by Humas Unimugo | Apr 27, 2020 | Berita Terkini

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhamadiyah Gombong terus ambil bagian dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Kebumen. Salah satunya dengan menerjunkan 25 mahasiswa untuk menjadi relawan percepatan penanganan Covid-19.
Mahasiswa tingkat akhir dari berbagai program studi tersebut akan menjadi relawan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Kebumen. Serahterima relawan dilaksanakan oleh Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong Hj Herniyatun SKep SpMat kepada Direktur Rumah Sakit Darurat drg Sri Purwitasari di Aula Dinas Kesehatan Kebumen, Sabtu (25/4).
Hadir Wakil Ketua IV Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Stikes Gombong, Sawiji SKep Ns MSc, didampingi dosen DIII Keperawatan Ike Mardiati Agustin MKep Sp KepJ dan sejumlah dosen Stikes Gombong. Hadir pula Sekretaris Dinas Kesehatan H Kusbiyantoro SKM MKes yang juga Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kebumen.
Ketua Stikes Muhamadiyah Gombong Herniyatun menjelaskan, para mahasiswa yang menjadi relawan sebelumnya telah diseleksi mulai dari kompetensi maupun kesehatan. Mereka sudah mendapat izin orang tua sebagai tim relawan serta mendapat pembekalan mengenai protokol medis penanganan pasien Covid-19. Termasuk dibekali dengan penggunaan APD dan sistem operasional rumah sakit.
Para relawan akan membantu merawat pasien tanpa gejala klinis, PDP maupun ODP yang berada di Rumah Sakit Darurat. Tahap pertama delapan orang mahasiswa bertugas selama 14 hari dan bergantian dengan mahasiswa lainnya.
“Kemudian mahasiswa yang selesai bertugas akan menjalani karantina selama 14 hari,” ujar Herniyatun, di sela-sela serahterima.
Selain sebagai bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, imbuh dia, melalui program juga mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat.
Dikawal Dosen
Menurut Herniyatun, sebagai tim relawan penanganan Covid-19, akan menjadi pembelajaran kreatif dan bermanfaat bagi mahasiswa itu sendiri, masyarakat dan pemerintah. “Kami akan memberi apresiasi khusus untuk mereka sebagai tim relawan. Apapun yang mereka lakukan nanti sebagai manifestasi diri untuk kemanusiaan,” kata Herniyatun.
Herniyatun menambahkan, mahasiswa tidak dilepas sendiri. Ada dosen yang akan selalu mengawal, memantau mulai dari persiapan, proses hingga selesai. “Dosen kami akan terus mendampingi dan memonitor kesehatan fisik dan psikologis mahasiswa kami,” ujar Herniyatun.
Drg Sri Purwitasari bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian Stikes Muhamadiyah Gombong dengan mengirimkan para mahasiswanya untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan covid 19 di Kebumen.
“Kami bersyukur masih ada mahasiswa yang bersedia menjadi tim relawan penanganan covid 19 yang berisiko ini,” ucap drg Sri Purwitasari.
Seorang mahasiswi Program Profesi Nurse, Dwi Nurbaity yang tergabung dalam tim relawan mengaku siap secara lahir batin dan penuh keikhlasan untuk membantu menangani pasien Covid-19. Dia mengaku sudah mengetahui tugas tersebut cukup berisiko. Meskipun demikian dengan mematuhi standar operasional prosedur dia yakin akan terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan.
“Tentu selalu berdoa dan berikhtiar untuk kesembuhan pasien, itu yang kami harapkan,” ujar Dwi Nurbaity.
(SM,25/4)
by Humas Unimugo | Apr 25, 2020 | Berita Terkini
Lomba Video Edukasi Covid 19 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong diselenggarakan oleh AIPVIKI V
by Humas Unimugo | Apr 25, 2020 | Berita Terkini
Lomba Video Edukasi Covid 19 Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong diselenggarakan oleh AIPVIKI V
by Humas Unimugo | Apr 22, 2020 | Berita Terkini
Senin (13/4), STIKes Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bejiruyung, Kec. Sempor kembali mengadakan kegiatan Diskusi Edukasi secara online. Materi yang dibahas kali ini berkaitan dengan kondisi yang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat yaitu Perawatan Jenazah Pasien Covid-19.
Kegiatan diskusi online yang dilakukan di Balai Desa Bejiruyung, Kec. Sempor kali ini mendatangkan narasumber Bapak H. Sarwono, SKM., M.Kes., selaku dosen sekaligus Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKes Muhammadiyah Gombong dengan moderator Bapak Awal Hanifudin selaku relawan Gerakan Bejiruyung Bersedekah.
Wakil Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong, H. Sarwono, SKM., M.Kes., menyampaikan keprihatinan terhadap fenomena saat ini dimana pasien positif covid-19 dan tenaga medis yang meninggal setelah merawat pasien positif covid-19 jenazahnya tidak diterima oleh masyarakat dan tidak diperbolehkan dimakamkan di pemakaman umum.
Kegiatan ini salah satu bentuk sosialisasi STIKES kepada masyarakat tentang penanganan jenazah pasien covid-19, agar masyarakat mendapat penjelasan bagaimana keamanan proses penanganan tersebut dan tidak terjadi lagi penolakan jenazah pasien covid-19.
Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa kondisi yang dilakukan oleh petugas kesehatan sudah aman, sesuai dengan prosedur kesehatan dan sesuai dengan prosedur keamanan. Semua proses penanganan jenazah pasien covid-19, petugas kesehatan menggunakan pakaian Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap. Cairan tubuh jenazah covid-19 sudah terdisinfektan berulang kali dan ditutup dengan beberapa lapisan pembungkus oleh petugas, sehingga tidak akan ada penularan dari jenazah tersebut. “Dengan penanganan jenazah covid-19 yang sudah sesuai prosedur ini, maka masyarakat jangan takut lagi”, ujar Sarwono.
by Humas Unimugo | Apr 17, 2020 | Berita Terkini

Corona virus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Gejala awal virus corona COVID-19 yang dirasakan para pasien adalah demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Lansia dan mereka yang memiliki riwayat gangguan kesehatan seperti diabetes, asma, atau penyakit jantung, memiliki resiko lebih tinggi, saat terinfeksi virus corona. Penularan virus ini yang berlangsung cepat dan mudah menyebabkan penyakit Covid 19 cepat menjadi wabah.
Indonesia tengah mengalami situasi dimana terjadi peningkatan jumlah pasien terinfeksi virus tersebut yang sangat cepat setiap harinya. Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, dibutuhkan peran serta masyarakat secara umum dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona. Langkah dari pemerintah adalah melakukan social distancing dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Dalam rangka mendukung program pemerintah, STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bejiruyung, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen dan Puskesmas Sempor 1 melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan membentuk Desa Siaga Covid-19. Desa binaan tersebut memiliki agenda kegiatan antara lain membentuk relawan, penyaluran bantuan APD, memberikan edukasi kepada masyarakat yang berkaitan dengan virus corona dan pencegahannya, skrinning arus keluar masuknya warga, tracking, serta pendampingan Orang Dalam Pemantauan (ODP).
Kegiatan ini dimulai pada tanggal 30 Maret 2020 dan direncanakan akan selesai pada pertengahan April 2020. Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat STIKES Muhammadiyah Gombong, Bambang Utoyo, M,Kep. mengatakan “Desa Bejiruyung merupakan salah satu Desa Binaan STIKES Muhammadiyah Gombong, sehingga kami bentuk menjadi Desa Siaga Covid-19”, ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dalam kesempatan ini, Kepala Desa Bejiruyung, Sofingi, menyampaikan terimakasih dan apresiasi terhadap kegiatan Pembentukan Desa Siaga Covid-19 di wilayah yang ia pimpin. “Terimakasih kepada STIKES Muhammadiyah Gombong sudah berpartisipasi dalam program pemerintah” ucapnya.
Dukungan pemerintah Desa Bejiruyung terhadap kegiatan ini juga memanfaatkan media sosial berupa Live Streaming Facebook milik Kepala Desa dengan tujuan warga masyarakat tidak perlu bepergian dan keluar rumah tetapi tetap dapat mendapatkan edukasi yang disampaikan terkait virus corona tersebut dari rumah.