
Peninjauan Gedung Fakultas Kedokteran UNIMUGO. Dok. Foto Humas
Gombong, 9 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memantapkan langkah menuju pendirian Fakultas Kedokteran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Pendampingan Pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gombong yang dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUGO, Ir. M. Yahya Fuad, S.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan pendampingan sebagai bagian dari langkah strategis UNIMUGO dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Menurutnya, pendirian Fakultas Kedokteran merupakan sebuah langkah besar yang membutuhkan kesiapan, perencanaan matang, serta sinergi dari seluruh unsur universitas dan pihak terkait.
Beliau berharap proses pendirian Fakultas Kedokteran dapat dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya dari sisi administratif dan sarana prasarana, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia, tata kelola, akademik, serta penguatan jejaring kerja sama.
Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang diwakili oleh Prof, Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum memberikan apresiasi atas ikhtiar UNIMUGO dalam mempersiapkan pendirian Fakultas Kedokteran. Proses ini tentu tidak hanya membutuhkan kesiapan secara administratif, tetapi juga kesiapan akademik, sumber daya manusia, sarana prasarana, tata kelola, jejaring rumah sakit, serta dukungan seluruh elemen persyarikatan.
Karena itu, seluruh proses persiapan harus dilakukan secara terencana, bertahap, dan berbasis standar mutu. Setiap persyaratan perlu dipetakan dengan baik, kemudian disiapkan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, persyarikatan, rumah sakit, tenaga akademik, maupun mitra strategis lainnya.
Selanjutnya, sambutan sekaligus pemaparan disampaikan langsung oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.
Dalam paparannya, Rektor menjelaskan berbagai kesiapan dan persyaratan yang telah dimiliki UNIMUGO sebagai bagian dari proses pendirian Fakultas Kedokteran. Salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia dan pengembangan akademik yang terus diperkuat.
UNIMUGO saat ini memiliki 7 program studi dengan akreditasi Unggul. Selain itu, terdapat 21 Dosen yang sedang menempuh Program Doktor (S3),13 dosen yang telah terdata secara resmi di PDDIKTI, sementara 8 dosen lainnya telah menyelesaikan pendidikan namun masih menunggu penerbitan ijazah.
Dari sisi jabatan akademik, sebanyak 6 dosen telah menduduki jabatan Lektor Kepala, sedangkan 4 dosen lainnya sedang dalam proses pengajuan tahap II. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam penguatan kapasitas akademik UNIMUGO.
Tidak hanya pada aspek akademik, UNIMUGO juga terus menjaga tata kelola dan akuntabilitas kelembagaan. Hal ini ditunjukkan dengan diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama empat tahun berturut-turut.
Arah Transformasi Strategis
Dalam kegiatan tersebut juga dipaparkan arah transformasi strategis pendirian Fakultas Kedokteran UNIMUGO. Pendirian Fakultas Kedokteran dipandang sebagai bagian dari langkah jangka panjang untuk memperkuat UNIMUGO sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak, khususnya dalam bidang kesehatan.
Sejalan dengan rencana tersebut, UNIMUGO juga menyiapkan strategi pengembangan program studi magister sebagai penguatan jenjang pendidikan dan keilmuan. Beberapa program magister yang menjadi prioritas meliputi:
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang semakin lengkap, mulai dari pendidikan vokasi, sarjana, profesi, hingga jenjang magister dan kedokteran.
Menuju Pusat Keilmuan Kesehatan Unggulan
Pendirian Program Studi Kedokteran menjadi salah satu prioritas UNIMUGO karena dinilai strategis dalam mendukung visi kampus menuju pusat keilmuan kesehatan unggulan.
Melalui penguatan sumber daya manusia, pengembangan program studi, tata kelola yang baik, serta jejaring kemitraan, UNIMUGO terus mempersiapkan diri agar mampu menghadirkan pendidikan kedokteran yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., SpM memberikan pendampingan dan pengarahan terkait pendirian Fakultas Kedokteran. Beliau menyampaikan berbagai kiat dan strategi yang perlu dipersiapkan agar proses pendirian dapat berjalan secara sistematis dan memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan.
Pendampingan ini menjadi momentum penting bagi UNIMUGO untuk melakukan evaluasi, memperkuat kesiapan, sekaligus menyusun langkah strategis menuju terwujudnya Fakultas Kedokteran.
Dengan semangat UNIMUGO Unggul, Islami, Berkemajuan, dan Berdampak, pendirian Fakultas Kedokteran diharapkan menjadi bagian dari transformasi UNIMUGO dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan serta memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat./TAY
]]>

Foto bersama usai menerima sertifikat/piagam Kepanduan Hizbul Wathan. (Dok.Foto Humas UNIMUGO)
Gombong, 30 Agustus 2026 — Semangat kepanduan, silaturahmi, dan regenerasi kader berpadu dalam kegiatan Silaturahmi Pandu Kehormatan, Pelatihan Nasional, serta Pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2 Hizbul Wathan Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO), Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Hizbul Wathan untuk kembali mempererat ukhuwah, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat komitmen dalam menyiapkan kader-kader kepanduan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi persyarikatan, masyarakat, dan bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah Dr. Slamet Widodo, M.Pd., Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M., Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik, jajaran Kwarda Hizbul Wathan Jawa Tengah, para pelatih HW, serta Pandu Senior Hizbul Wathan dari berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kehadiran para pandu senior dari berbagai daerah, di antaranya Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menyambung kembali jejaring silaturahmi dan pengalaman kepanduan lintas generasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pengukuhan Ramanda dan Bunda Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2, yang sebelumnya mengikuti proses pendidikan di Klaten. Agenda kemudian dilanjutkan dengan forum diskusi yang menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengembangan gerakan kepanduan Hizbul Wathan serta penguatan peran para pandu senior dalam membina kader di berbagai daerah.
Pada hari kedua, peserta disuguhi penampilan dari Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Cilacap yang semakin menambah semarak suasana kegiatan sekaligus memperlihatkan kreativitas dan semangat generasi kepanduan Hizbul Wathan.
UNIMUGO Dorong Regenerasi dan Penguatan Kader
Dalam sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Wakil Rektor III UNIMUGO, Dr. Ns. Ike Mardiati A., M.Kep., Sp.Kep.J, disampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah yang telah memberikan kepercayaan kepada UNIMUGO sebagai tuan rumah kegiatan.
Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO terus melakukan transformasi dan penguatan kelembagaan untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin berkualitas dan berkemajuan.
“Pertama-tama kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah atas kepercayaannya kepada UNIMUGO. UNIMUGO terus bertransformasi dan berikhtiar untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah Ramanda Taufik menyampaikan apresiasi kepada UNIMUGO yang telah bersedia menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan pengukuhan Ahli Pandu Alumni Jaya Melati 2.
Menurutnya, pertemuan tersebut memiliki makna penting karena mempertemukan para pandu senior dari berbagai daerah dalam satu ruang silaturahmi dan penguatan gerakan.
“Alhamdulillah, pada kesempatan yang berbahagia ini hadir pandu senior dari Klaten, Solo, Cepu, Semarang, Pekalongan, Cilacap, dan Kebumen. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kader-kader di akar rumput melalui gerakan kepanduan Hizbul Wathan,” tutur Ramanda Taufik.
Ia berharap semangat para pandu senior tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi terus ditransformasikan menjadi energi untuk membangun dan menghidupkan gerakan kepanduan Hizbul Wathan di tengah masyarakat.

Rektor UNIMUGO Prof.Dr.Sofyan Anif, M.Si dan Ketua PDM Kebumen Joko Purnomo, M.M memberikan ucapan selamat kepada peserta Hizbul Wathan. (Dok. Foto UNIMUGO)
Rektor UNIMUGO: Jadikan Silaturahmi sebagai Energi untuk Mengabdi
Membuka secara resmi kegiatan tersebut, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir di Kampus UNIMUGO.
Dalam amanatnya, Rektor menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya tentang mempertemukan orang-orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman yang sama, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, menyatukan gagasan, serta menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi umat dan bangsa.
Menurutnya, pengalaman panjang para pandu senior merupakan aset penting yang perlu diwariskan kepada generasi muda. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, kemandirian, tanggung jawab, kepedulian, dan semangat pengabdian yang tumbuh dalam gerakan kepanduan sangat relevan untuk menjawab tantangan generasi saat ini.
“Semoga pertemuan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesan Prof. Sofyan Anif.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberikan keberkahan bagi seluruh peserta.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan kepada kita semua. Semoga dari kegiatan ini lahir kader-kader Hizbul Wathan yang tangguh, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta siap memberikan pengabdian terbaik bagi umat, persyarikatan, dan bangsa,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, UNIMUGO melalui momentum ini menunjukkan komitmennya untuk terus menjadi ruang kolaborasi, silaturahmi, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berdampak.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen UNIMUGO untuk terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat pengabdian.
Dua hari di Auditorium UNIMUGO pun menjadi bukti bahwa silaturahmi dapat menjadi jembatan antargenerasi, pengalaman dapat menjadi bekal regenerasi, dan kepanduan dapat terus menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader yang siap mengabdi dan memberi dampak.
Dari UNIMUGO, semangat kepanduan terus menyala. Dari para senior, pengalaman diwariskan. Dari generasi muda, masa depan gerakan dipersiapkan.
]]>
Foto bersama dengan Mitra Kerjasama UNIMUGO. DOk. Foto Humas UNIMUGO
GOMBONG, 27 Agustus 2026 — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus memperkuat komitmennya dalam membangun kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga dan instansi melalui kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama dengan Mitra Kerjasama yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi UNIMUGO dan para mitra untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai peluang pengembangan kolaborasi, sekaligus menyusun langkah strategis agar kerja sama yang terjalin semakin memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., Direktur RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta perwakilan dari berbagai institusi dan instansi mitra. Di antaranya Polres Kebumen yang diwakili Kabag SDM Kompol Heryu Wibowo, S.Pd., Tata Pemerintahan Kabupaten Kebumen, sejumlah OPD Kabupaten Kebumen, RSDS Kebumen, RSUD Banyumas, RSUD Wonosobo, RSUD Banjarnegara, Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, serta berbagai mitra kerja sama lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., menegaskan bahwa kemitraan merupakan bagian penting dalam pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, kerja sama tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan dokumen atau kesepakatan formal, tetapi harus diwujudkan dalam berbagai program yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masing-masing institusi.
“Kerja sama harus kita dorong agar tidak berhenti pada MoU atau MoA, tetapi dapat diimplementasikan dalam program-program nyata. Karena pada akhirnya, keberhasilan sebuah kerja sama dapat dilihat dari manfaat yang dihasilkan bagi kedua belah pihak maupun masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa UNIMUGO memiliki komitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah, dunia kesehatan, kepolisian, organisasi, maupun lembaga lainnya. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kontribusi UNIMUGO di tengah masyarakat.
Selanjutnya, Kepala Biro Humas dan Kerjasama UNIMUGO, Ns. Irmawan Andri N., M.Kep., Ph.D., menyampaikan pemaparan mengenai visi dan misi UNIMUGO serta arah pengembangan kerja sama yang berkesinambungan dengan para mitra.
Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa UNIMUGO tidak memandang kerja sama sekadar sebagai hubungan kelembagaan, tetapi sebagai bagian dari strategi untuk memperluas ruang pembelajaran, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta implementasi berbagai program yang relevan dengan kebutuhan mitra.
Melalui jejaring kerja sama yang semakin luas, UNIMUGO berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan dan program yang berkarakter, mencerahkan, unggul, serta memberikan dampak nyata.
“Visi dan misi UNIMUGO harus berjalan beriringan dengan kebutuhan mitra. Karena itu, kerja sama yang dibangun harus memiliki kesinambungan, memiliki program yang jelas, serta dapat diukur manfaat dan dampaknya,” jelas Ns. Irmawan.
Suasana kegiatan semakin dinamis ketika memasuki sesi diskusi bersama para mitra. Berbagai masukan, pengalaman, kebutuhan, serta gagasan pengembangan kerja sama disampaikan secara terbuka. Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif dengan mempertemukan perspektif UNIMUGO dan berbagai lembaga mitra.
Sejumlah poin penting yang mengemuka dalam diskusi antara lain penguatan implementasi kerja sama, peningkatan manfaat program bagi masing-masing pihak, optimalisasi sumber daya yang dimiliki, serta pengembangan program kolaboratif yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, UNIMUGO bersama para mitra berhasil merumuskan berbagai saran, bentuk implementasi, manfaat kerja sama, serta rencana tindak lanjut yang dapat menjadi pijakan dalam pengembangan kolaborasi ke depan.
Bagi UNIMUGO, forum ini sekaligus menjadi bentuk evaluasi untuk memastikan setiap kerja sama yang telah dibangun benar-benar bergerak dari kesepakatan menuju aksi. Dengan demikian, kemitraan yang terjalin dapat memberikan nilai tambah bagi institusi, mitra, mahasiswa, tenaga pendidik, serta masyarakat.
Kegiatan Rapat Koordinasi, Evaluasi, dan Pengembangan Kerjasama ini menjadi bagian dari langkah UNIMUGO dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul serta berdampak.
Ke depan, UNIMUGO berkomitmen untuk terus memperluas jejaring kemitraan dan mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia kesehatan, aparat penegak hukum, organisasi, serta berbagai stakeholder lainnya diharapkan mampu melahirkan inovasi dan program nyata yang memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh pihak untuk terus menjaga serta mengembangkan sinergi yang telah terbangun.
]]>

Foto bersama sebelum keberangakatan peserta KKN Internasional. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Gombong — Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang terus berkembang dan berdaya saing global melalui pelepasan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kawasan ASEAN dan Hongkong Tahun 2026. Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026 di Ruang Kuliah 1 UNIMUGO dan berlangsung dengan penuh semangat serta kebanggaan.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep., serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH. Kehadiran pimpinan universitas menjadi bentuk dukungan nyata terhadap mahasiswa yang akan membawa nama baik UNIMUGO di tingkat internasional.
Pada tahun 2026, UNIMUGO mengirimkan enam mahasiswa terbaik dari Program Studi Farmasi dan Manajemen untuk mengikuti KKN Internasional di kawasan ASEAN dan Hongkong. Sebanyak dua mahasiswa Farmasi akan melaksanakan program di Malaysia dan Singapura, dengan kegiatan daring pada 29 Juni – 1 Agustus 2026 dan kegiatan luring pada 9 –13 Agustus 2026. Sementara itu, empat mahasiswa dari Program Studi Farmasi dan Manajemen akan mengikuti program di Hongkong, dengan pelaksanaan daring pada 29 Juni–1 Agustus 2026 dan luring pada 27–31 Agustus 2026.
Dalam laporannya, Ketua LP2M UNIMUGO Dr. Siti Mutoharoh, MPH menyampaikan bahwa KKN Internasional merupakan bagian dari upaya UNIMUGO memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan pengalaman pengabdian mahasiswa di lingkungan multikultural. Program ini tidak hanya menjadi sarana belajar di luar negeri, tetapi juga wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan mahasiswa.
“Mahasiswa UNIMUGO akan menjalankan program International Community Services bersama PCIM dan PCIA Malaysia, serta mengikuti kunjungan lapangan dan pengalaman budaya internasional bersama PCIM dan PCIA Hongkong guna memperkuat jejaring global, kepedulian sosial, dan wawasan multikultural.”, imbuhnya.
Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan karakter unggul, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berbagi dengan masyarakat internasional. Menurut beliau, mahasiswa UNIMUGO harus mampu menjadi duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan, kemanusiaan, dan kemuhammadiyahan dalam setiap aktivitas pengabdian.
Peningkatan Kolaborasi dan Penyusunan Program Tindak Lanjut
Senada dengan itu, Wakil Rektor I Dr. Ns. Isma Yuniar, M.Kep. menekankan pentingnya memperkuat jejaring dan pengabdian global. Ia berharap pengalaman KKN Internasional dapat membuka wawasan mahasiswa tentang tantangan dunia global dan mendorong lahirnya kolaborasi yang bermanfaat bagi pengembangan akademik maupun pengabdian masyarakat di masa depan.
Salah satu perwakilan mahasiswa peserta KKN Internasional 2026, Bagas Triya Laksana, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena mendapatkan kesempatan mewakili UNIMUGO dalam program internasional ini. Ia mengaku bangga dapat membawa nama kampus ke tingkat global dan berharap pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk pengembangan diri dan kontribusi kepada masyarakat.
Adapun mahasiswa peserta KKN Internasional UNIMUGO Tahun 2026 terdiri dari:
Mengabdi Lintas Negara, Berdampak untuk Sesama
Melalui program ini, UNIMUGO semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan di ruang kelas, tetapi juga aktif membangun pengalaman internasional bagi mahasiswanya. KKN Internasional menjadi bukti bahwa mahasiswa UNIMUGO mampu melangkah lebih jauh, memperluas jejaring dunia, dan menghadirkan pengabdian yang berdampak lintas negara.
Dengan semangat “Berkarya untuk Negeri, Berdampak untuk Dunia”, UNIMUGO terus mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.
]]>

Rektor, Wakil Rektor I dan LP2M UNIMUGO Melepas 75 Mahasiswa ikuti KKN-MAs 2026. Dok. Foto Humas
Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pelepasan 75 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, di lingkungan Kampus UNIMUGO sebagai bekal awal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung mengabdi di tengah masyarakat.
KKN Muhammadiyah–’Aisyiyah (KKN-MAs) merupakan program pengabdian masyarakat berskala nasional yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai PTMA di Indonesia untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui semangat dakwah pencerahan, pemberdayaan, dan penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).
Pada penyelenggaraan tahun 2026, 43 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) turut berpartisipasi dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1.100 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Pulau Jawa maupun luar Jawa. Kolaborasi lintas kampus dan lintas budaya ini menjadi kekuatan besar dalam membangun sinergi untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.
Dari UNIMUGO, sebanyak 75 mahasiswa resmi diberangkatkan sebagai delegasi kampus, terdiri atas 10 mahasiswa Program Studi Manajemen dan 65 mahasiswa Program Studi Farmasi Program Sarjana. Mereka dijadwalkan berangkat menuju lokasi pengabdian pada 29 Juli 2026, dengan masa pelaksanaan KKN berlangsung hingga 31 Agustus 2026.
Prosesi pelepasan dihadiri oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, beserta para dosen pembimbing dan seluruh mahasiswa peserta KKN-MAs.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang pembelajaran nyata untuk membangun karakter kepemimpinan, kepekaan sosial, serta kemampuan berkolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Beliau berharap seluruh mahasiswa mampu menjadi representasi terbaik UNIMUGO dengan menunjukkan sikap profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus membawa nilai-nilai Islam berkemajuan dalam setiap aktivitas pengabdian.
Sementara itu, Wakil Rektor I, Dr. Isma Yuniar, M.Kep., mengingatkan agar mahasiswa senantiasa menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi KKN. Menurutnya, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghargai budaya masyarakat setempat, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LP2M UNIMUGO, Dr. Siti Mutoharoh, MPH, menyampaikan bahwa KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mendorong seluruh peserta untuk menjaga semangat kolaborasi, disiplin, serta menjunjung tinggi etika selama menjalankan pengabdian.
Mewakili seluruh peserta, Koordinator Mahasiswa KKN-MAs UNIMUGO, Nur Rizka Alfadila, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2023, menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmen seluruh peserta untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat serta membawa pulang pengalaman berharga yang akan menjadi bekal dalam kehidupan profesional maupun pengabdian di masa depan.
Keikutsertaan dalam KKN Muhammadiyah-‘Aisyiyah menjadi bukti nyata bahwa UNIMUGO terus menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Melalui kolaborasi nasional bersama puluhan PTMA, mahasiswa UNIMUGO didorong untuk menjadi insan yang unggul, adaptif, serta mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Dengan semangat “Knowledge, Morality, Civilization”, Universitas Muhammadiyah Gombong terus memperkuat perannya sebagai kampus yang melahirkan lulusan profesional, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak.
]]>
Stop Amputasi! Peserta dan Instruktur foto bersama saat akan melaksanakan kegiatan Workshop Wound Care. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan profesional melalui penyelenggaraan Two Days Workshop Basic Modern Dressing (Wound Care). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 7–8 Juli 2026, ini merupakan hasil kolaborasi antara DM Wound Care, Pedis Care, dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO.
Workshop ini diikuti oleh 58 mahasiswa Program Profesi Ners sebagai upaya meningkatkan kompetensi klinis dalam penatalaksanaan luka modern (modern wound care), yang kini menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga kesehatan di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNIMUGO, Dyah Puji Astuti, MPH. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang keperawatan menuntut lulusan memiliki keterampilan berbasis bukti (evidence-based practice), khususnya dalam penanganan luka.
“Workshop ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik klinis. Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan modern sehingga siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Ners Program Profesi, Ns. Wuri Utami, M.Kep., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa sebelum terjun secara profesional di berbagai rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perawatan luka modern telah berkembang sangat pesat dan memerlukan pemahaman yang komprehensif mengenai asesmen luka, pemilihan balutan yang tepat, pencegahan infeksi, hingga percepatan proses penyembuhan luka berdasarkan kondisi pasien.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif melalui pendampingan langsung dari para praktisi yang telah berpengalaman di bidang wound care. Dengan demikian, mahasiswa memperoleh wawasan sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan dalam praktik keperawatan profesional,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pimpinan DM Wound Care, Ns. Vonny Nurmalya M., M.Kep., WOC(ET)N, menyampaikan bahwa penanganan luka modern tidak hanya berfokus pada proses penyembuhan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup pasien melalui pendekatan yang tepat, aman, dan berbasis perkembangan ilmu terkini.
Ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan perlu memahami karakteristik berbagai jenis luka, teknik asesmen yang akurat, pemilihan dressing yang sesuai, hingga evaluasi hasil perawatan secara berkesinambungan.
“Melalui workshop ini kami berharap peserta memiliki pemahaman yang benar mengenai prinsip-prinsip modern dressing sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Pimpinan Pedis Care, Ns. Ahmad Hasyim W., M.Kep., MN., Sp.Kep.MB., WOC(ET)N. Menurutnya, kompetensi dalam bidang wound care menjadi kebutuhan yang semakin penting, terutama dalam menangani kasus-kasus luka kronis seperti diabetic foot ulcer, pressure injury, maupun berbagai jenis luka lainnya yang memerlukan penanganan khusus.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyembuhan luka tidak hanya ditentukan oleh penggunaan balutan modern, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan asesmen komprehensif, edukasi kepada pasien, serta kolaborasi interprofesi.
“Mahasiswa profesi merupakan calon perawat yang nantinya akan menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali keterampilan yang sesuai dengan standar praktik terkini agar mampu memberikan pelayanan yang berkualitas,” tuturnya.

Peserta prakterk langsung penangan dan perawata luka. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif mengenai konsep dasar modern wound care, klasifikasi luka, prinsip pemilihan dressing, teknik perawatan luka modern, praktik langsung (hands-on), hingga diskusi kasus klinis yang dipandu oleh para instruktur bersertifikat di bidang wound care.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendapatkan materi teoritis, mahasiswa juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan berbagai jenis balutan modern dengan pendampingan intensif dari narasumber, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih interaktif dan aplikatif.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan. Kolaborasi bersama praktisi profesional menjadi langkah strategis untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap memberikan pelayanan keperawatan terbaik bagi masyarakat.
]]>

Pelepasan Mahasiswa KKN Tematik UNIMUGO di Pendopo Kabumian Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Berdampak Tahun Akademik 2025/2026. Sebanyak 62 mahasiswa secara resmi dilepas untuk mengabdi di enam desa di Kabupaten Kebumen dengan membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Mengusung tema “Optimalisasi Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Ekonomi Lokal, dan Peningkatan Kualitas SDM dalam Mewujudkan Desa Berkemajuan Berbasis Inovasi Lintas Disiplin dan Kearifan Lokal,” program KKN akan berlangsung mulai 7 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi, yaitu Hukum, Manajemen, Teknik Industri, dan Administrasi Rumah Sakit, yang akan berkolaborasi menghadirkan solusi nyata sesuai kebutuhan masyarakat desa.
Prosesi penyerahan mahasiswa KKN dilaksanakan di Pendopo Kabumian, Kabupaten Kebumen, Selasa (7/7/2026). Mahasiswa secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Gombong, Dr. Siti Mutoharoh, S.ST., M.P.H. Penyerahan tersebut diterima oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Kebumen, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si.
Sebanyak 62 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di enam desa yang tersebar di dua kecamatan. Di Kecamatan Pejagoan, mahasiswa akan ditempatkan di Desa Prigi, Desa Kebagoran, dan Desa Peniron. Sementara di Kecamatan Karangsambung, lokasi pengabdian meliputi Desa Kaligending, Desa Banioro, dan Desa Widoro.

Dr. Siti Mutoharoh, MPH Ketua LP2M UNIMUGO pada saat memberikan sambutan pelepasan mahasiswa KKN Tematik untuk 6 Desa di Kabupaten Kebumen. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Dalam sambutannya, Dr. Siti Mutoharoh, MPH menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dalam menjalankan misi pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program kerja, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“KKN bukan sekadar melaksanakan program kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, inovatif dalam pelaksanaannya, berkelanjutan manfaatnya, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus utama KKN tahun ini diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendekatan kolaboratif lintas disiplin. Setiap program yang dirancang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa dan mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan pembangunan yang berkelanjutan.
“Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan desa. Dengan demikian, manfaat KKN dapat terus dirasakan meskipun masa pengabdian telah berakhir,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Siti Mutoharoh mengungkapkan bahwa pelaksanaan KKN di Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari perluasan jejaring pengabdian UNIMUGO pada tahun 2026. Selain KKN Tematik di Kebumen, UNIMUGO juga mengirimkan mahasiswa pada dua program KKN Internasional, yakni di Hong Kong serta kawasan ASEAN yang meliputi Malaysia dan Singapura. Di tingkat nasional, UNIMUGO turut berpartisipasi dalam KKN Nasional di Kabupaten Malang melalui kolaborasi bersama Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa UNIMUGO tidak hanya menjangkau masyarakat di tingkat lokal, tetapi juga memberikan kontribusi di tingkat nasional hingga internasional sebagai bagian dari implementasi kampus yang berdaya saing global dan berdampak.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Muhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas komitmen Universitas Muhammadiyah Gombong dalam mendukung pembangunan daerah melalui KKN Tematik Berdampak.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menggali potensi lokal, memperkuat pemberdayaan masyarakat, serta melahirkan berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui program KKN Tematik Berdampak ini, Universitas Muhammadiyah Gombong kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan lulusan yang memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, serta semangat menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
KKN menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Dengan semangat “Berdampak untuk Masyarakat”, UNIMUGO terus menghadirkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.
]]>

Penyerahan Pemotongan Tumpeng dari Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si kepada Wakil Rektor UNIMUGO dan Perwakilan Mahasiswa. Dok.Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) menggelar Tasyakuran Milad ke-32 dengan mengusung tema “Bersinergi, Berkinerja, dan Berkemajuan Menuju UNIMUGO Unggul”. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UNIMUGO, Senin (6/7/2026), serta dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH), jajaran pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan tamu undangan.
Momentum Milad ke-32 ini menjadi tonggak penting perjalanan UNIMUGO, karena bertepatan dengan lima tahun transformasi status dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong (STIKES Muhammadiyah Gombong) menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong, sejak diterbitkannya Surat Keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kini Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi) pada 5 Juli 2021.
Perjalanan Panjang Menuju Universitas Unggul

Rektor UNIMUGO Prof.Dr.Sofyan Anif, M.Si pada saat sambutan dalam rangka Milad ke-32 UNIMUGO. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si. mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan Milad bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan, kesehatan, dan masyarakat.
Beliau mengulas sejarah singkat berdirinya UNIMUGO yang berawal dari Akademi Keperawatan (AKPER) Muhammadiyah Gombong pada tahun 1994. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi kesehatan, institusi tersebut berkembang menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Gombong, hingga akhirnya bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Gombong pada tahun 2021.
“Perjalanan selama 32 tahun ini menunjukkan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan. Semua merupakan hasil dari sinergi, kerja keras, dan komitmen seluruh elemen persyarikatan Muhammadiyah, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta mitra yang terus mendukung kemajuan UNIMUGO,” ungkap Prof. Sofyan Anif.
Tiga Program Strategis Menuju UNIMUGO Unggul
Pada kesempatan tersebut, Prof. Sofyan Anif juga memaparkan sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus pengembangan UNIMUGO dalam beberapa tahun mendatang.
Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa, UNIMUGO akan menghadirkan Program Kuliah Perangkat Desa dengan skema pembiayaan Open Payment, yaitu sistem pembayaran yang fleksibel sehingga memberikan kemudahan bagi perangkat desa untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya di awal.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pelayanan publik yang semakin kompleks.
UNIMUGO juga terus memperkuat karakter mahasiswa melalui pembangunan Pondok Pesantren Mahasiswa Terintegrasi. Program ini dirancang untuk memadukan pendidikan akademik dengan pembinaan keislaman, kepemimpinan, dan karakter sesuai nilai-nilai Muhammadiyah.
Dengan konsep tersebut, mahasiswa tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritual, dan kepedulian sosial yang tinggi.
Sebagai bagian dari visi besar pengembangan universitas, UNIMUGO juga tengah mempersiapkan pembukaan Fakultas Kedokteran. Kehadiran fakultas ini diharapkan mampu melengkapi ekosistem pendidikan kesehatan yang selama ini menjadi kekuatan utama UNIMUGO.
Rektor optimistis bahwa dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, cita-cita tersebut dapat segera terwujud sehingga memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan tenaga medis yang profesional dan berkarakter Islami.
Rangkaian Milad Libatkan Sivitas Akademika dan Masyarakat
Wakil Rektor IV UNIMUGO, Ns. Dadi Santoso, M.Kep., Ph.D., menjelaskan bahwa peringatan Milad tahun ini tidak berhenti pada kegiatan tasyakuran semata.
Menurutnya, rangkaian kegiatan telah disusun dengan melibatkan berbagai unsur sivitas akademika maupun masyarakat luas melalui berbagai kompetisi dan kegiatan sosial.
“Setelah pembukaan Milad ini, akan dilaksanakan berbagai lomba baik yang bersifat internal maupun eksternal. Harapannya, rangkaian Milad tidak hanya menjadi ajang kebersamaan keluarga besar UNIMUGO, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat,” jelasnya.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah untuk meningkatkan kreativitas, sportivitas, kolaborasi, sekaligus mempererat hubungan antara UNIMUGO dengan sekolah, mitra, dan masyarakat.
Simbol Syukur atas Perjalanan 32 Tahun
Suasana tasyakuran berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan 32 tahun pengabdian UNIMUGO di dunia pendidikan.
Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap capaian yang telah diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika, dukungan Persyarikatan Muhammadiyah, pemerintah, mitra, alumni, dan masyarakat yang selama ini memberikan kepercayaan kepada UNIMUGO.
Menguatkan Sinergi untuk Masa Depan
Mengusung tema “Bersinergi, Berkinerja, dan Berkemajuan Menuju UNIMUGO Unggul”, Milad ke-32 menjadi komitmen bersama untuk terus memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas kinerja, serta menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Di usia yang ke-32, UNIMUGO terus menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkembang pesat dengan semangat unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan nilai-nilai Islam berkemajuan.
Dengan berbagai program strategis yang tengah dipersiapkan, UNIMUGO optimistis mampu melahirkan lulusan yang profesional, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap menjadi bagian dari solusi bagi pembangunan bangsa.
“Milad ke-32 bukanlah titik akhir perjalanan, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh. Bersama seluruh sivitas akademika dan para mitra, UNIMUGO siap bersinergi, meningkatkan kinerja, dan terus berkemajuan menuju Universitas Muhammadiyah yang unggul, berdaya saing, dan memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.”
]]>

Pelepasan Jamaah Umroh Karyawan UNIMUGO dari BPH dan Rektor UNIMUGO. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Gombong – Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan apresiasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan spiritual bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui kegiatan Pelepasan Jamaah Umroh UNIMUGO 1448 H/2026 M. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat UNIMUGO dan dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), karyawan.
Program umroh ini merupakan salah satu bentuk penghargaan dan perhatian UNIMUGO kepada karyawan yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik dalam mendukung kemajuan institusi. Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti kegiatan yang ditandai dengan penyerahan dokumen keberangkatan kepada para jamaah.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menyampaikan bahwa program umroh merupakan bentuk komitmen universitas dalam memberikan penghargaan kepada karyawan yang telah mengabdikan diri bagi kemajuan UNIMUGO.
“Program umroh ini adalah program yang dipersembahkan khusus untuk karyawan UNIMUGO sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan. Kami berharap perjalanan ibadah ini menjadi pengalaman spiritual yang membawa keberkahan, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar UNIMUGO untuk terus berkarya dengan penuh keikhlasan.”
Prof. Sofyan Anif juga berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kelancaran selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke Indonesia dengan memperoleh predikat umroh yang mabrur.
Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUGO yang diwakili oleh Joko Purnomo, M.M., menyampaikan bahwa ibadah umroh merupakan nikmat dan amanah yang patut disyukuri.
Ia mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memperbanyak ibadah, menjaga nama baik UNIMUGO, serta mendoakan agar universitas terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, Islami, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan penuh kekhusyukan. Selain beribadah untuk diri sendiri dan keluarga, mohon kiranya turut mendoakan kemajuan UNIMUGO agar senantiasa diberikan keberkahan, kemudahan, dan mampu mencetak generasi yang unggul serta berakhlak mulia.”
Mewakili para jamaah, Podo Yuwono, M.Kep., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pimpinan UNIMUGO atas kesempatan yang diberikan. Kami berempat diantaranya, saya, Ns. Ernawati, M.Kep., Ns. Tri Sumarsih, MNS dan Ns. Rina Saraswati, M.Kep yang insha Allah akan melaksanakan ibadah Umroh di tanah suci.
Menurutnya, program umroh ini menjadi bentuk perhatian nyata institusi kepada karyawan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan karier, tetapi juga pembinaan spiritual.
“Kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pimpinan UNIMUGO atas kepercayaan serta kesempatan yang luar biasa ini. Insyaallah kami akan menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya, menjaga amanah yang diberikan, serta tidak lupa mendoakan kemajuan UNIMUGO agar semakin maju, unggul, dan membawa manfaat bagi masyarakat.”
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah di Tanah Suci, serta kembali ke tanah air dengan membawa keberkahan bagi keluarga, institusi, dan lingkungan sekitar.
Melalui program ini, UNIMUGO kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik dan profesionalisme sumber daya manusia, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pembinaan nilai-nilai spiritual. Program umroh karyawan diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian dalam mewujudkan UNIMUGO sebagai perguruan tinggi unggul, Islami, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
]]>

Laga Final Manafera Fest 2026! MAN 2 Yogyakarta dan SMK NU Ma’arif Sumpiuh adu skill di Lapangan. Dok. Humas UNIMUGO
Gombong – Himpunan Mahasiswa S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Gombong (UNIMUGO) sukses menyelenggarakan MANAFERA FUTSAL CUP 2026 pada 27–28 Juni 2026.
Turnamen ini diikuti oleh 24 tim futsal pelajar SMA/SMK/MA sederajat dari Jawa Tengah dan DIY. Hal ini menjadi ajang pembuktian bakat para pelajar sekaligus membuka peluang emas bagi mereka untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi melalui jalur prestasi.
Apresiasi Beasiswa untuk Sang Juara
Turnamen futsal Manafera Fest 2026 melahirkan jawara baru setelah kompetisi sengit di lapangan. Berdasarkan data resmi panitia, berikut adalah daftar juara turnamen:
Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap kerja keras para atlet muda, UNIMUGO memberikan hadiah fantastis berupa beasiswa kuliah senilai jutaan rupiah. Beasiswa ini berupa potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 15% yang berlaku untuk program studi di Fakultas Sains dan Humaniora (FSH) maupun program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Sambutan dan Dukungan Pimpinan Universitas
Acara ini mendapat dukungan penuh dari jajaran rektorat. Saat pembukaan, Wakil Rektor III Bidang AIK, Kemahasiswaan, dan Alumni, Dr. Ns. Ike Mardiati Agustin, M.Kep., Sp.Kep.Jiwa, hadir menyampaikan sambutan hangat dari Rektor UNIMUGO.
Apresiasi juga datang dari Dekan Fakultas Sains dan Humaniora, Ir. Eko Ari Wibowo, M.T. Dalam pidatonya, beliau memberikan selamat secara khusus kepada MAN 2 Yogyakarta yang berhasil membawa pulang piala utama.
“Selamat kepada MAN 2 Yogyakarta atas pencapaian luar biasa ini. Bagi SMK Ma’arif NU Sumpiuh di posisi kedua dan MAN 1 Wonosobo di posisi ketiga, jangan berkecil hati. Jadikan hasil ini sebagai batu loncatan. Teruslah berlatih, jaga sportivitas, dan ingat bahwa pintu UNIMUGO selalu terbuka lebar bagi para juara untuk menggapai masa depan lewat jalur beasiswa,” pesan Ir. Eko Ari Wibowo.
Kerja Keras di Balik Layar Manafera Fest
Kesuksesan festival digital dan olahraga ini tidak lepas dari sinergi Program Studi Manajemen dan Himpunan Mahasiswa. Kepala Program Studi Manajemen, Wisanggeni Bagus Anggoro, M.M., menyatakan rasa bangganya atas antusiasme peserta yang luar biasa. Beliau berharap ajang ini dapat mengenalkan esensi manajemen modern yang adaptif di era digital kepada para siswa SMA/SMK sederajat.
Senada dengan hal tersebut, Pembimbing Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen (HMPM), Tiyan Fathurokhman, M.M., memuji kerja keras seluruh panitia yang mampu mengemas acara dengan profesional. Sementara itu, Ketua Panitia Manafera Fest 2026, Sarif Alfarizki (Mahasiswa Prodi Manajemen Angkatan 2024), mengungkapkan bahwa festival ini dirancang untuk menyatukan kreativitas, digitalisasi, dan semangat kompetisi yang sehat di kalangan remaja.

Penyerahan Trophy Kejuaraan dan Simbolis Beasiswa dari UNIMUGO. Dok. Foto Humas UNIMUGO
Tangis Haru dan Kebanggaan Sang Juara
Rasa syukur mendalam terpancar dari raut wajah tim penentu kemenangan. Perwakilan tim futsal MAN 2 Yogyakarta, Ari Danis Putra, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas capaian Juara 1.
“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT atas kemenangan ini. Latihan keras kami selama ini terbayar lunas. Kami juga sangat berterima kasih kepada UNIMUGO yang sudah menghargai keringat kami dengan hadiah beasiswa kuliah. Ini adalah motivasi besar bagi kami semua untuk terus berprestasi,” ungkap Ari penuh semangat.
Dengan selesainya Manafera Fest 2026, UNIMUGO kembali membuktikan perannya sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga menjadi wadah apresiasi bagi talenta-talenta muda berbakat di tanah air.
]]>