TUBERKULOSIS <\/strong>merupakan salah satu penyakit yang pengendaliannya menjadi komitmen global SDG\u2019s. Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberculosis. Selama lima tahun, 2014-2018 angka keberhasilan pengobatan (succes rate) dan angka kesembuhan TB Paru di Kabupaten Kebumen menunjukkan trend yang sama. Indikator angka keberhasilan dari tahun 2017 turun dari tahun sebelumnya yaitu 74,21%.<\/p>\n Penanggulangan TB diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangannya. Keberhasilan dalam penanggulanagan TBC di suatu wilayah tidak terlepas dari adanya peran masyarakat yang diupayakan melalui proses pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n Pemberdayaan masyarakat adalah suatu upaya atau proses untuk menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengatasi, memelihara, melindungi dan meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan TBC yaitu menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan dalam memutus mata rantai penularan TBC.<\/p>\n Permasalahan penyakit TB merupakan permasalahan yang kompleks sehingga harus dipecahkan bersama, mulai dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan sebagai leading sector pada program ini, tokoh masyarakat sebagai reference dari masyarakat dan lintas sektor harus dilibatkan dalam penanggulangan Penyakit TB.<\/p>\n Proses penyembuhan penderita TB tidak hanya dipengaruhi ketersediaan obat dan pelayanan yang diberikan oleh petugas Puskesmas. Tetapi juga dipengaruhi oleh keberdayaan ekonomi, asupan gizi, hambatan sosial dan kultural yang ada di masyarakat serta kemampuan dalam mengakses pelayanan kesehatan.<\/p>\n Hal ini sejalan dengan arahan dari Kementerian Kesehatan yang telah mengubah strategi penemuan pasien TB tidak hanya \u201csecara pasif dengan aktif promotif\u201d tetapi juga melalui \u201cpenemuan aktif secara intensif dan masif berbasis keluarga dan masyarakat\u201c serta melalui pemberdayaan masyarakat secara optimal, dengan tetap memperhatikan dan mempertahankan layanan yang bermutu sesuai standar.<\/p>\n