(0287) 472 433 rektorat@unimugo.ac.id

MAHASISWA DILIBATKAN KEGIATAN MARKETING STIMUGO

Ketua STIKes Gombong Hj. Herniyatun, M.Kep, Sp. Mat melantik 24 mahasiswa menjadi tim marketing STIKes Muhammadiyah Gombong 9/12/2019. Pelantikan berlangsung berbarengan dengan apel pagi karyawan sekaligus pengenalan personal.

Mahasiswa dilantik berdasarkan SK Ketua STIKes Muhammadiyah Gombong nomor 0208.1/KEP/IV.3.AU/A/2019. Tim mahasiswa ini dibentuk dalam rangka menambah daya gedor tim marketing senior yang terdiri dari staff karyawan & dosen yang terlebih dahulu dilantik sesuai SK Ketua nomor 0179.1/KEP/IV.3.AU/A/2019 sejumlah 13 personil.

Pemilihan tim marketing ini dilalui dengan seleksi ketat diawali dengan pendaftaran, dilanjutkan seleksi mulai penilaian soft skill, kemampuan verbal dan penampilan. Ke 24 tim yang terpilih kemudian mendaptkan pelatihan public speaking marketing dari tim senior dosen diantaranya materi pertama Be Excellent Person (Percaya diri, manajemen waktu, penampilan), materi kedua Amazing Performance (teknik membuka presentasi & menutup presentasi yang power full), materi ketiga membangun suasana yang menyenangkan (media, ice breaking, doorprice dan ditutup dengan comitment building (soft Bond)

Rencananya tim ini akan diterjunkan ke sekolah-sekolah SMA,MA/SMK sederajat di wilayah kabupaten BARLINGMASCAKEB ( Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap & Kebumen) dengan pengembangan diwilayah kabupaten Wonosobo, Purworejo, Magelang & luar pulau Jawa

Adapun kegiatan yang dilakukan diantaranya sosialisasi dikelas, Campus Fair, Edu Fair dan kegiatan marketing yang lain.

DOSEN STIKES GOMBONG LATIH BHD DI PUSKESMAS SADANG

CDC (Career & Development Center) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Gombong baru-baru ini memberikan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) atau Basic Life Support . Pelatihan yang berlangsung selama satu hari di Puskesmas Sadang itu dibuka oleh Kepala Puskesmas Wartika, S.T, MM , Sabtu (30/11).

Pelatihan diikuti oleh 50 peserta meliputi, dokter, perawat, bidan dan beberapa tenaga non medis di lingkungan Puskesmas Sadang. Selama satu hari peserta mendapatkan beberapa materi dasar dari tim dosen STIKes Muhammadiyah Gombong diantaranya konsep dasar bantuan dasar dan bantuan hidup dasar pada dewasa yang disampaikan trainer Dadi Santoso, M.Kep. Selanjutnya bantuan hidup dasar pada anak-anak dan bayi oleh Putra Agina W, M.Kep, dilanjutkan skill bantuan hidup 1 dan skill bantuan hidup dasar 2 yang kesemuannya diberikan dalam bentuk teori dan praktek.

Kepala Puskesmas dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan berharap pelatihan bantuan hidup dasar ini menjadikan tambahan ilmu baru bagi tenaga non medis dan sebagai refress atau penyegaran bagi tenaga medis dijajaranya . “Jadi kesimpulannya semua bagian yang ada di Puskesmas Sadang adalah penting mulai dari tukang parkir, security,administrasi, tenaga kesehatan sampai dengan top manager mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan visi puskesmas sesuai dengan porsi masing-masing’ tegasnya .

Putra sebagai ketua CDC menambahkan pelatihan ini adalah salah satu bentuk perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian & Pengabdian Masyarakat yang sedang digalakan oleh pihak kampus khususnya STIkes Gombong. Lebih lanjut dalam rangka peningkatan kualitas penanganan dan pemberian pertolongan korban gawat darurat yang mengalami henti jantung, maka perlu dilakukan sosialisasi dan pelatihan tentang bantuan hidup dasar. Prinsip kegiatan ini yaitu untuk menangani kasus korban tidak sadar dan mengalami henti jantung serta henti nafas’ semoga pelatihan ini mampu memberikan gambaran tatalaksana korban tidak sadar dan meningkatkan kesadaran untuk menolong korban atau pasien dengan kondisi kegawardaruratan,’tuturnya.

Mahasiswa DIII Keperawatan Stikes Gombong Dilatih Tangani Penderita Gawat Darurat

Program Studi (Prodi) DIII Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong kembali mengelar Pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) atau Basic Trauma and Cardiac Life Support bagi mahasiswa tingkat akhir. Pelatihan yang bekerjasama dengan MGEC (Muhammadiyah Gombong Education and Training Center)  itu digelar di Gedung Rektorat Lantai 2 kampus setempat.

Pelatihan diikuti oleh 120 peserta. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari itu terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama digelar Kamis-Minggu (28 November – 1 Desember 2019 ) diikuti 40 peserta. Sedangkan gelombang kedua dilaksanakan pada 5-8 Desember 2019 diikuti 80 peserta.

Sejumlah narasumber dari  MGEC dihadirkan mengisi materi. Meliputi dokter spesialis dan subspesialis serta perawat senior dan berpengalaman dari MGEC yang dipimpin dr Eva Delsi, Sp. EM. Pelatihan diberikan dalam bentuk kuliah, diskusi, role play, simulasi, dan case study.

Adapun materi yang diberikan selama pelatihan meliputi antara lain; SPGDT, initial assessment, pengelolaan jalan nafas dan pernafasan, bantuan hidup dasar, shocks dan perdarahan, stabilisasi dan transportasi, biomekanik trauma, trauma kepala, trauma dada, trauma abdomen hingga henti jantung.

Selain itu juga dilakukan simulasi resusitasi jantung paru, pengelolaan jalan nafas dan bantuan pernafasan, stabilisasi dan transportasi serta dedibrikasi. Para peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Wakil Ketua I Bidang Akademik  Stikes Gombong Isma Yuniar MKep mengatakan, pelatihan ini kali pertama dilaksanakan kerjasama dengan MGEC harapanya untuk kedepanya bisa terus terjalin, Selain itu tujuan pelatihan PPGD ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan dan kesiapan mahasiswa keperawatan khususnya dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan. Dia berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikan di tempat praktik khususnya di klinik gawat darurat.

Menambahkan ketua panitia penyelenggara Bambang Utoyo, M,Kep “Melalui pelatihan ini diharapkan mewujudkan mahasiswa & tenaga kesehatan khususnya perawat yang sudah bekerja di pelayanan kesehatan yang unggul dan kompetitif, dalam melayani masyarakat.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan peserta pelatihan tidak hanya mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Stikes Gombong tingkat akhir akan tetapi ada beberapa perawat yang sudah bekerja di rumah sakit didaerah Kebumen, Banyumas & Banjarnegara yaitu 29 orang. “tandasnya.

Dorong Dosen Menulis, Suara Merdeka-Stikes Gombong Jalin Kerja Sama

Perguruan tinggi dan perusahaan pers memiliki kesamaan misi yakni salah satunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka kerja sama antara perguruan tinggi dengan perusahaan pers menjadi langkah kolaborasi sehingga dapat mewujudkan cita-cita secara bersama-sama.

Harian Suara Merdeka melanjutkan kembali kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong. Kerja sama kali ini difokuskan pada pemuatan artikel karya para dosen Stikes Muhammadiyah Gombong di halaman harian Suara Merdeka secara berkala.

Penandatangan nota kesepahaman atau MoU dilakukan oleh Koordinator Bisnis (Korbis) Suara Merdeka Kedu Selatan, Agus Winarto, bersama Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Hj Herniyatun SKep SpMat, Selasa (12/11).

Tampak hadir dan menyaksikan Wakil Ketua IV Bidang Kerja Sama dan Hubungan Internasional Stikes Muhammadiyah Gombong, Sawiji SKep Ns MSc dan Bagian Humas Ukis, Erliwianto SE.

Selain penandatangan MoU, Agus Winarto juga memberikan penjelasan dan mengenalkan isi koran Suara Merdeka. “Kami berharap kerja sama ini akan terjalin lebih luas lagi,” ujar Agus Winarto, di sela-sela cara.

Ketua Stikes Muhammadiyah Gombong, Hj Herniyatun menyampaikan, pihaknya terus mendorong para dosen di perguruan tinggi yang dia pimpin untuk menulis baik dalam bentuk artikel ilmiah, artikel populer maupun hasil penelitian. Melalui kerjasama tersebut, pihaknya berharap para dosen akan terdorong untuk giat menulis.

“Ke depan kami ingin bekerja sama dalam bidang pelatihan menulis artikel di media massa untuk para dosen,” imbuh Herniyatun.

Translate »