(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

VISITASI PENGGABUNGAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG DAN SEKOLAH TINGGI TEKHNOLOGI MUHAMMADIYAH MENJADI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Gombong, 16 Syawal 1442 H||Jum’at, 28 Mei 2021

Bapak Drs Tafsir, M.Ag (PWM) menyampaikan selamat datang kepada Tim Evalutor Kemendikbud Ristek dan LLDIKTI. Alhamdulillah STIMUGO dan STTM telah siap bergabung menjadi universitas. Semoga dengan visitasi ini dapat segera terwujud universitas yang kita harapkan. Unibersitas Muhammadiyah Gombong akan menjadi Universitas Muhammadiyah ke-9 di Jawa Tengah, selain Universitas Muhammadiyah Gombong, tahun 2021 akan ditambah lagi universitas Muhammadiyah ke-10 di Jateng yakni Universitas Muhammadiyah Klaten,” ujarnya.

Ibu Siti Nurul Jannah, S.T., M.Eng  (LLDIKTI 6): Kami mewakili LLDIKTI 6 sangat mengapresiasi usulan penggabungan kedua kampus menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong. Track record Muhammadiyah tidak diragukan lagi semoga segera terwujud menjadi universitas.

Ibu Desmelita (Kepala Biro Kelembagaan mewakili Kemendikbud Ristek): Harapannya setelah berubah bentuk dapat bersinergi dalam program-program yang akan dijalankan, mulai dari aspek hukum, aspek keuangan, dan aspek umum. Kemendikbud Ristek memiliki motto sigap melayani, sehingga dalam waktu yang sesingkat-singkatnya penggabungan menjadi universitas dapat segera terealisasi jika persyaratannya telah memenuhi.

Dr H. Fatah Widodo, Sp.M., M.Kes (Ketua BPH STIKES Muhammadiyah Gombong) memaparkan profil STIKES Muhammadiyah Gombong dan Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Kebumen, dengan penggabungan menjadi universitas maka program studi yang tersedia adalah :

  1. Program Studi Keperawatan Program Sarjana
  2. Pendidikan Profesi Ners
  3. Program Studi Keperawatan Program Diploma
  4. Program Studi Kebidanan Program Diploma
  5. Program Studi Kebidanan Program Sarjana
  6. Pendidikan Profesi Kebidanan
  7. Program Studi Farmasi Program Sarjana
  8. Program Studi Manajemen Program Sarjana
  9. Program Studi Ilmu Hukum Program Sarjana
  10. Program Studi Teknik Industri Program Sarjana

PELATIHAN HIPERKES DAN KESELAMATAN KERJA PRODI D3 KEPERAWATAN STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

 

Pembukaan acara Pelatihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi Paramedis di STIKES Muhammadiyah Gombong Tahun 2021 dilakukan langsung oleh Ketua Ibu Dr.Hj.Herniyatun,M.Kep,Sp,Mat pada Senin 24 Mei 2021 secara daring melalui zoom meeting. Pelatihan Hiperkes dan K2 yang diselenggarakan selama Lima Hari dari tanggal 24 – 25 Mei 2021 merupakan wujud implementasi visi kompetitif. Prodi Keperawatan Program D-3 membekali mahasiswa dengan Sertifikasi program Hiperkes dan K2 agar lulusan perawat tidak hanya bekerja di rumah sakit namun dapat bekerja di perusahaan besar. Pelatihan ini diselenggarakan atas kerjasama STIKES Muhammadiyah Gombong dengan Balai K2 Jawa Tengah.
Pada pembukaan pelatihan, Ketua LLPIK STIKES Muhammadiyah Gombong Bapak Puji Handoko, M.Pd memberikan kultum untuk peserta yang dikisahkan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Ummar bin Khatab bertanya kepada Ubay bin Lahab tentang apa itu Taqwa, namun sebelum beliau menjawab, Umar bin Khatab ditanya, ketika kaliah berjalan yang tidak rata dan bebatuan apa yang hendak kalian lakukan, seraya berdua menjawab hati-hati.. Ya, hakekat taqwa adalah hati-hati. Untuk itu, berhubungan dengan dunia kerja kalian nantinya ketika bekerja di Safety Work (Keselamatan Kerja). Harapannya dengan peserta mengikuti pelatihan ini menjadikan bekal atau pondasi awal sebelum masuk di dunia kerja.
Setelah kultum dilanjut sambutan dari ibu Ketua Dr.Hj.Herniyatun,M.Kep,Sp,Mat, mengucapkan terimakasih kepada Balai Keselamatan Kerja Jawa Tengah berkenan mengisi pelatihan ini, dengan harapan peserta pelatihan ini, mahasiswa Program Studi Keperawatan Diploma Tiga dapat mengembangkan potensi dibidang K3. Seraya mengucap Bismillahirohmanirohim acara Pelatihan Hiperkes dan Keselamatn Kerja Tahun 2021 secara resmi dibuka.
Pembukaan Pelatihan juga dihadiri langsung oleh Kepala Balai Keselamatan Kerja Jawa Tengah Bapak Hadi Prabowo, SIP, dalam sambutannya Bapak Hadi Prabowo menyampaikan terimakasih kepada STIKES Muhammadiyah Gombong karena dapat bersinergi dengan Balai Pelatihan Kesehatan Jawa Tengah untuk mengadakan pelatihan ini. Berharap nanti adik-adik mahasiswa/peserta mampu menyerap dan mengembangkan potensinya sesuai bidang Hiperkes dan Keselamatan Kerja, Pungkasnya

Organisasi Kemahasiswaan STIKES Muhammadiyah Gombong Diminta Adaptif Hadapi Pandemi Covid-19

Organisasi kemahasiswaan (Ormawa) dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) harus memiliki strategi dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kendati sampai saat ini pandemi masih belum selesai, organisasi harus tetap melanjutkan program kerja dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Hal itu ditekankan oleh Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong H Sarwono SKM MKes saat melantik pengurus organisasi kemahasiswaan dan UKM periode 2020-2021 di kampus setempat, Selasa (23/2).

“Organisasi kemahasiswaan harus adaptif di masa pandemi ini. Salah satunya mulai membiasakan dengan kegiatan yang bersifat daring,” ujar Sarwono.

Dalam kesempatan itu, pengurus sejumlah organisasi kemahasiswan yang dilantik meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ), Ikatan Keluarga Mahasiswa (IKM) meliputi Perhimpunan Mahasiswa Keperawatan Sarjana (Perhimaks), IKM Midwifery Student Association (MSA), HIMA Farmasi, IKM Prodi Keperawatan Program Diploma III dan Organisasi Mahasiswa Bidik Misi.
Dilantik juga pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Hizbul Wathon (HW).

Sejumlah pengurus UKM yang dilantik meliputi UKM Forum Bahasa (Forbas), UKM Palasigo, KSR, UKM Kewirausahaan, UKM Seni dan Budaya, UKM Olahraga, UKM Pusat Informasi dan Konseling (PIK). Pengurus organisasi kemahasiswan yang mengikuti pelantikan secara luring hanya perwakilan. Sedangkan sisanya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting.

Pelantikan dan serahterima jabatan, acara yang mengusung tema “Organisasi Sebagai Wadah Pengembangan Karakter Mahasiswa Dalam Mewujudkan Generasi yang Handal” itu dibuka oleh Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Hj Herniyatun MKep Sp Mat secara virtual. Acara juga diisi dengan dengan Talkshow Motivation Building secara virtual dengan pembicara CEO Tradha Group dokter Alauddien Reza Mardhika.

Lebih lanjut Sarwono mendorong organisasi mahasiswa untuk meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik. Saat ini pembelajaran menerapkan sistem blended learning yakni kombinasi antara pembelajaran daring dan tatap muka. Adapun praktik perawatan komunitas dan keluarga diatur dengan kelompok yang lebih sedikit.

“Namun masih diutamakan menggunakan pembelajaran online. Jika harus tatap muka, maka menerapkan prokes secara ketat,” ujarnya.

Kegiatan Daring

Begitu juga dalam program kerja organisasi kemahasiswaan juga didorong untuk memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang bersifat daring. Jika terpaksa kegiatan offline harus memenuhi protokol Covid-19. Selama pandemi, mahasiswa diminta tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

“Kami membangun sistem untuk mewadahi kegiatan mahasiswa. Termasuk koordinasi struktur organisasi, legalisasi proposal dan semacamnya bisa melalui sistem online,” ujar Sarwono berharap organisasi kemahasiswaan di STIKES Gombong menjadi laboratorium leadership calon pemimpin bangsa dan persyarikatan Muhammadiyah.

Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong Dr Herniyatun menyampaikan selamat bertugas bagi para pengurus yang dilantik. Dia menekankan bahwa aktif di organisasi kemahasiswan sangat baik bagi mahasiswa. Sebab mahasiswa yang aktif di organisasi diharapkan akan lebih sukses di kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat mendukung kegiatan organisasi kemahasiswaan baik melalui sarana dan prasarana,” katanya.

Presiden Mahasiswa (Persma) BEM STIKES Gombong Niko Septiawan mengatakan bahwa organisasi mahasiswa harus tetap melanjutkan program kegiatan dengan menerapkan adaptasi kebiasan baru yakni memanfaatkan teknologi. Tentu perlu strategi untuk menghadapi kondisi pandemi seperti saat ini. “Organisasi mahasiswa harus responsif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan,” tandasnya.

 

122 Mahasiswa Keperawatan STIKES Gombong Ikuti Pelatihan Penanggulangan Gawat Darurat

Sebanyak 122 mahasiswa Keperawatan Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong mengikuti pelatihan Basic Trauma and Cardiovascular Life Support (BTCLS) atau Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) di kampus setempat.

Selain mahasiswa, pelatihan juga diikuti oleh 10 perawat dari sejumlah rumah sakit dan Puskesmas. Yakni Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng, RSUD dr Soedirman Kebumen, RS PKU Muhammadiyah Petanahan, RSU Aghisna Medika Kroya Cilacap dan Puskemas Ayah.

Kaprodi Keperawatan Program Sarjana dan Pendidikan Profesi Ners Eka Riyanti MKep Sp Kep Mat menjelaskan pelaksanaan pelatihan yang menggandeng lembaga pelatihan Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC) itu menerapkan blended learning yakni memadukan proses belajar tatap kelas dengan proses e-learning.

Pada gelombang tiga ini, pembelajaran secara online dimulai pada 3-5 Februari 2021. Sejumlah materi yang diberikan para instruktur yang diketuai oleh Kepala MGEC dr Eva Delsi Sp EM meliputi antara lain sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT), bantuan hidup dasar, triage pasien, penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler.

Kemudian universal precoution di era new normal pandemi Covid-19 hingga etik dan aspek legal etik keperawatan gawat darurat. Penatalaksanaan pasien dengan gangguan pernafasan dan jalan nafas. Penatalaksanaan pasien akibat trauma luka bakar, penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi.

Kemudian penatalaksanaan pasien akibat trauma thorax dan abdoment, musculosketeletal, penatalaksanaan evakuasi dan rujukan hingga penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler. Kemudian penatalaksanaan pasien akibat trauma kepala dan spinal.

“Untuk praktik dan simulasi sedianya dilaksanakan pada 6-7 Februari 2021, namun karena ada gerakan “Jateng di Rumah Saja” maka pembelajaran tatap muka diundur seminggu kemudian yakni 13-14 Februari 2021,” ujar Eka Riyanti kepada Suara Merdeka di sela-sela kegiatan.

Tingkatkan Keterampilan

Eka Riyanti menambahkan, pelatihan BTCLS ini dilaksanakaan guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapan para peserta dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan. Nantinya para mahasiswa akan menjalani praktik di rumah sakit sehingga perlu mendapatkan bekal kognitif dan skill di bidang kegawatdaruratan.

“Kegiatan ini sesuai dengan visi STIKES Muhammadiyah Gombong yakni Unggul, Modern dan Islami,” ujar Eka Riyanti menyebutkan bahwa Prodi Keperawatan memiliki keunggulan di bidang kegawatdaruratan.

Kepala MGEC dr Eva Delsi Sp EM mengatakan bahwa seorang perawat harus menguasai kemampuan untuk menangani bantuan hidup dasar apapun penyebabnya. Tenaga medis harus terus memperbarui ilmu pengetahuan dan meningkatkan kompetensi karena ilmu pengetahun terus berkembang.

Di tengah pandemi Covid-19, perlu ditekankan keselamatan bagi penolong. Tenaga kesehatan harus menerapkan protokol Covid-19. Meskipun menangani kegawatdaruratan harus tetap menaati protokol kesehatan.

Kemampuan memberikan bantuan hidup dasar saat ini sudah mulai diberikan kepada masyarakat awam. Apalagi Kebumen merupakan daerah yang rawan bencana sehingga keterampilan itu penting untuk dimiliki.

“Misalnya saat melakukan evakuasi korban yang terluka posisinya sudah benar. Bukan justru membuah korban semakin parah,” tandasnya.

Jadi Relawan, Bambang Utoyo Ikut Rasakan Gempa Susulan Mamuju

Bencana gempa bumi yang terjai di Mamuju, Sulawesi Barat pada 14 Januari 2021 lalu menggerakan hati sejumlah kalangan untuk memberikan bantuan, baik moral maupun materiil. Salah satunya STIKES Muhammadiyah Gombong yang menerjunkan perwakilan dosen keperawatan menuju Mamuju.

Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dibawah naungan Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bambang Utoyo Mkep yang merupakan dosen keperawatan gawat darurat diberangkatkan. Bersama relawan medis dari instansi lain, Bambang ditugaskan selama 10 hari (21 – 30 Januari 2021) di wilayah terdampak gempa.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai relawan medis, ia ditempatkan di tenda pengungsian yang berisi warga dalam kondisi sakit. Tidak hanya sakit secara fisik, tetapi banyak juga warga yang terdampak psikisnya. Sementara itu, selama dalam proses perawatan dan pemulihan kesehatan, masih terasa gempa susulan yang beberapa kali mengguncang Mamuju, Sulbar. “Ada sedikit kecemasan ketika terjadi gempa susulan, karena lokasi tenda pengungsian tidak jauh dari pantai. Tetapi dengan mengerahkan segala kekuatan, kami (dokter dan perawat) selalu berupaya untuk tetap kuat demi memberikan pertolongan kepada warga di pengungsian”, tutur Bambang dalam pesan onlinenya.

Selain mengirimkan relawan medis di bidang kegawat daruratan yang merupakan program unggulan institusi yang sebentar lagi akan berubah menjadi Universitas ini, bantuan secara materiil pun diberikan kepada warga Mamuju. Dengan kerelaan hati seluruh civitas akademika STIKES Muhammadiyah Gombong, mereka menyisihkan sebagian rezekinya untuk didonasikan.

“Turut prihatin dengan kejadian Gempa Bumi yang melanda Mamuju Sulawesi Barat, selain menugaskan relawan tidak lupa kami himpun donasi untuk dikirim kesana (Mamuju). Tidak lupa kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Bambang yang bersedia ditugaskan menjadi relawan. Kegawat daruratan adalah unggulan institusi kami, Insyaalloh sangat berguna diterapkan di situasi ini” ucap dr. Herniyatun Mkep SpMat, selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong.

Translate »