by Humas Unimugo | Feb 18, 2020 | Berita Terkini
Senin (17/02/2020) ini ada yang berbeda di Auditorium STIKes Muhammadiyah Gombong. Sejak pagi hingga malam hari warga Muhammadiyah tampak memenuhi auditorium tersebut. Kehadiran warga Muhammadiyah lintas generasi di perguruan tinggi yang terletak di Jalan Yos Sudarso no. 461 Gombong ini guna nonton bareng (nobar) film “Jejak Langkah 2 Ulama” yang disutradarai oleh Sigit Ariansyah.
Film yang diproduseri oleh Drs. H. Sukriyanto AR, M.Hum. & DR (H.C) Ir. KH. Salahudin Wahid tersebut menceritakan kehidupan Kyai Ahmad Dahlan dan Kyai Hasyim Ashari yang sudah saling menganggap kakak beradik. Film ini menyajikan suguhan 2 potret perjuangan 2 ulama, dengan kondisi dan tantangan dakwah yang memiliki karakteristik yang berbeda, namun sama-sama satu tujuannya yakni mensyiarkan Agama Islam yang rahmatan lil alamin.
Kegiatan nobar ini terselenggarakan berkat kerjasama Lembaga Seni Olah Raga (LSBO) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kebumen dengan STIKes Muhammadiyah Gombong dan disambut baik oleh ribuan warga Muhammadiyah mulai dari siswa SD hingga perguruan tinggi. Ketua Panitia, Bapak Slamet Pramono mengatakan pemutaran film ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya generasi muda agar memahami arti sebuah perbedaan dan menjunjung tinggi semangat persaudaraan (Ukhuwah Islamiyah).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. menyampaikan STIKes mendukung dan mensupport program LSBO dan berharap ada pesan moral yang dapat diambil dari kegiatan tersebut. “Semangat menuntut ilmu, berdakwah, berjuang dan mengadakan pembaharuan yang dilakukan oleh 2 ulama dalam film tersebut dapat dicontoh dan dilanjutkan oleh generasi muda”, ujar beliau.
by Humas Unimugo | Feb 15, 2020 | Berita Terkini
Kebumen (14/02/2020) – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STIKes Muhammadiyah Gombong selenggarakan “Sosialisasi Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat” di Gedung Rektorat STIKes Muhammadiyah Gombong, Kebumen. Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang dosen peneliti di lingkungan perguruan tinggi tersebut. Narasumber dalam sosialisasi ini adalah Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Bapak H. Basirun, M.Kes.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, Bapak H. Sarwono, SKM., M.Kes. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dari LPPM menyelenggarakan sosialisasi yang sangat penting bagi penelitian di masa kini. Tantangan dan harapan ke depan suatu perguruan tinggi salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk juga publikasi jurnal. Narasumber diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada tim peneliti sehingga menghasilkan penelitian inovatif yang ber-output publikasi baik lokal, nasional, maupun internasional.
Selain memaparkan program-program penelitian yang terbarukan, narasumber juga menampilkan roadmap kegiatan penelitian yang sudah berjalan guna memotivasi tim peneliti untuk mengejar target hasil penelitiannya. Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan output penelitian dan menjadi tolak ukur dalam memfasilitasi penelitian di STIKes Muhammadiyah Gombong.
by Humas Unimugo | Jan 22, 2020 | Blog
Depresi merupakan periode yang dialami seseorang ditandai dengan perasaan sedih, perubahan pola tidur, nafsu makan, konsentrasi, psikomotor, konsentrasi, tidak memiliki semangat, kelelahan, putus asa dan ketidakberdayaan, serta keinginan bunuh diri (Kaplan H.I, Sadock B.J, Grebb J.A, 2010)..
Hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) Tahun 2018 menunjukan bahwa prevalensi depresi pada penduduk Indonesia pada rentang usia ≥15 Tahun sebesar 6,1 % dari total penduduk Indonesia, dan Hanya 9% penderita depresi yang minum obat atau menjalani pengobatan medis.
Beberapa tanda dan gejala berikut ini dapat menjadi acuan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami depresi atau tidak. Tanda dan gejala yang dapat dilihat antara lain tanda dan Gejala fisik seperti Sakit kepala, Insomnia, Merasa lemah secara umum, Mual, Sesak napas, Masalah pencernaan, Kelelahan dan kekurangan energi, Sering mimpi dan merasa seperti Anda tidak tidur sepanjang malam. Disertai adanya tanda dan gejala psikologis diantaranya rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan, Gejala emosional seperti Lekas marah, Merasa gugup, Suasana hati yang buruk dan kurang motivasi, Hilangnya ketertarikan pada suatu hal, Pikiran tentang pengalaman yang tidak menyenangkan secara berulang-ulang, Perasaan tidak berharga, rendah diri, dan merasa bersalah, Kesulitan berkonsentrasi, Merasa putus asa, Ingin mati atau bunuh diri.
Menurut kriteria diagnostik American Psychiatric Association, Anda dikatakan memiliki gangguan depresi bila Anda mengalami 5 atau lebih gejala depresi fisik atau psikologis selama lebih dari 30 hari secara berturut-turut, termasuk suasana hati yang buruk dan rasa kekurangan energi. Anda terus-menerus dibombardir oleh pikiran negatif dan kehidupan sehari-hari Anda terpengaruh secara signifikan.
Pikiran negatif pada penderita depresi, banyak menjadi penyebab maraknya angka bunuh diri pada penderita, ketika seorang penderita depresi sudah tidak mampu mencari pikiran positif ataupun hal positif dalam dirinya, yang berakibat hilangnya kemampuan untuk mengontrol diri maka yang difikirakan adalah keinginan untuk mengakhiri hidup. Berdasarkan kondisi tersebut dibutuhkan suatu bentuk terapi untuk mengatasi depresi melalui psikofarmaka dengan obat-obatan antidepresan dan psikoterapi salah satunya dengan afirmasi positif.
Afirmasi positif merupakan harapan, doa, cita-cita untuk membantu pembentukan gambaran di dalam daya pikir seseorang atau pernyataan penerimaan yang dilakukan diri sendiri (Abdurrahman, 2012). Menurut Chapman (2010), afirmasi sebagai gabungan teknik visual dan verbal menggambarkan keadaan yang disukai pikiran individu, di mana afirmasi yang kuat dapat menjadi sangat kuat.
Pikiran dan afirmasi yang positif akan meningkatkan energi dan membawa hal positif dalam kehidupan seseorang, Afirmasi positif efektif dapat merubah pikiran negatif individu (Harris & Epton, 2009).
Teknik afirmasi meliputi berfokus pada apa yang diinginkan, gunakan waktu sekarang, gunakan kata atau kalimat positif, gunakan kalimat yang spesifik. Sedangkan latihan afirmasi diawali dengan rileks dan menjernihkan pikiran, melakukan afirmasi sesuai dengan teknik dan bisa diperkuat dengan tulisan serta dilakukan sebelum tidur setiap hari. Hasil penelitian menurut Pinilih, Astuti, dan Amin (2014) menunjukkan bahwa teknik afirmasi positif yang efektif dapat merubah pikiran negatif seseorang dan terhindar dari adanya depresi.
Melakukan afirmasi positif yang dikombinasikan dengan spiritual dapat menghindari kita dari munculnya tanda dan gejala depresi, semoga bermanfaat.
Oleh Ike Mardiati Agustin M.Kep.Sp.Kep.J
(Dosen dan Ketua Departemen Keilmuan Keperawatan Jiwa STIKES Muhammadiyah Gombong)
.
by Humas Unimugo | Jan 16, 2020 | Berita Terkini
STIKES Muhammadiyah Gombong, Kebumen memberangkatkan ibadah umroh gratis bagi karyawannya, kali ini tenaga driver & staff dosen mendapatkan kesempatan berangkat menunaikan ibadah umroh. Keberangkatan mereka ke tanah suci Mekkah dan Madinah dibiayai sepenuhnya oleh kampus tersebut.
Dari kedua karyawan yang akan menunaikan umroh, satu orang bernama Paryono (53) warga Desa Klapagada, Kecamatan Gombong sehari-hari bekerja sebagai driver kampus. Sedangkan satu lainnya adalah Eka Riyanti, M.Kep Kaprodi Ners asal Kroya Kabupaten Cilacap.
Keduanya sudah berangkat ke tanah suci pada 11 Januari hingga 19 Januari 2020. Adapun pelepasan dilaksanakan bersamaan dengan pembinaan karyawan, Rabu (8/1).
Pelepasan dilakukan oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun M.Kep, Sp.Mat disaksikan oleh jajaran dosen & karyawan dilanjutkan pembinaan oleh Sekretaris BPH STIKES Muhammadiyah Gombong Widiantoro Triatmadji, M.Pd.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Herniyatun menjelaskan bahwa program umroh karyawan kali ini merupakan angkatan keempat. Sejak pertama sudah pihaknya sudah memberangkatkan 16 karyawan yang menunaikan ibadah umroh dengan biaya kampus.
“Program umroh karyawan diperuntukkan bagi karyawan yang sudah memiliki masa karja lebih dari 10 tahun. Mereka terpilih sesuai urutan masa kerja,” ujar Herniyatun.
Selain program umroh karyawan pihaknya juga memiliki program bantuan haji bagi karyawan yang memiliki masa kerja di atas 10 tahun yakni dengan subsidi senilai biaya umroh.
“Selain sebagai reward atas kinerja para karyawan, program umroh dan haji merupakan kebijakan STIKES Muhammadiyah Gombong sebagai perguruan tinggi di bawah persyarikatan Muhammadiyah agar para karyawan bisa menyempurnakan rukun Islam yang ke-lima,” ujarnya menyebutkan selain gratis, karyawan yang menunaikan ibadah umroh dan haji juga diberikan uang saku.
Paryono karyawan yang sudah bekerja sejak 2001 merasakan bahagia mendapat nikmat yang sangat berharga yakni bisa menunaikan ibadah umroh. Dia tidak pernah menyangka akan dapat kesempatan langka yakni beribadah umroh gratis.
“Terima kasih kepada STIKES Muhammadiyah Gombong yang memberikan penghargaan ini,” ujar Paryono.
by Humas Unimugo | Dec 14, 2019 | Berita Terkini
Guru SLB Budi Asih Gombong Yuli, S.Pd mengatakan membangun komunikasi dengan anak disabilitas tak bisa disamakan dengan anak normal lainnya. Satu hal yang harus dibangun lebih dulu adalah memahami bagaimana konteks berpikir anak disabilitas.
“Kuncinya komunikasi yang sederhana dan berulang,” kata Yuli dalam acara kuliah umum Komunikasi di kelas Prodi Program Diploma 3 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Gombong tingkat 1 , Sabtu 14/12 2019. Dia mencontohkan, ketika mengenalkan diri, gunakan bahasa yang simpel dan mudah diingat.
“Saya tidak mungkin memperkenalkan diri dengan nama lengkap beserta titel pendidikan yang saya punya kepada anak penyandang disabilitas. Saya akan membahasakan nama saya ‘Yuli’ saja,” ujarnya. Setelah dibuat lebih sederhana, para pendamping anak disabilitas tak boleh bosan mengulang segala sesuatu yang perlu diketahui oleh anak.
Yuli menjelaskan, berbagai informasi yang disampaikan kepada anak disabilitas memang harus berulang kali dilakukan bahkan tidak jarang disampaikan dengan bahasa isyarat karena daya ingat mereka di bawah rata-rata anak seusianya. Kondisi ini bukan karena anak tersebut malas mengingat, melainkan kapasitas alami dari daya ingatnya sendiri.
Di momen itu mahasiswa mendapatkan ilmu & pengalaman baru bagaimana cara berkomunikasi dengan anak berkebutuhan khusus. Selain itu mahasiswa juga belajar berempati dan lebih sabar.