh Hendri Tamara Yuda, S.Kep.Ns, M.Kep. (Dosen Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong & Pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana/ MDMC Pengurus Daerah Muhammadiyah Kebumen)
by Humas Unimugo | Dec 10, 2019 | Blog
Setiap hari ada rata-rata 6 bencana alam yang terjadi di Indonesia, bahkan tahun lalu BNPB mencatat ada 2300 bencana alam di Indonesia, yang menyebabkan 4.000 korban meninggal dunia dan jutaan penduduk mengungsi. Sedangkan data statistik BNPB tahun 2019, jumlah kejadian bencana dalam satu tahun terakhir mencapai 2.466 kejadian dengan jumlah korban 10.2 juta orang. Jawa tengah menduduki peringkat tertinggi yaitu 304 kejadian. Selain itu, kabupaten kebumen menduduki peringkat ke 5 untuk jumlah korban bencana yaitu 135.069 orang. Bisa dilihat begitu meningkatnya jumlah kejadian dan korban yang terjadi akibat bencana. hal ini juga didukung oleh pernyataan Pelaksana Harian Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Bambang Surya Putra, bahwa kejadian bencana terus meningkat dari tahun ke tahun dalam periode yang sama.
Manajemen bencana yang baik tidak hanya berfokus pada penanggulangan ketika terjadi bencana atau pada fase tanggap darurat. Dampak bencana bisa diminimalisir jika semua pihak ikut serta dalam fase pra-bencana seperti mitigasi dan preparedness. Mitigasi bencana adalah tahap awal seperti persiapan, langkah-langkah yang diperlukan baik itu sarana dan prasarana sebelum terjadi bencana. hal ini penting dilakukan karena dapat mengurangi risiko bencana dan korban ketika terjadi bencana. peran edukasi kepada masyarakat perihal mitigasi bencana sangat penting dan diperlukan. Selain itu, pendekatan non fisik dan teknis seperti legislasi, regulasi tata ruang dan lahan, pendidikan dan penguatan kapasitas masyarakat juga menjadi bagian penting dari mitigasi bencana. hal ini juga juga didukung oleh PerMenDagri No 101/2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal sub-urusan bencana untuk kabupaten/kota, dimana salah satunya yaitu berisi pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan sebelum terjadi bencana.
Berita bencana paling banyak didapatkan dari media sosial, baik dari kalangan yang paling muda sampai paling tua, baik dari pelosok maupun sampai ke kota. itulah mengapa pakar kebencanaan Hening Parlan mengatakan bahwa informasi di media sosial yang dapat dengan cepat tersebar di masyarakat. Ambil contoh saja tentang bencana erupsi merapi pada tahun 2010 dan erupsi gunung kelud tahun 2014, atau banjir dan longsor yang terjadi di Aceh pada 18 November lalu, semua informasi tersebut bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat melalui media sosial seperti twitter, facebook, Instagram, whatsapp bahkan sms pun memiliki peran dalam penyebarluasan informasi tentang bencana. BMKG pun tidak ketinggalan ikut merilis aplikasi yang bisa diunduh melalui smartphone untuk mengetahui prakiran bencana, cuaca, titik panas dan gempa di seluruh Indonesia yang disebarkan real-time.
Berbagai riset dilakukan dalam rangka mengurangi korban akibat bencana. salah satu riset yang dilakukan adalah peran teknologi menggunakan aplikasi digital yang berfokus pada penanggulangan bencana. penelitian ini bertujuan untuk mengurangi korban bencana dengan menyampaikan informasi peringatan darurat dan informasi reduksi risiko bencana. rata-rata postingan yang mereka bagikan yaitu kepada 28 pengguna lalinnya, sehingga berita dan informasi terkait bencana dapat dengan mudah tersebar secara cepat dan efisien. Dengan adanya media sosial yang dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat, harapannya dampak akibat bencana bisa berkurang.
Pada kesempatan lain, proses penyaluran bantuan juga didominasi oleh peran media sosial yang begitu cepatnya bisa langsung diakses dan disalurkan dalam bentuk rupiah maupun bahan makanan, pakaian, serta kebutuhan korban bencana yang sudah mengungsi. Pada mitigasi bencana, media sosial bisa dimanfaatkan untuk saling membuka ruang diskusi dan kegiatan sosialisasi oleh masyarakat terkait bencana. selain itu, aplikasi early warning system atau peringatan dini sebelum bencana juga bisa digunakan oleh masyarakat terutama yang tinggal didaerah rawan bencana.
Namun, diluar itu pengguna media sosial juga harus bijak dalam memanfaatkan teknologi yang ada, mengingat maraknya berita hoaks, yang justru akan merugikan banyak pihak dan informasi yang tidak jelas tersebar ke masyarakat luas. Tak dapat dipungkiri, berita bohong tentang bencana alam pun menjadi momok. Oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ingin memanfaatkan situasi darurat demi modus ekonomi atau propaganda politis.
Mengutip pernyataan Nukman Luthfie, pegiat sosial sekaligus jurnalis yang peduli terhadap media sosial dalam artikelnya yang berjudul “bermedia sosial dengan bijak ala Nukman Luthfie”, juga menyatakan bahwa lebih dari 50% pengguna media sosial sering menerima pesan hoaks. Facebook sebagai media sosial utama dalam memperoleh informasi tersebut. Sebanyak 81% pengguna sebagai medium utama sebagai sumber hoaks. Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan dan memanfaatkan teknologi yang ada.
by Humas Unimugo | Dec 10, 2019 | Berita Terkini
Materi 1http://unimugo.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/Professionalisme-Bidan-dan-Penatalaksanaan-Preeklampsia-Terkini_compressed.pdf
Materi 2 http://unimugo.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/PPT-seminar-SITI-MUTOHAROH-1.pptx
Materi 3 http://unimugo.ac.id/wp-content/uploads/2019/12/MATERI-SEMINAR-BU-ENI-1.pptx
by Humas Unimugo | Dec 9, 2019 | Berita Terkini
Ketua STIKes Gombong Hj. Herniyatun, M.Kep, Sp. Mat melantik 24 mahasiswa menjadi tim marketing STIKes Muhammadiyah Gombong 9/12/2019. Pelantikan berlangsung berbarengan dengan apel pagi karyawan sekaligus pengenalan personal.
Mahasiswa dilantik berdasarkan SK Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong nomor 0208.1/KEP/IV.3.AU/A/2019. Tim mahasiswa ini dibentuk dalam rangka menambah daya gedor tim marketing senior yang terdiri dari staff karyawan & dosen yang terlebih dahulu dilantik sesuai SK Ketua nomor 0179.1/KEP/IV.3.AU/A/2019 sejumlah 13 personil.
Pemilihan tim marketing ini dilalui dengan seleksi ketat diawali dengan pendaftaran, dilanjutkan seleksi mulai penilaian soft skill, kemampuan verbal dan penampilan. Ke 24 tim yang terpilih kemudian mendaptkan pelatihan public speaking marketing dari tim senior dosen diantaranya materi pertama Be Excellent Person (Percaya diri, manajemen waktu, penampilan), materi kedua Amazing Performance (teknik membuka presentasi & menutup presentasi yang power full), materi ketiga membangun suasana yang menyenangkan (media, ice breaking, doorprice dan ditutup dengan comitment building (soft Bond)
Rencananya tim ini akan diterjunkan ke sekolah-sekolah SMA,MA/SMK sederajat di wilayah kabupaten BARLINGMASCAKEB ( Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap & Kebumen) dengan pengembangan diwilayah kabupaten Wonosobo, Purworejo, Magelang & luar pulau Jawa
Adapun kegiatan yang dilakukan diantaranya sosialisasi dikelas, Campus Fair, Edu Fair dan kegiatan marketing yang lain.