(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

DAILY ZOOMINAR #3 ANGKAT TEMA IBU HAMIL DAN MELAHIRKAN SAAT PANDEMI

Hari ini Kamis, 4 Juni 2020 DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong kembali mengadakan kegiatan zoominar #3 secara virtual dengan topik yang sangat menarik yaitu Tinjauan Kesehatan Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19.

Zoominar yang diikuti oleh ratusan tenaga kesehatan ini dipandu oleh seorang moderator bergelar doktor yang dimiliki oleh STIKES Muhammadiyah Gombong, Cahyu Septiwi, M.Kep., Sp.KMB., Ph.D.

Hadir sebagai narasumber pertama, Eka Riyanti, M.Kep., Sp.Kep.Mat. salah satu dosen keperawatan maternitas STIKES Muhammadiyah Gombong yang membawakan materi “Panduan Kesehatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan saat Pandemi Covid-19” dan narasumber kedua, Endah Ekawati, M.Kep., Sp.Mat seorang praktisi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto menjelaskan materi tentang “Implementasi Tata Laksana Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil dan Melahirkan di RS Rujukan Covid-19”.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat pun turut serta dalam kegiatan zoominar ini, beliau menyambut baik kegiatan zoominar yang diselenggarakan secara rutin di era pandemi covid-19 oleh DPK PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong. “STIKES Muhammadiyah Gombong sangat mendukung kegiatan zoominar ini, dengan harapan materi yang ada tersampaikan dengan baik dan bermanfaat bagi rekan sejawat”, ujarnya.

Ketua DPD PPNI Kabupaten Kebumen, H. Tri Tunggal Eko Sapto, SKM, MPH dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara yang senantiasa memberikan kontribusi ilmu yang bermanfaat bagi teman sejawat perawat.

Sebagai informasi, kegiatan pagi ini merupakan zoominar ketiga yang sebelumnya pada zoominar satu mengangkat tema Ketahanan Jiwa, Psikososial, dan Spiritual pada Tenaga Medis dalam Menghadapi Pandemi Covod-19 dan yang kedua dengan tema Tinjauan Kesehatan Anak di Tengah Pandemi Covid-19. Untuk rangkaian zoominar selanjutnya akan segera direlease di media sosial dan ditayangkan secara live di channel youtube STIKES Muhammadiyah Gombong dengan materi yang tidak kalah menarik dari sebelumnya. (more…)

STIMUGO SELENGGARAKAN ZOOMINAR GRATIS BAGI NAKES

Nakes/Perawat merupakan kelompok yang rentan terpapar covid-19 karena bukan hanya merawat pasien tetapi juga dituntut untuk mampu mencegah penularan pada dirinya sendiri. Munculnya stigma penolakan terhadap nakes yang merawat pasien covid-19 oleh masyarakat maka timbul banyak masalah psikologis seperti cemas, takut bahkan panik yang dialami oleh para nakes.

Melihat banyaknya masalah psikologis yang dialami para nakes, STIKES Muhammadiyah Gombong bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Komisariat PPNI STIKES Muhammadiyah Gombong mengadakan Zoominar Daily Edisi Pertama secara gratis untuk para rekan sejawat perawat pada Sabtu, 9 Mei 2020 pukul 14.00 WIB dengan tema “Penguatan Ketahanan Jiwa, Psikososial dan Spiritual untuk Tenaga Kesehatan” dengan jumlah peserta 90 orang baik dari dalam maupun luar Kabupaten Kebumen.

Kegiatan Zoominar kali ini dimoderatori oleh Irmawan Andri Nugroho, M.Kep., Ns. selaku dosen Prodi Keperawatan Program Sarjana dan menghadirkan 2 (dua) narasumber yaitu Ike Mardiati Agustin, M.Kep.,Sp.Kep.J . selaku Ketua Departemen Keilmuan Keperawatan Jiwa dan Wakil Ketua Tim Psikososial BPBD Kab. Kebumen yang membahas bagaimana dukungan ketanahan jiwa dan psikososial bagi nakes dalam menghadapi covid-19 serta Sarwono, SKM., M.Kes. selaku dosen sekaligus Wakil Ketua III STIKES Muhammadiyah Gombong yang menyampaikan penguatan aspek spiritualitas nakes.

Bambang Utoyo, M.Kep., Ns.,  Ketua DPK PPNI Komisariat STIKES Muhammadiyah Gombong menyampaikan materi yang disampaikan pada zoominar daily edisi pertama bertujuan untuk membantu menguatkan tenaga medis baik yang terjun langsung menangani pasien covid-19 secara psikologis maupun secara spiritual. “Hal ini dirasa penting mengingat situasi sekarang banyak stigma negatif terhadap tenaga medis”, ujarnya.

Pada kesempatannya, Ike Mardiati juga menyampaikan materi konsep kesehatan jiwa covid-19, bentuk dukungan jiwa dan psikososial dan manajemen ketahanan jiwa dan psikososial yang disampaikan sudah sesuai dengan anjuran WHO dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. mengapresiasi kegiatan zoominar yang dilaksanakan oleh DPK PPNI Komisariat STIKES dan berharap akan ada banyak kegiatan positif seperti zoominar ini dengan materi yang lebih beragam.

Sehat Jiwa Saat Ramadhan di Tengah Pandemi Covid 19

Indonesia bahkan Dunia saat ini sedang berada dalam masa berduka akibat adanya Pandemi Covid 19. Pandemi ini merupakan bencana non alam. WHO (2020) Telah menyatakan bahwa pandemic covid 19 ini dapat meningkatkan stres pada seluruh lapisan masyarakat. Kondisi stres dan masalah psikologis lainnya yang akan berdampak pada kondisi kejiwaan seseorang.

Beberapa respon psikologis yang dapat muncul dikaitkan dengan pandemic ini antara lain adanya rasa takut akan kematian, adanya klasifikasi tentang status penderita covid yaitu ODP, PDP, OTG dan Terkonfirmasi Covid, ketakutan akan tertular, adanya kepanikan akibat informasi yang simpang siur beredar luas, kepanikan akan langkanya alat pelindung diri (APD), adanya kebijakan tentang pembatasan social berskala besar, stress karena keterbatasan aktifitas ibadah, perubahan ritme dalam aktivitas bekerja sejalan dengan munculnya kebijakan WFH (Work From Home), perubahan proses sekolah (Windarwati, Dwi Heni. 2020), dengan kondisi-kondisi tersebut diperlukan upaya untuk tetap menjaga psikologis kita agar senantiasa sehat jiwa apalagi dikaitkan saat ini kita berada di bulan Ramadhan.

Ramadhan adalah bulan istimewa yang dinantikan seluruh umat muslim di dunia, berbagai kegiatan ibadah dan tradisi keagamaan yang khas sebagai syiar Ramadhan muncul di bulan ini, akan tetapi Ramadhan tahun 1443 H/2020 Masehi ini sangat jauh berbeda dengan adanya pandemic covid 19, sejalan dengan Adanya kebijakan social and physical distancing (pembatasan jarak fisik dan sosial) yang membatasi kegiatan-kegiatan yang mengundang berkumpulnya banyak orang. Perbedaan yang dirasakan ini dapat menambah daftar pemicu munculnya masalah Kesehatan psikologis masyarakat selain pandemic yang masih ada. Namun demikian perlu kita renungkan bersama bahwa pembatasan kegiatan syiar Ramadhan dalam keramaian tidak berarti menghentikan ghirah Ramadhan kita.

Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk tetap menjaga diri kita sehat jiwa saat Ramadhan di tengah corona ini, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia telah merumuskan pedoman yang dapat di jadikan acuan bagi masyarakat untuk tetap menjaga diri sehat jiwa sehingga imunitas kita semakin meningkat dan pada akhirnya akan terhindar dari corona, beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan imunitas Kesehatan jiwa saat Ramadhan antara lain:

  1. Emosi positif dengan cara selama Ramadhan di rumah dengan melakukan kegiatan dan hobby yang disukai baik sendiri maupun Bersama keluarga.
  2. Pikiran positif :Selama Ramadhan jauhkan dari informasi hoax, bicara pada diri sendiri tantang hal positif dan selalu yakin bahwa pandemic akan
  3. Hubungan sosial yang positif :member pujian, saling menguatkan antar sesama, saling menguatkan ikatan emosi antar keluarga, hindari diskusi yang negative dan saling menjaga silaturahmi antara rekan kerja, teman atau seprofesi
  4. Secara rutin tetap beribadah di rumah (Suasana berpuasa dirumah akan memberikan banyak waktu untuk memperbanyak bacaan Al-Quran zikir, shalat sunnat, dan semakin dekat dengan keluarga, berbagi takjil, bersedekah kepada orang yang berkekurangan, terutama yang terdampak Covid-19 ini.

Demikian hal-hal yang dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua untuk senantiasa sehat jiwa selama Ramadhan, semoga pandemic ini segera berakhir .Aamiin.

 

(Sumber )

Inter Agency Standing Committee (IASC). 2020. Catatan Tentang Aspek Kesehatan Jiwa dan Psikososial Wabah Covid-19 Versi 01.

Windarwati, Dwi Heni. 2020. Panduan Praktis Rapid Respon dan penanganan diri aspek psikososial tarhadap covid 19. Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia Provinsi Jawa Timur

Kementrian Kesehatan RI, 2020. Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pandemi Covid 19. Jakarta

Keliat, Budi Anna,dkk. 2020. Pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial pada Pandemi Covid 19. Jakarta. IkatanPerawat Kesehatan Jiwa Indonesia

Saenong. F.Faried, Zuhri, Saefudin. Dkk. 2020. Fikih Pandemi Beribadah di Masa Wabah. Nuo Publishing. Jakarta

 

Mahasiswa S1 Keperawatan Raih Prestasi Kancah Nasional

Dalam situasi pandemik covid-19 yang melanda negara Indonesia, sebagian besar masyarakat dituntut untuk melakukan social distancing dan physical distancing guna memutus rantai penyebaran virus corona. Tidak hanya kalangan pekerja, mahasiswa pun mendapat himbauan dari kampus untuk menerapkan sistem kuliah daring/online dari rumah masing-masing. Namun demikian, kondisi tersebut ternyata tidak mematahkan semangat mahasiswa STIKES Muhammadiyah Gombong dalam melakukan kegiatan yang positif bahkan sampai berhasil meraih prestasi yang membanggakan.

Muh. Agung Prayoga, mahasiswa Prodi Keperawatan Program Sarjana berhasil meraih juara 2 dalam Kompetisi Penulisan Opini Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020. Pengumuman pemenang disampaikan oleh Pusat Prestasi Nasional dalam Surat Keputusan Nomor 0176/J3/KP/2020 pada Sabtu, 2 Mei 2020.

Tema opini yang diangkat oleh mahasiswa kelahiran Purworejo, 12 April 1997 ini bejudul “Pemaksimalan Posko Darurat Psikologis sebagai Newmodel Perbaikan Psikologis di Tengah Pandemi Covid-19”. Muncul ide tema tersebut berangkat dari maraknya stigma negatif terhadap tenaga medis dan masyarakat yang tertular virus corona, dimana perlu adanya interaksi solutif untuk mengurangi kecemasan pada korban. Juara pertama kategori ini dimenangkan oleh mahasiswa Universitas Sumatera Utara, sedangkan juara ketiga diraih oleh mahasiswa Universitas Kediri.

Agung berpesan kepada para mahasiswa yang lain untuk bisa membagi waktu dan memaksimalkan peluang. Di tengah situasi pandemik ini, banyak hal positif yang bisa dilakukan. “Perjuangan menangkal virus bukan hanya dalam dalam aplikasi menjadi relawan, tetapi penyebaran berita positif dan mengabarkan hal baik kepada semua orang juga dapat membantu meningkatkan imunitas” tambah Agung dalam keterangan resminya.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Hj. Herniyatun, M.Kep., Sp.Mat. sangat mengapresiasi pencapaian ini dan memotivasi agar mahasiswanya terus mengukir prestasi dan menjadi yang terbaik. “Kami berharap dalam situasi seperti ini (pandemik covid-19) para mahasiswa selalu produktiv dalam hal kebaikan, dan raihlah prestasi setinggi-tingginya”, ujarnya.

Kegiatan kompetisi ini merupakan upaya  dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan mengisi produktivitas bagi mahasiswa pada masa pandemik covid-19.

 

(SRY/2020)

Puasa dalam Kepungan Corona

Marhaban Ya Ramadhan. Bulan Ramadhan identik dengan bulan ibadah, berlomba meraih pahala sebanyak-banyaknya melalui ibadah puasa, tarawih, zakat, dan ibadah lainnya. Namun ada yang berbeda dengan bulan Ramadhan tahun ini. Momen ritual sebulan penuh yang biasa disambut dengan semarak, tahun ini akan penuh dengan keterbatasan.

Beberapa masjid telah ditutup semenjak merebaknya wabah virus Corona dan adanya himbauan pemerintah untuk membatasi kegiatan dalam skala besar. Berbagai pembatasan itu dilakukan dalam rangka untuk mencegah penularan lebih luas lagi dari virus ini. Pada Ramadhan kali tentu saja akan sangat jarang ditemui kegiatan beramai-ramai di masjid di saat tarawih, buka bersama, atau barangkali sekadar ke pasar sore. Sebagai umat Islam kita meyakini bahwa semua ini adalah skenario Allah.

Allah sedang mengingatkan kita akan kuasanya. Di awal penyebaran virus Corona di Wuhan, ilmuwan belum dapat memastikan detail cara virus ini menular dari binatang ke tubuh manusia. Selain itu, Allah belum mengizinkan produksi vaksin tersebut secara massal karena masih harus menjalani tahap uji klinis.

Virus corona atau yang disebut covid-19 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, seperti pneumonia, distres pernafasan, hingga kematian. Walaupun lebih banyak menyerang lansia, virus ini menyerang semua usia dari anak-anak, dewasa hingga ibu hamil dan menyusui. Setidaknya lebih dari 110 negara dengan ratusan ribu kasus positif covid-19. Lalu, bagaimanakah puasa kita di tengah pandemi ini?

Seperti yang kita ketahui bahwa puasa adalah ibadah wajib kecuali bagi beberapa orang yang memiliki udzur untuk tidak menjalankan puasa. Berpuasa adalah ketaakwaan, melatih menahan hawa nafsu, merasakan sedikit lapar seperti halnya saudara kita lainnya yang sering merasakan lapar karna kekurangan. Puasa mengajarkan kita saleh secara individu dan saleh secara sosial. Bonus dari menjalankan ibadah puasa itu sendiri adalah sehat. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

“Sesungguhnya Allah menurunkan wahyu kepada sebagian nabi dari bani Israil: Kabarkanlah kepada kaummu, tiada seorang hamba yang berpuasa sehari kecuali mengharapkan ridha-Ku maka Aku sehatkan tubuhnya dan Aku besarkan pahalanya.” (HR. Baihaqi)

Manfaat Puasa dari Segi Kesehatan

Sesuai dengan sabda Rasul tersebut, beberapa manfaat puasa dipandang dari segi kesehatan, di antaranya adalah pembebasan tubuh dari lemak bertumpuk yang menjadi sumber penyakit. Maka, lapar merupakan cara terbaik untuk mengatasi kegemukan tersebut. Selanjutnya puasa juga bermanfaat untuk membuang kotoran dan racun tubuh yang merusak. Proses detoksikasi ini akan membantu menyegarkan tubuh setelah sekian lamanya menumpuk racun dalam tubuh.

Diketahui bahwa puasa memiliki pengaruh positif terhadap banyak penyakit, di antaranya penyakit maag, tekanan darah tinggi, stress maupun depresi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang berpuasa sebulan sekali memiliki risiko 58 persen lebih rendah terkena penyakit jantung, dibandingkan mereka yang tidak menjalani puasa. Karena itu puasa mempunyai dampak positif yang mengagumkan dalam menjaga kesehatan.

Sebaliknya puasa dapat melemahkan tubuh dan membahayakan kesehatan jika tidak dilakukan dengan tepat. Seperti misalnya kebiasaan tidur setelah sahur, di mana pada saat sahur inilah hormon kortisol tubuh sedang meningkat dan stimulus simpatis sedang optimal. Seseorang yang tidur setelah sahur, maka terjadi penumpukan hormon di dalam tubuhnya yang justru mengganggu proses metabolisme, sehingga ketika bangun tidur akan terasa pusing dan pegal di sekujur tubuh.

Kebiasaan kurang baik lainnya adalah mengkonsumsi air manis saat berbuka. Pada saat puasa tubuh akan mengalami dehidrasi dan hipoglikemia, maka tidak dianjurkan mengkonsumsi gula (karbohidrat simpleks) secara mendadak. Anjuran berbuka adalah dengan mengkonsumsi kurma, atau jika tidak ditemukan kurma, dianjurkan untuk minum air putih. Kurma dianjurkan oleh Rasulullah karena kandungan kurma adalah karbohidrat kompleks sehingga tidak akan mengganggu profil gula darah dalam tubuh.

Jadikan ketaatan kita untuk tetap menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya tentunya dalam sikap waspada sesuai anjuran WHO maupun pemerintah. Kita tidak perlu takut berlebihan dalam keadaan saat ini yang dikatakan sedang dikepung virus corona. Yang harus kita tingkatkan adalah kewaspadaan dan ketaatan kita terhadap Allah dan ulil amri.

Ibadah adalah pilar Islam sepanjang tahun. Akan tetapi, di bulan Ramadhan ibadah dirasakan lebih istimewa. Sejatinya kita diberikan waktu lebih banyak untuk melaksanakan ibadah. Wabah virus pasti mengubah cara kita semua melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Saat menghadapi musibah ini, hendaklah kita tetaap bersabar, ridho, dan bersyukur atas semua kuasa Allah. Akan kita raih keberkahan dan kesehatan saat Ramadhan tahun ini. Insha Allah.

 

(Lutfia Uli Na’mah SST MKes, Dosen Prodi Diploma III Kebidanan Stikes Muhammadiyah Gombong)

Translate »