Foto Bersama Peserta dengan Instruktur dan Panitia Pelatihan Manajemen Nyeri. Sumber dok: Humas Unimugo

Unimugo Gombong – Prodi Keperawatan Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan gelar Pelatihan Manajemen Nyeri yang dilaksanakan pada Kamis-Ahad, 19-22 Januari 2023 melalui blended learning melalui video conference (zoom meeting) selama 2 hari dan offline 2 hari di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo).

Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta mahasiswa S1 Keperawatan Semester Akhir diawali dengan kultum oleh Puji Handoko, S.Ag.,M.Pd selaku Ketua LPPIK Unimugo, menyampaikan yang pertama kita mengenal istilah nyeri dan dalam bahasa Islam ada 3 istilah yaitu Mardun, Sakim dan Alam (lebih kepada sensasi rasa oleh orang yang menderita). Al Quran itu mengajarkan kepada kita, siapapun bisa mengalami kesakitan, hanya yang membedakan adalah bagaimana kita itu mensikapi kesakitan tersebut. “Dalam surat An-Nisa 104 yang artinya kamu merasakan kesakitan mereka pun merasakan kesakitan yang membedakan adalah kamu mengharapkan Ridha Allah sedang mereka tidak”, tutupnya.

Hadir dalam pembukaan kegiatan ini, Rektor Unimugo Dr. Herniyatun, M.Kep,Sp,Mat, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Dadi Santoso, M.Kep, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Eka Riyanti, M.Kep.,Sp,Kep,Mat dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp,Kep,Sp,J dan Kaprodi Keperawatan Program Sarjana Cahyu Septiwi, M.Kep,Sp,KMB.,Ph.D dan Sekertaris Program Studi Keperawatan Program Sarjana Irmawan Andri N.,M.Kep.

Eka Riyanti, M.Kep.,SP,Kep,Mat selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan dalam sambutannya menyampaikan pelatihan manajemen nyeri dilaksanakan karena memang sangat penting karena merupakan pembekalan kepada peserta dari mahasiswa program studi keperawatan program sarjana. Pelatihan ini menjadi bekal mahasiswa dalam menerapkan kepada pasien nyeri yang ada di rumah sakit dan sebagainya.

“Alhamdulillah kita dapat melaksanakan kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan  Prima Medisiana Hanacaraka Jakarta yang sudah terakreditasi. Harapannya setelah mengikuti pelatihan manajemen nyeri mahasiswa dapat berinovasi mengembangkan keilmuannya misalnya dalam wound care / perawatan luka yang dimana pasien pasti akan merasakan nyeri ketika dilakukan perawatan, setelah mengikuti pelatihan ini menjadi tambahan update keilmuan agar dalam perawatan pasien nyeri sedikit mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada pasien”,ujarnya

Waryono, M.Kes perwakilan dari Lembaga Pelatihan  Prima Medisiana Hanacaraka Jakarta menyampaikan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Gombong yang telah mempercayakan kami sebagai fasilitator untuk pelatihan manajemen nyeri pada program studi keperawatan program sarjana.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, kita semua dapat belajar dan menambah wawasan ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk bersama”, pungkasnya

Dr. Herniyatun, M.Kep,Sp,Mat Rektor Universitas Muhammadiyah Gombong (Unimugo) memberikan sambutan langsung dalam pembukaan kegiatan pelatihan manajemen nyeri program studi keperawatan program sarjana menyampaikan bahwa kegiatan ini sesuai dengan Al Islam yang tertuang dalam surat Al Quran yang telah disampaikan pada qultum oleh ketua LPPIK Unimugo bahwa dalam manajemen nyeri sudah diterapkan pada zaman Rasulullah SAW.

Penanganan manajemen nyeri sering kali kita temui hanya dengan relaksasi distraksi, padahal banyak sekali hal yang bisa kita ambil ilmunya dan diterapkan untuk pasien. Harapannya dengan adanya kegiatan ini peserta menjadi tambah luas wawasannya dan dapat mengembangkan sesuai bidang keilmuannya. Pelatihan ini selaras dengan Visi dari Unimugo  yaitu menyiapkan mahasiswa yang Unggul, Inovatif dan Islami.

“Terima Kasih kepada  Fakultas Ilmu Kesehatan yang senantiasa mengembangkan program-program pelatihan yang selalu update untuk kebutuhan pasien. Bismillahirohmanirohim dengan pembacaan tasmiyah acara ini resmi dibuka, semoga acara ini penuh ridha dan keberkahan untuk kita semua. Kepada seluruh peserta selamat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, penuh bahagia agar ilmu yang disampaikan oleh narasumber dapat kita terima dan bisa diterapkan di kehidupan kita sehari-hari sebagai perawat”, tutupnya.