by Humas Unimugo | Feb 2, 2021 | Berita Terkini
Bencana gempa bumi yang terjai di Mamuju, Sulawesi Barat pada 14 Januari 2021 lalu menggerakan hati sejumlah kalangan untuk memberikan bantuan, baik moral maupun materiil. Salah satunya STIKES Muhammadiyah Gombong yang menerjunkan perwakilan dosen keperawatan menuju Mamuju.
Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dibawah naungan Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bambang Utoyo Mkep yang merupakan dosen keperawatan gawat darurat diberangkatkan. Bersama relawan medis dari instansi lain, Bambang ditugaskan selama 10 hari (21 – 30 Januari 2021) di wilayah terdampak gempa.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai relawan medis, ia ditempatkan di tenda pengungsian yang berisi warga dalam kondisi sakit. Tidak hanya sakit secara fisik, tetapi banyak juga warga yang terdampak psikisnya. Sementara itu, selama dalam proses perawatan dan pemulihan kesehatan, masih terasa gempa susulan yang beberapa kali mengguncang Mamuju, Sulbar. “Ada sedikit kecemasan ketika terjadi gempa susulan, karena lokasi tenda pengungsian tidak jauh dari pantai. Tetapi dengan mengerahkan segala kekuatan, kami (dokter dan perawat) selalu berupaya untuk tetap kuat demi memberikan pertolongan kepada warga di pengungsian”, tutur Bambang dalam pesan onlinenya.
Selain mengirimkan relawan medis di bidang kegawat daruratan yang merupakan program unggulan institusi yang sebentar lagi akan berubah menjadi Universitas ini, bantuan secara materiil pun diberikan kepada warga Mamuju. Dengan kerelaan hati seluruh civitas akademika STIKES Muhammadiyah Gombong, mereka menyisihkan sebagian rezekinya untuk didonasikan.
“Turut prihatin dengan kejadian Gempa Bumi yang melanda Mamuju Sulawesi Barat, selain menugaskan relawan tidak lupa kami himpun donasi untuk dikirim kesana (Mamuju). Tidak lupa kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Bambang yang bersedia ditugaskan menjadi relawan. Kegawat daruratan adalah unggulan institusi kami, Insyaalloh sangat berguna diterapkan di situasi ini” ucap dr. Herniyatun Mkep SpMat, selaku Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong.
by Humas Unimugo | Feb 2, 2021 | Berita Terkini
Dosen Keperawatan STIKES Muhammadiyah Gombong, Dadi Santoso MKep, Kamis (28/1) menjadi peserta pemberian vaksin sinovac pertama yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Kebumen bagi tenaga kesehatan di instansi pendidikan. Vaksinasi dilaksanakan di Puskesmas Gombong 1 bersamaan dengan beberapa dosen lainnya.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi aktif tenaga kesehatan di instansi pendidikan untuk mendukung program pemerintah guna menanggulangi penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Bagi STIKES Muhammadiyah Gombong sendiri, selain menjaga kesehatan civitas akademika yang ada di dalamnya, keikutsertaan ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat supaya tidak takut divaksin.
Selain tenaga kesehatan, menyusul kemudian seluruh karyawan STIKES Muhammadiyah Gombong pun turut menjadi penerima vaksin covid-19. Kegiatan vaksinasi dilaksanakan di RS PKU Muhammadiyah Gombong pada tanggal 29 Januari-1 Februari 2021. Pemberian vaksin dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai dari registrasi peserta, screening kesehatan, pemberian vaksin dan tahap akhir adalah observasi penerima vaksin untuk memastikan ada tidaknya efek samping setelah vaksin diberikan.
Ketua STIKES Muhammadiyah Gombong, Dr. Herniyatun MKep, Sp Mat dalam kesempatan ini menyampaikan “Kegiatan Vaksinasi ini merupakan langkah positif, sebagai tenaga kesehatan kita patut memberikan contoh dan edukasi kepada masyarakat kalau vaksin ini aman dilakukan” ujarnya.
by Humas Unimugo | Jan 20, 2021 | Berita Terkini
Di tengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, lembaga pendidikan tinggi termasuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong melakukan proses pembelajaran secara daring.
Namun ada beberapa kegiatan yang terpaksa harus dilaksanakan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya adalah terkait dengan praktik untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa sesuai program studi masing-masing.
Seperti dalam kegiatan Basic Trauma & Cardiac Live Support (BT & CLS) atau pelatihan Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) yang diikuti oleh mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan.
Lima Hari, Terapkan Sistem Hybrid
Kegiatan yang berlangsung selama lima hari itu menerapkan sistem hybrid. Tiga hari pemberian materi dilaksanakan secara virtual melalui aplokasi Zoom. Baru untuk dua hari terakhir dalam skill station dan evaluasi dilaksanakan secara tatap muka.
Pelatihan yang menggandeng Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC) tersebut diawali dengan technical meeting metode platihan yang berbasis online.
Darsino SKep Ners salah satu trainer dari MGEC menjelaskan, kegiatan tatap muka menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sangat ketat. Sebelum mengikuti pelatihan, 80 peserta yang terdiri atas 74 mahasiswa ditambah perawat pembimbing mahasiswa di RS Permata Medika, RS Purbowangi dan RSUD dr Sudirman Kebumen dan dosen menjalani screening rapid antigen.
Pelatihan Dibagi Menjadi Dua Gelombang
Begitu juga para instruktur dan tim MGEC yang terlibat juga melakukan hal yang sama. Selain itu, para peserta mengenakan masker dan face shield, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer.
“Kegiatan ini juga mendapatkan supervisi dari Program Studi dan MGEC,” kata Darsino di sela-sela pelatihan.
Sekretaris Program Studi DIII Keperawatan Bambang Utoyo MKep menambahkan, guna membatasi peserta, pelatihan tersebut dibagi menjadi dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 13-17 Januari 2021. Sedangkan gelombang kedua akan berlangsung pada 27-31 Januari 2021.
“Dalam proses pembelajaran kami memang meminimalkan kegiatan tatap muka. Kompetensi mahasiswa terpenuhi baik secara teori dan skill melalui aplikasi dan video tutorial,” ujar Bambang Utoyo MKep.
by Humas Unimugo | Jan 5, 2021 | Berita Terkini
Para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah tampaknya diminati oleh rumah sakit maupun layanan kesehatan lainnya. Buktinya banyak rumah sakit yang jemput bola melakukan rekrutmen menjaring lulusan kampus tersebut.
Salah satunya adalah Rumah Sakit Sari Asih Group yang sudah cukup lama bekerjasama dengan STIKES Muhammadiyah Gombong. Seleksi digelar di STIKES Muhammadiyah Gombong, Selasa (29/12). Seleksi diikuti oleh 15 alumni dari Prodi DIII Keperawatan dan Profesi Ners. Lulusan Prodi Farmasi juga turut serta dalam seleksi tersebut.
Tahapan seleksi dimulai dengan pengisian data diri, tes kompetensi, psikotes dan wawancara. Adapun pengumuman penerimaan tenaga kesehatan dilakukan pada hari itu juga.
Adapun yang datang ke kampus adalah bagian HRD Darwaty yang didampingi dua orang anggota tim. Sejumlah pimpinan menyambut yakni Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan AIK STIKES Muhammadiyah Gombong, H Sarwono SKM MKes, Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama Sawiji SKep Ns MSc.
Banyaknya permintaan lulusan STIKES Muhammdiyah Gombong dari Rumah Sakit Sari Asih Group sehubungan dengan pengembangan dan perluasan pembangunan RS Sari Asih Group.
Diterima Bekerja
Informasi penempatan tenaga kesehatan yang diterima antara lain di Rumah Sakit Sari Asih Ciputat, Serang, Sangiang dan Arrahmah. Dijadwalkan awal Januari alumni yang diterima mulai berkerja.
“Kami berharap semakin banyak alumni STIKES Muhammadiyah Gombong yang berkompeten yang bekerja di Sari Asih,” ujar Darwaty.
Bersamaan dengan kegiatan seleksi juga dilaksanakan pemberangkatan alumni yang diterima berkerja di Rumah Sakit Karya Medika II Bekasi. Pelepasan dan doa bersama dilakukan oleh pimpinan STIKES Muhammadiyah Gombong.
Para alumni difasilitasi pemberangkatan oleh kampus dan pihak RS. Sebelum berangkat, mereka telah melakukan tes rapid antigen dan dinyatakan aman.
Pimpinan berpesan para alumni yang sudah diterima bekerja untuk selalu amanah dalam menjalankan tugas, semangat dan senantiasa menjaga ibadah. “Jaga nama baik keluarga dan almamater,” pesan Wakil Ketua IV Sawiji.
by Humas Unimugo | Jan 5, 2021 | Berita Terkini
Saat para lulusan perguruan tinggi kesulitan mencari lowongan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19, para lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong justru yang dicari oleh rumah sakit.
Salah satunya adalah Rumah Sakit Karya Medika Bekasi yang menjaring para lulusan baru STIKES Muhammadiyah Gombong untuk menjadi pegawai terutama perawat di rumah sakit tersebut. Tim dari RS Karya Medika melakukan jemput bola dengan menggelar rekrutmen langsung di kampus STIKES Muhammadiyah Gombong.
eleksi Digelar Selama Dua Hari
Rekrutmen yang bekerjasama dengan Carier and Development Center (CDC) STIKES Muhammadiyah Gombong digelar selama dua hari, Selasa-Rabu 22-23 Desember 2020. Hari pertama, seleksi secara tertulis dengan materi uji tulis khusus bidang keperawatan dan psikotest. Di sela-sela itu dilakukan presentasi terkait profil RS Karya Medika Bekasi.
Hari kedua dilanjutkan dengan wawancara. Mereka mengkonfirmasi hasil tes pada hari pertama. Termasuk melakukan komunikasi dengan para calon pegawai. Proses seleksi menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona (Covid-19).
Jalin Kerjasama Selama Lima Tahun
Wakil Ketua IV Bidang Kerjasama dan Hubungan Internasional STIKES Muhammadiyah Gombong Sawiji SKep Ns MSc menjelaskan bahwa kerjasama dengan RS Karya Medika merupakan pertama. Kedua pihak sepakat menjalin kerjasama rekrutmen selama lima tahun ke depan.
“Setiap tahun rencananya mereka akan menggelar rekrutmen di STIKES Muhammadiyah Gombong. Alhamdulillah Kami dipercaya memberikan alumni terbaik untuk bekerja di rumah sakit Karya Medika yang sedang berkembang pesat ini,” ujar Sawiji didampingi Penanggung Jawab CDC Sarwono MKes dan Ketua CDC Putra Agina WS MKep di sela-sela acara.
CDC Kelola Karir dan Kembangkan Alumni
Sawiji menambahkan melalui CDC pihaknya berkomitmen untuk mengelola karir dan mengembangkan para alumni. Setiap tahun menjelang wisuda CDC juga melaksanakan job fair sekaligus rekrutmen.
“Melalui rekrutmen itu, para alumni akan cepat terserap di rumah sakit mitra mulai dari lokal Kebumen dan sekitarnya hingga dari luar kota bahkan luar negeri,” ujarnya.
Dengan pola rekrutmen langsung ke kampus, para lulusan baru STIKES Muhammadiyah Gombong dimudahkan dalam mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19. Selain itu para alumni tidak perlu menjalani seleksi di luar kota.
“Nantinya peserta yang lolos seleksi akan kontrak selama dua tahun. Jika kinerjanya bagus tahun ketiga akan langsung diangkat sebagai pegawai tetap,” ujarnya seraya menyebutkan pada tahun pertama akan mendapatkan asrama gratis.